Cinta Bersemi Diujung Musim

Cinta Bersemi Diujung Musim
ULANGAN DADAKAN


__ADS_3

🌹Assalamualaikum readers lover semua, terimakasih sudah membuka chapter ini , jangan lupa like dan komennya karena itu akan membuatku semakin semangat untuk terus menulis. Semoga kalian selalu sehat dan murah rezekinya, aamiin.🌹


Selamat Membaca!


Kantin ....


Seketika jiwa jahil Fatim meredup, baru saja ia mau menjahili Yati udah dapat Warning nggak boleh, tapi anehnya jiwa Fatim nggak membantah. Dengan cepat ia berjalan menghampiri Yati.


"Loe masih mau di sini apa mau ikut gue masuk kelas?" tanya Fatim di telinga sahabatnya.


"Eh kelas eh bukan, anu-anu." Yati menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Loe panuan? Ana anu ... ana anu. Buruan bentar lagi bel! Kalau masih betah di mari ya udah gue tinggal." Fatim segera pergi, dia sengaja membiarkan sahabatnya itu tertinggal karena kalau tidak begitu pasti akan ada ocehan lain dari sang sahabat yang membuat mereka akan tertinggal lebih lama.


"Frennnn! Tunggu in gue!" teriak Yati sambil berlari mengejar Fatim.


Kini mereka berempat sudah memasuki gerbang sekolah, mereka tak menyadari ada empat pasang mata yang menatap geram akan kebersamaan mereka.


"Gue nggak bisa biarin tuh anak baru, 'liat aja kelakuannya makin ngelunjak, berani-beraninya dia jalan bareng Fatim, gue aja susah bisa jalan bareng tuh cewek." Rangga menatap Keempatnya dengan kesal.


"Gue juga nggak suka sama tuh anak baru, kelihatannya aja kalem sok jaim. Lah nyatanya mau ngegebet si Fatim." Dimas ikut menimpali.


"Mending sekarang kita balik ke kelas dulu, nanti pulang sekolah kita kasih pelajaran tambahan tuh anak." Rangga beranjak dari duduknya dan menepuk pundak Dimas untuk mengikutinya kembali ke kelas.


*****


Kelas 10 IPA 1....


Fatim dan Yati telah sampai di kelas, keduanya sudah duduk dengan rapi menantikan bu Chery yang akan memberikan pelajaran matematika kali ini.


"Fren, tugas loe udah beres kan?" tanya Fatim pada sahabatnya.


"Sudah dong, 'kan loe yang bantuin gue." Yati nyengir kuda.


"Ya udah berarti kita aman sekarang." Fatim mengeluarkan buku pelajarannya.


"Ehmm teman gue perhatian banget bener-bener salut gue buat gue gemesss." Yati mencubit pipi Fatim saking gemesnya.


"Loe yang bener dong Fren, gemes ya gemes tapi jangan pipi gue yang lembut ini loe remes, sakit tahu!" rutuk Fatim kesal pada sahabatnya.


Yati hanya tertawa ia tidak memperdulikan sahabatnya yang kesal dengan santai ia duduk dan ikut mengeluarkan bukunya.


Berselang beberapa menit guru yang terkenal sanggar seantero Unggulan pun datang. Namun kesanggarannya tidak berlaku buat Fatim seorang. Dengan tersenyum manis bu Chery mendekatinya.


"Fatim!" sapa bu Chery selembut es krim karamel.


"Ya, Bu!" jawab Fatim singkat.


"Ibu titip ini ya." Bu Chery mengeluarkan sebuah kado berukuran kecil dengan sampul love berwarna unggu sesuai warna kesukaan sang guru kemudian menyerahkannya pasa Fatim.


"Iya Bu, siap!" jawab Fatim dengan tersenyum manis.


Sang guru membalas senyum Fatim dengan menampilkan senyum yang tak kalah manis dari Fatim yang membuat seorang Yati semakin kepo.


*Ilmu apa ya yang Fren gue pake? sang singa bisa tersenyum manis banget.Batin Yati.*


Setelah sang guru kembali baru lah Yati berani untuk bertanya pada sang sahabat.


"Fren! Bu Cher nitip kado buat siapa? Loe kan masih lama ultahnya?" tanya Yati memulai kekepoannya.


"Rahasia!" jawab Fatim singkat tanpa menoleh pada sahabatnya.


"Ihhh kesel deh, loe buat hasrat ingin tahu gue ngegantung." Yati cemberut.

__ADS_1


Sementara Fatim tersenyum pada sahabatnya itu, baru saja ia ingin menjahili sahabtnya sang guru sudah memulai ceramahnya di depan kelas yang membuat Fatim urung melakukannya dan mulai fokus untuk belajar.


*****


Sementara itu di kelas 12 IPA 1 suasana tampak kembali tegang, pasalnya tanpa di duga mereka ulangan dadakan lima mata pelajaran sekaligus. Hal ini terjadi karena sang guru kelas merasa kesal, hampir semua nilai anak-anak di kelas ini bagus semua dan menurut rekan-rekan guru 00nilainya tidak murni alias dari hasil contekan.


Hanya dengan ulangan dadakan beginilah ia akan memastikan kebenarannya.


"Oke silahkan semua kerjakan soalnya, saya akam standbye disini." Sang guru menghempaskan pantatnya di kursi dengan sedikit kasar.


