
🌹Assalamualaikum readers lover semua, terimakasih sudah membuka chapter ini , jangan lupa like dan komennya karena itu akan membuatku semakin semangat untuk terus menulis. Semoga kalian selalu sehat dan murah rezekinya, aamiin.🌹
Selamat Membaca!
*****
Kelas 10 IPA 1 ....
Semua mulai menahan senyum. Disaat semua sedang tegang tiba-tiba.
"Buwahaaa ... ha ...ha ... ups!" Yati segera menutup mulutnya.
*Kelar hidup loe Oneng, batin Fatim kesal*
*Yaa Allah, lindungi gue, jauhin gue dari amarah bu Melly, batin Yati ketakutan.*
"Yatiiiii! Maju berdiri didepan!" suara bu Melly membelah keriuhan kelas. Semua langsung terdiam.
Wajah Yati langsung pias, tubuhnya bergetar. Keringat yang entah dari mana datangnya segera membanjiri dahinya. Ia meremas roknya sebagai pelampiasan.
Melihat sahabatnya yang sedang ketakutan Fatim segera mengambil inisiatif utk menguatkan sahabatnya. Ia menggenggam tangan sang sahabat dan tersenyum padanya.
"Gue akan selalu ada buat loe," ucap Fatim berbisik di telinga sang sahabat. kemudian Fatim segera berdiri maju kedepan kelas menemui bu Melly.
Terlihat Fatim segera membisikkan sesuatu pada bu Melly yang seketika membuat wajah sang guru killer tersenyum merekah. Dan Fatim segera kembali duduk manis di samping sahabatnya.
"Oke, silahkan kalian semua buka buku paket halaman 149 perhatikan contoh yang ada di sana. Setelah itu coba kalian selesaikan latihannya sebanyak 10 soal saja. Ibu tiba-tiba ada keperluan mendadak, harus ke ruang guru sebentar. Dan kamu Yati atau siapapun, lain kali tidak ada tolerir buat kalian yang suka nyeyes dalam pelajaran saya." Bu Melly segera keluar membawa ponselnya.
Seketika semua kelas merasa kagum dan takjub pada Fatim. Entah mantra apa yang ia ucapkan sehingga singa betina yang sedang meraung itu pun tetiba menjadi singa betina yang menggemaskan.
Sepeninggalan bu Melly kelas kembali heboh dan ramai, namun Fatim tidak memperdulikannya selain mengambil ponselnya dan mengecek notif pesan yang masuk sesekali senyumnya terkembang di bibir ranumnya yang seksi membaca pesan diponselnya.
Sedangkan Yati masih tak bergeming rasa takut yang menjalari tubuhnya belum hilang sepenuhnya. Melihat sahabatnya yang masih diam terpaku, Fatim segera menghampirinya.
"Oneng! Loe masih betah berdiri? Nggak mau ngerja in tugas bu Melly?" ucap Fatim yang membuyarkan kebenggongan Yati.
"Gue ...gue ... mau peluk loe, Fren!" ucap Yati terbata yang mengundang senyum di wajah cantik Fatim.
"Ngapain loe mau peluk gue? Sedang demam loe?" Fatim memegang dahi Yati untuk memerikasa suhu tubuh sahabatnya itu.
"Gue nggak bisa lagi mau ngomong apa, hari ini loe sudah menyelamatkan hidup gue. Loe benar-benar pahlawan gue, andai loe laki-laki gue pasti mau loe nikahin sekarang juga tanpa berpikir lagi." Yati menggelus tangan Fatim Seolah-olah sedang mengelus tangan superhero pujaannya.
"Fren! Loe kalau mau ngimpi jangan siang bolong gini dong, woi sadar Fren!" Fatim melambaikan tangannya di depan wajah samg sahabat namun sia-sia saja karena Yati sedang berkhayal kalau sekarang ia sedang berhadapan dengan cogan (cowo ganteng) yang gagah, tampan, dan macho.
Melihat sahabatnya yang sedang larut dalam khayalannya, Fatim segera menjetik kening sahabatnya itu.
Pletakkk!
"Auww, sakit dodol!" teriak Yati sambil meringgis mengusap keningnya.
"Makanya jangan halu, mending kita selesaikan latihan matematika yang ditugaskan bu Melly, biar loe nggak dapat masalah lagi," oceh Fatim pada sahabatnya.
"Iya-iya gue tahu, loe jahara (jahat)! Menghancurkan dunia mimpi gue yang bentar lagi mau ciuman sama my hero," sunggut Yati kesal.
