Cinta Bersemi Diujung Musim

Cinta Bersemi Diujung Musim
DOA UNTUK FATIM


__ADS_3

Assalamualaikum readers lover semua, terimakasih sudah membaca karyaku, jangan lupa tinggalkan like, komen, vote, dan tip kalian buatku, karena itu akan membuatku semakin semangat untuk terus menulis. Semoga kalian selalu sehat dan murah rezekinya, aamiin. Selamat Membaca!


#RUMAH SAKIT PELITA HARAPAN #


Dengan cepat Yati bersiap untuk berangkat kerumah sakit. Setelah siap Keluarga Yati berangkat dengan motor yang biasa dipakai ayahnya untuk bekerja, mereka berbonceng tiga karena ayah Yati tidak mau membuat rusuh tetangganya.


Disepanjang jalan menuju rumah sakit Yati tak hentinya berdoa agar Fatim dapat diselamatkan.


"Fren kamu harus bertahan untuk aku dan orang-orang yang mencintaimu," gumam Yati.


#Rumah Sakit#


Kini Yati dan kedua orangtuanya sudah sampai dirumah sakit, merasa tak sabar ia segera berlari meninggalkan kedua orangtuanya.


"Ndokkk! Tunggu ibu sama bapak!" teriak ibu Yati.


Mendengar teriakan ibunya Yati segera berhenti.


"Maaf Bu," ucap Yati.


Kedua orangtua Yati segera bergegas mendekati putrinya.


"kamu kok mau ninggalin ibu sama bapak sih, dah tahu kami ini nggak tahu jalan," ucap ibu mengomeli Yati.


"Iya bu maaf, habisnya Yati nggak sabar mau ketemu Fatim," ucap Yati memelas.


"Yo wes sekarang kita jalan," ucap bapak Yati.


Mereka bertiga pun segera berjalan menyusuri koridor rumah sakit, karena masih awam dengan suasana rumah sakit, Yati menuju keruang informasi.


"Maaf Sus, kalau pasien atas nama Fatimah Ananbra, diruangan mana ya?" tanya Yati.


"Sebentar ya Dek, saya cek dulu." Membuka file.


"Oh ini pasien sedang berada diruang operasi saat ini, nanti akan dipindahkan ke ruang ICU." Menatap Yati sambil tersenyum.


"Eh iya, makasih Sus." Mengajak kedua orangtuanya menuju ruang operasi.


Wajah Yati sangat sedih, dia terbayang senyum dan lambainan tangan terakhir Fatim malam itu.


Setelah beberapa kali mengikuti jalan luris dan berkelok, kini Yati dan kedua orangtuanya sampai didepan ruangan operasi.


Didepan ruang operasi sangat ramai dengan orang-orang yang sedang menunggu Fatim dioperasi. Kehadiran Yati disambut dengan pelukan oleh Nadya, linangan air mata keduanya tak bisa dibendung.


"Doakan Fatim ya sayang, kasihan putriku." Memeluk Yati.


"Iya Tan, aku juga selalu mendoakan Fatim, saat dia sakit akupun merasa sakit Tan," ucap Yati menangis sesegukan.


"Sekarang kita hanya bisa pasrahkan semuanya pada Allah," ucap Nadya.


#Sementara itu di Bandung#


Rahmat sudah dari tadi mondar mandir didepan pintu rumahnya. Menunggu kepulangan para santrinya yang seharusnya sudah sampai sekitar jam 9 malam tadi. Sedangankan sekarang sudah jam 11 malam.


" Abi ... kenapa masih mondar-mandir didepan pintu, seperti setrikaan aja," ucap Maryam istrinya.


"Iya Abi gelisah, karena tidak biasanya mereka pulang terlambat, Abi khawatir takut terjadi sesuatu pada mereka," ucap Rahmat.


Sedang bercakap dengan istrinya, sebuah mobil memasuki area pesantren.


"Nah itu mereka Bi, alhamdulillah semoga mereka panjang umur dan selalu disehatkan," ucap Maryam.


"Alhamdulillah ya Allah, akhirnya mereka datang juga," ucap Rahmat.


"Baiklah Umi ... Abi akan menemui mereka. Umi masuk saja dulu, assalamualaikum," ucap Rahmat.


"Waalaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh, iya Abi." Melihat kepergian suaminya.


Dengan cepat Rahmat berjalan menghampiri para santrinya.


"Assalamualaikum Ustad," ucap mereka hampir bersamaan melihat kedatangan Rahmat.


"Waalaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh," jawab Rahmat.


"Alhamdulillah kalian sudah sampai, tapi kenapa kalian lama sekali, lalu dimana Abas?" tanya Rahmat.


"Begini Pak Ustad, kami terlambat karena kami tidak diizinkan melintas karena ada kasus kecelakaan, lalu kami turun dan ikut membantu mencari korban. Dan korbannya itu temannya Abas, kalau nggak salah namanya Fatim," ucap Hanafi menjelaskan.


Jantung Rahmat seakan berdenyar mendengar nama Fatim yang disebut oleh Hanafi.


"Lalu Abas mana?"


"Abas langsung ke masjid Pak Usatad, dia mau sholat hajad untuk mendoakan sahabatnya itu," ucap Rizal.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu, kalian semua bunyikan alarm, kumpulkan semua santriwan dan santriwati kita sholat hajad bersama. Tunggu usatad di masjid." Berlalu meninggalkan santri-santrinya menuju kerumah.


"Han ... sepertinya pak Ustad mengenal sahabatnya Abas," ucap Rizal.


"Entahlah tapi sudah sewajarnya kita mendoakan gadis itu, mengingat dia gadis yang sholehah," ucap hanafi.


Akhirnya mereka bergegas membuat pengumuman untuk mengumpulkan para santri dimasjid untuk sholat hajad bersama.


"Kediaman Rahmat#


Mendengar penjelasan dari para santrinya dengan cepat Rahmat menuju kerumahnya, ia bermaksud menelpon Nadya untuk memastikannya.


"Assalamualaikum, Umi tolong ambilkan Hp Abi ya!


Mendengar permintaan suaminya dengan cepat Maryam segera kekamar mereka, dan mengambil Hp Rahmat yang diletakkan diatas nakas disamping tempat tidur mereka.


"Ini Bi Hp nya, kalau boleh tahu Abi mau menelpon siapa malam-malam begini?" tanya Maryam.


"Nadya Mi, menurut para santri anaknya mengalami kecelakaan, dan Abi mau memastikannya," ucap Rahmat.


"Innalillahi wainnalillahi rojiun, cepat Bi kasihan Nadya." Memegang dadanya merasa khawatir.


Dengan segera Rahmat menelpon Nadya.


"Tut ... tut ...."


Setelah beberapa kali baru lah telepon diangkat.


"Assalamualaikum Nadya, apa benar berita yang aku dengar, Fatim?"


"Iya Mat, Fatimku ...." Terisak.


Nadya tak dapat melanjutkan ucapannya karena sudah sesegukan menangis kembali.


"Kamu yang sabar ya, serahkan semuanya pada Allah, hal ini sudah dijelaskan dalam agama kita," ucap Rahmat.


" Seperti yang dijelaskan oleh Majdi As-Sayyid Ibrahim dalam sabar menghadapi cobaan berikut,"


عَنْ أُمِّ العَلاَءِ قَالَتْ : عَادَنِيْ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا مَرِيْضَةً، فَقَالَ : اَبْشِرِىْ يَا أُمِّ العَلاَءِ، فَإِنِّ مَرَضَ المُسْلِمِ يُذْ هِِبُ اللَّهُ بِهِ خَطَايَاهُ كَمَا تُذْ هِبُ النَّارُ خَببَثَ الذَّهَبِ وَالفِضَّةِ


"Dari Ummu Al-Ala’, dia berkata :”Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjenguk-ku tatkala aku sedang sakit, lalu beliau berkata. ‘Gembirakanlah wahai Ummu Al-Ala’. Sesungguhnya sakitnya orang Muslim itu membuat Allah menghilangkan kesalahan-kesalahan, sebagaimana api yang menghilangkan kotoran emas dan perak”. [1]


Wahai Ukhti Mukminah ! Sudah barang tentu engkau akan menghadapi cobaan di dalam kehidupan dunia ini. Boleh jadi cobaan itu menimpa langsung pada dirimu atau suamimu atau anakmu ataupun anggota keluarga yang lain. Tetapi justru disitulah akan tampak kadar imanmu. Allah menurunkan cobaan kepadamu, agar Dia bisa menguji imanmu, apakah engkau akan sabar ataukah engkau akan marah-marah, dan adakah engkau ridha terhadap takdir Allah ?