Semua berbisik-bisik rusuh, ada yang kesal merutuk, ada yang santai dan biasa saja, ada yang diam tanpa ekpresi. Begitu juga dengan Abas dan Hanafi, keduanya hanya diam dan mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh guru mereka.


Kini dua jam pelajaran terakhir akan mereka habiskan dengan berkutat dengan soal-soal saja.


Tak terasa dua jam telah berakhir, bel panjang pun sudah berbunyi yang menandakan mereka akan segera pulang. Namun semua masih sibuk dengan soal mereka yang masih belum selesai semua.


"Oke sepertinya waktu dua jam tidak cukup untuk kalian, maka saya akan kasih tambahan waktu tiga puluh menit lagi. Setelah itu harus dikumpulkan semua, apapun hasilnya." ucap wali kelas mereka dengan santai.


"Tapi Bu, apa ini tidak berlebihan menunda waktu pulang kami?" ucap salah satu siswa yang merasa dirugikan waktu pulang mereka akan tertunda selama setengah jam kedepan.


"Saya rasa tidak ada keberatan selain kamu." Wali kelas itu menyapu seisi ruangan dengan tatapan mematikan.


Semua kembali diam dan tenang, tak ada yang berani melawan tatapan tajam sang guru kelas.


****


Semua kelas sudah bubar, hanya tinggal kelas 12 IPA 1 yang belum pulang. Fatim dan Yati sudah berjalan menuju gerbang sekolah sampai ia teringat kalau pak Amrul menyuruhnya untuk menunggu di mushala.


"Fren, maaf ya sepertinya gue belum pulang deh. Gue lupa kalau tadi pak Amrul ngajakin ketemuan di mushala. Loe pulang duluan nggak apa-apa 'kan?" tanya Fatim pada sahabatnya.


"Iya nggak apa-apa kok, tapi nanti loe ke My Cafe kan? Loe udah lama nggak kerja takutnya nanti loe di pecat, 'kan gue jadi nggak punya tebengan lagi." Yati memainkan bibirnya seperti orang yang penuh keraguan.


"Ya elah Fren, gue pasti pegi lah. Loe nggak usah khawatir. Kak Wawan nggak akan mecatin gue, 'kan calon bini nya temen gue, masa loe nggak mau nolongin sahabat loe ini." Fatim berseloroh yang membuat sebuah senyum samar tercipta di wajah sang sahabat.


"Cieee yang memerah." Ledek Fatim yang membuat Yati semakin merasa malu.


"Apaan sih loe Fren." Yati berusaha mengelak.


Sedang bercanda ponsel Fatim segera berdering. Dengan cepat ia mengangkatnya.


"Iya, halo! Kenapa Kak?" tanya Fatim sambil menutup ponselnya dengan tangan dan melihat pada Yati sambil mulutnya menyebut kata Wawan tanpa suara.


"Apa kalian sudah pulang sekolah?" tanya Wawan.


"Iya Kak, kamu sudah pulang. Sekarang udah nunggu di depan gerbang. Kenapa?" tanya Fatim.


"Tadi Mamamu telpon, katanya pak Amat tidak bisa jemput makanya nyuruh kakak yang jemput. Kakak bentar lagi sampai ini," jelas Wawan.


"Iya Kak, kita tunggu ya. Hati-hati di jalan." Fatim dan Wawan mengakhiri panggilannya.


"Kenapa Fren?" tanya Yati setelah Fatim memasukkan ponselnya ke saku bajunya.


"Loe siap-siap aja bentar lagi pangeran loe datang. Tolong bilang nanti gue belum pulang karena masih rapat dengan pak guru agama kita ya. Loe gue tinggal soalnya ini pak Amrul udah nunggu in." Fatim menepuk lembut pundak sahabatnya.


Akhirnya Fatim berjalan meninggalkan sahabatnya, setelah ia melihat mobil kak Wawan mulai memasuki halaman sekolah. Ia segera berlari menuju mushala, sampai di ujung koridor mushala ia melihat ada anak-anak lain yang bukan murid sekolah mereka dengan pakaian bebas, seperti sedang menunggu seseorang.


Siapa mereka? Tunggu di next episode!


Maafkan aku yang lama up nya, aku masih banyak tugas sekolah. Doakan saja semoga tugasku cepat selsai ya.


Bersambung.....🌹


Terimakasih sudah membaca!

__ADS_1


Sambil menunggu novelku yang ini terbit, baca juga yuk novel ku Nyanyian Takdir Aisyah.


Dan Novel Author lain yang tak kalah menarik.


Fit Tree Fitri.


Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa


Mengejar Cinta Ariel


Tabib Cantik Bulan Purnama


*Ergina Putri


Melawan Rasa Takutku


Putri Asisten Pribadiku


* Putri Tanjung


OB Kerudung Biru


Ceo dingin dan Gadis Kampung


*Envy Yo Wesben.


My Princess OG.


* Karlina Sulaiman


Ceo Somplak


*Laura V


Sang Pengoda


*Bintun Arief


Keteguhan Hati


*Novi Wu


Bos Come Here Please!


*Ricky Wijaksono


Api Dibumi Majapahit


*Samar


Cinta Di antara Dendam


* Syala Yaya


Istri kedua tuan Krisna


* Cherin Kauma


l Love My Army Wife


*Oktavia Tresiani


Pacarku Hantu

__ADS_1


__ADS_2