Fatim hanya tertawa melihat wajah Yati yang cemberut. Sambil menarik sahabatnya kembali untuk duduk dan belajar bersama.
"Fren sebenarnya apa sih yang loe bisikin ke bu Melly, sehingga wajahnya menjadi berbinar seperti orang yang lagi kasmaran?" tanya Yati penasaran.
"Tuh loe tahu, nggak perlu lagi gue jelasin. Yang penting kali ini loe selamat, tapi lain kali gue nggak janji bisa bantu apa nggak. Sekarang kita kerjakan tugasnya ya!" ajak Fatim pada sahabatnya.
*****
Sementara itu di kelas 12 IPA 1 ....
Ruang kelas ini terlihat sangat tegang, semua siswa fokus pada pelajaran, tidak ada satupun siswa yang nyinyir. Mereka telah difokuskan untuk ujian kelulusan. Selamat bertahun-tahun anak-anak SMA Unggulan selalu menjadi lulusan terbaik seantero Jakarta.
__ADS_1
Abas dan Hanafi menjadi sangat terkesan. Mereka teringat saat-saat perjuangan mereka untuk naik kelas tahfiz, sama seperti ini. Semua anak fokus dengan hafalannya.
Pelajaran hari ini adalah Fisika. Mereka belajar tentang bab efek rumah kaca. Dimana mereka diharuskan untuk memahami tentang radiasi panas.
"Oke Class! Kita akan test kemampuan anak baru, katanya kamu pindahan dari pondok pesantren tapi apa bisa mengikuti pelajaran saya?" tanya guru Fisikanya seolah meremehkan Abas dan Hanafi.
"Siapa di sini murid yang baru pindah? Ayo angkat tangan!" Mata sang guru mengabsen setiap sudut ruang kelas.
Dengan sedikit ragu Abas dan Hanafi mengangkat tangannya.
"Oh kalian! Coba kamu yang badannya lebih tinggi, siapa namamu?" Menatap ke arah Abas dan Hanafi.
"Saya Muhammad Abas, Pak. Biasa di panggil Abas." Abas menganggukkan kepalanya tanda hormat.
"Oke kamu coba jelaskan kenapa sinar infra merah bisa disebut sebagai gelombang panas?!" Tersenyum menatap Abas.
Dengan santai Abas melalap habis pertanyaan sang guru Fisika.
"Sinar infra merah memiliki panjang gelombang antara 760 nm sampai 1000 µm dan frekuensi 30 GHz sampai 40.000 GHz. Well, kita semua sama-sama tahu bahwa benda panas akibat getaran atomik dan molekuler dianggap memancarkan gelombang panas dalam bentuk sinar inframerah. Makanya, sinar inframerah sering disebut dengan radiasi panas." Abas mengakhiri penjelasannya.
Seisi kelas menatap terpana pada Abas termasuk sang guru. Pasalnya apa yang dia tanyakan belum pernah ia jelaskan pada siswa yang lain, dan ini adalah materi yang akan mereka pelajari nanti. Disini nampak jelas jika Abas adalah pelajar yang cerdas dan tidak bisa diremehkan.
"Jenius! Very Perfect. Silahkan duduk, saya sangat terkesan denganmu Abas." Sang guru tersenyum bangga dengan tulus kali ini.
Mendengar guru Fisika mereka yang sangat jarang memuji siswanya tentu saja membuat seisi kelas tidak boleh meremehkan kemampuan anak pondok yang baru masuk ke kelas mereka. Tentu saja hal ini membuat Rangga dan Dimas ketir. Pasalnya mereka adalah murid terpandai diangkatanya.
"Oke karena sebentar lagi jam istirahat kedua sekalian waktunya kalian ishoma, maka kita break lebih cepat kali ini, nanti di jam berikutnya kita akan melakukan kerja tugas berkelompok. Sekarang kalian boleh bubar." Sang guru meninggalkan ruang kelas.
Semua tampak riuh, sebagian anak-anak mulai kepo dengan Abas dan Hanafi, terutama kaaum hawa yang ada di kelas mereka.
"Bas kita boleh kenalan dong?" tanya Riska sambil mengulurkan tangannya. Dia salah satu anak buah Gladis yang sekelas dengan Rangga dan Dimas. Dia terkenal sebagai penakluk kaum adam dengan pesona kecantikan dan kemolekan tubuhnya. Banyak siswa laki-laki yang antri untuk sekedar menjabat tangannya.