Selagi engkau memperhatikan kandungan Kitab Allah, tentu engkau akan mendapatkan bahwa yang bisa mengambil manfaat dari ayat-ayat dan mengambil nasihat darinya adalah orang-orang yang sabar, sebagaimana firman Allah.


وَمِنْ آيَاتِهِ الْجَوَارِ فِي الْبَحْرِ كَالْأَعْلَامِ إِن يَشَأْ يُسْكِنِ الرِّيحَ فَيَظْلَلْنَ رَوَاكِدَ عَلَىٰ ظَهْرِهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ


"Dan, di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah kapal-kapal (yang berlayar) di laut seperti gunung-gunung. Jikalau Dia menghendaki, Dia akan menenangkan angin, maka jadilah kapal-kapal itu terhenti di permukaan laut. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan) -Nya bagi setiap orang yang bersabar dan banyak bersyukur”. [Asy-Syura : 32-33]


Engkau juga akan mendapatkan bahwa Allah memuji orang-orang yang sabar dan menyanjung mereka. Firman-Nya.


وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ


"Dan, orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan, mereka itulah orang-orang yang benar (imannya), dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa”. [Al-Baqarah : 177]


Engkau juga akan tahu bahwa orang yang sabar adalah orang-orang yang dicintai Allah, sebagaimana firman-Nya.


وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ


"Dan, Allah mencintai orang-orang yang sabar”. [Ali Imran : 146]


Engkau juga akan mendapatkan bahwa Allah memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan balasan yang lebih baik daripada amalnya dan melipat gandakannya tanpa terhitung. Firman-Nya.


وَلَنَجْزِيَنَّ الَّذِينَ صَبَرُوا أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ


"Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”. [Az-Zumar : 10]


Bahkan engkau akan mengetahui bahwa keberuntungan pada hari kiamat dan keselamatan dari neraka akan mejadi milik orang-orang yang sabar. Firman Allah.


وَالْمَلَائِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِم مِّن كُلِّ بَابٍ سَلَامٌ عَلَيْكُم بِمَا صَبَرْتُمْ ۚ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ


"Sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu, (sambil mengucapkan) :’Salamun ‘alaikum bima shabartum’. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu” [Ar-Ra’d : 23-24]


Benar. Semua ini merupakan balasan bagi orang-orang yang sabar dalam menghadapi cobaan. Lalu kenapa tidak ? Sedangkan orang mukmin selalu dalam keadaan yang baik ?.


Dari Shuhaib Radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik. Apabila mendapat kelapangan, maka dia bersyukur dan itu kebaikan baginya. Dan, bila ditimpa kesempitan, maka dia bersabar, dan itu kebaikan baginya”. [2]


Engkau harus tahu bahwa Allah mengujimu menurut bobot iman yang engkau miliki. Apabila bobot imanmu berat, Allah akan memberikan cobaan yang lebih keras. Apabila ada kelemahan dalam agamamu, maka cobaan yang diberikan kepadamu juga lebih ringan. Perhatikalah riwayat ini.


"Dari Sa’id bin Abi Waqqash Radhiyallahu anhu, dia berkata. ‘Aku pernah bertanya : Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling keras cobaannya ?. Beliau menjawab. Para nabi, kemudian orang pilihan dan orang pilihan lagi. Maka seseorang akan diuji menurut agamanya.


Apabila agamanya merupakan (agama) yang kuat, maka cobaannya juga berat. Dan, apabila di dalam agamanya ada kelemahan, maka dia akan diuji menurut agamanya. Tidaklah cobaan menyusahkan seorang hamba sehingga ia meninggalkannya berjalan di atas bumi dan tidak ada satu kesalahan pun pada dirinya”.[3]

__ADS_1


Dari Abu Sa’id Al-Khudry Radhiyallahu anhu, dia berkata. ‘Aku memasuki tempat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan beliau sedang demam. Lalu kuletakkan tanganku di badan beliau.