Abas hanya menunduk, dan menangkupkan kedua tangannya di depan dada, ia tidak menyambut uluran tangan Riska. Tentu saja hal ini membuat Riska tersinggung.
"Dasar cowok kampungan, tidak tahu terimakasih. Asal loe tahu ya, satu sekolahan di sini antri untuk dapat salaman dengan gue, nah loe yang dapat kesempatan langka malah menolak kelembutan sentuhan gue. Awas aja loe, gue akan buat loe memelas untuk menyentuh tubuh gue." Riska berlalu dengan mendorong meja Abas dengan kakinya.
*astagfirullah haladzim, yaa Allah kuat kan lah hamba, jauhkan hamba dari segala hal yang akan membuat hamba berdosa.*
Abas mengusap wajah dan dadanya bergantian, kemudian ia mengajak Hanafi untuk menuju ke mushala, karena sebentar lagi akan masuk waktu zuhur.
*****
Kelas Fatim juga sudah keluar untuk beristirahat. Mereka akan menuju kantin yang ada di luar sekolah untuk makan siang, dan setelah makan keduanya baru memutuskan untuk salat zuhur ke mushala.
Sepanjang jalan menuju warung di depan sekolah Fatim dan Yati tampak ceria, keduanya bergandengan tangan sambil bercerita. Jalan menuju warung melewati mushala.
Dari kejauhan Abas memperhatikan satu-satunya gadis yang berhijab di SMA Unggulan. Tentu saja hal ini membuat Abas maupun Hanafi penasaran dan ingin tahu lebih banyak tentang gadis berhijab itu.
"Fi!" sapa Abas.
"Iya, Bas. Kenapa?" Hanafi menatap sahabatnya dengan tersenyum.
"Kamu lihat kearah sana!" Abas menunjuk kearah jalan yang ada di depan mereka.
"Iya, kenapa?" Hanafi semakin penasaran.
"Akhirnya kita menemukan satu bidadari di sekolah ini. Lihatlah ada seorang siswi yang berhijab." Abas tersenyum senang.
"Iya kamu benar, Bas. Alhamdulillah akhirnya ada juga yang bisa membuat mata kita selamat." Hanafi mengusap dadanya.
Ketika gadia berhijab itu semakin dekat seketika jantung Abas berpacu semakin kencang melebihi batas normal. Desiran-desiran halus menggelitik rongga hatinya. Perasaanya bercampur aduk antara senang dan haru, namun ada juga rasa khawatir.
*Yaa Allah, gadis itu? Benarkah dia bidadari tak bersayapku? Benarkah itu Fatim? Kenapa jantungku berdetak kuat sekali? Bagaimana jika dia tahu aku pindah kemari? Apa yang akan dia katakan? Yaa Allah terlalu banyak pertanyaan yang memenuhi rongga hatiku. Fatim akhirnya aku bisa mengenalmu lebih dekat, tapi perjodohan itu? Yaa Allah ....*
Bagaimana petemuan mereka, tunggu di next episode bye. ....
__ADS_1
Sebelumnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya pada readers semua atas keterlambatan saya untuk UP, karena kesibukan saya di RL sungguh menyita waktu. Sekali lagi terimakasih karena kaliam telah setia membaca novel remahanmku. Semoga kalian semua selalu sehat dan bahagia.
Bersambung.....🌹
Terimakasih sudah membaca!
Sambil menunggu novelku yang ini terbit, baca juga yuk novel ku Nyanyian Takdir Aisyah.
Dan Novel Author lain yang tak kalah menarik.
Fit Tree Fitri.
Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa
Mengejar Cinta Ariel
Tabib Cantik Bulan Purnama
*Ergina Putri
Melawan Rasa Takutku
Putri Asisten Pribadiku
* Putri Tanjung
OB Kerudung Biru
Ceo dingin dan Gadis Kampung
*Envy Yo Wesben.
My Princess OG.
* Karlina Sulaiman
Ceo Somplak
*Laura V
Sang Pengoda
*Bintun Arief
Keteguhan Hati
*Novi Wu
Bos Come Here Please!
*Ricky Wijaksono
Api Dibumi Majapahit
*Samar
Cinta Di antara Dendam
* Syala Yaya
Istri kedua tuan Krisna
* Cherin Kauma
l Love My Army Wife
__ADS_1
*Oktavia Tresiani
Pacarku Hantu