Maka aku merasakan panas ditanganku di atas selimut. Lalu aku berkata.’Wahai Rasulullah, alangkah kerasnya sakit ini pada dirimi’. Beliau berkata :’Begitulah kami (para nabi). Cobaan dilipatkan kepada kami dan pahala juga ditingkatkan bagi kami’. Aku bertanya.’Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berat cobaannya ?. Beliau menjawab. ‘Para nabi. Aku bertanya. ‘Wahai Rasulullah, kemudian siapa lagi?. Beliau menjawab.’Kemudian orang-orang shalih.


Apabila salah seorang di antara mereka diuji dengan kemiskinan, sampai-sampai salah seorang diantara mereka tidak mendapatkan kecuali (tambalan) mantel yang dia himpun. Dan, apabila salah seorang diantara mereka sungguh merasa senang karena cobaan, sebagaimana salah seorang diantara kamu yang senang karena kemewahan”. [4]


Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata. “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Cobaan tetap akan menimpa atas diri orang mukmin dan mukminah, anak dan juga hartanya, sehingga dia bersua Allah dan pada dirinya tidak ada lagi satu kesalahanpun”. [5]


Ukhti Muslimah ! Selanjutnya perhatikan perkataan Ibnu Abdi Rabbah Al-Andalusy :


“Asy-Syaibany pernah berkata.’Temanku pernah memberitahukan kepadaku seraya berkata.’Syuraih mendengar tatkala aku mengeluhkan kesedihanku kepada seorang teman. Maka dia memegang tanganku seraya berkata.’Wahai anak saudaraku, janganlah engkau mengeluh kepada selain Allah. Karena orang yang engkau keluhi itu tidak lepas dari kedudukannya sebagai teman atau lawan.


Kalau dia seorang teman, berarti engkau berduka dan tidak bisa memberimu manfaat. Kalau dia seorang lawan, maka dia akan bergembira karena deritamu.


Lihatlah salah satu mataku ini,’sambil menunjuk ke arah matanya’, demi Allah, dengan mata ini aku tidak pernah bisa melihat seorangpun, tidak pula teman sejak lima tahun yang lalu. Namun aku tidak pernah memberitahukannya kepada seseorang hingga detik ini.


Tidakkah engkau mendengar perkataan seorang hamba yang shalih (Yusuf) :”Sesungguhnya hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku”. Maka jadikanlah Allah sebagai tempatmu mengadu tatkala ada musibah yang menimpamu.


Sesungguhnya Dia adalah penanggung jawab yang paling mulia dan yang paling dekat untuk dimintai do’a”. [Al-Aqdud-Farid, 2/282].


"Bersabar lah Nadya, sekarang kami akan sholat hajad bersama seluruh santri, kami akan mohonkan doa kesembuhan putrimu Fatimah Ananbra," ucap Rahmat menguatkan Nadya.


"Aamiin Yaa Mujibas Saailiin," ucap Nadya yang artinya Adalah “ Kabulkanlah doa kami, wahai Dzat (Allah SWT) Yang Maha Mengabulkan para peminta (orang-orang yang berdoa) ” atau “ Terimalah doa kami, Wahai engkau Tuhan yang mengabulkan segala permintaan orang yang meminta.”.


Bersambung.....


Terimakasih sudah membaca.


Sambil menunggu novelku yang ini terbit, baca juga yuk novel ku Nyanyian Takdir Aisyah.


Dan Novel Author lain yang tak kalah menarik :


*Fit three fitri


- Cinta Untuk Dokter Nisa


-Arsitek Cantik


-Mengejar Cinta Ariel


*Almaira


- My Secret Wife


-My Love My Babysitter


*Putri Tanjung


-OB kerudung Biru


*Sohibul Ikhsan


-Putih Abu Abu


- Kembar Tidak Identik


*Sudrun


-Samudra


-Penjelajah Malam


*Ergina Putri


-My Love Is Only For You


-Melawan Rasa Takutku


*Envy YoWes Ben


MY Princes OG


*Sisca Nasty


-Mafia In Love


*CindyElvira


-Ketika Muslimah Jatuh Cinta


-Tulang Rusukku AZahara


*Karlina Sulaiman

__ADS_1


-Mencintaimu Dalam Diam


__ADS_2