
🌹Assalamualaikum readers lover semua, terimakasih sudah membaca karyaku, jangan lupa tinggalkan like, komen, vote, dan tip kalian buatku, karena itu akan membuatku semakin semangat untuk terus menulis. Semoga kalian selalu sehat dan murah rezekinya, aamiin. Selamat Membaca!🌹
🌹 Masjid 🌹
"Assalamualaikum."
"Waalaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh, kenapa Salman?"
"Ana menyampaikan pesan pak Ustad Rahmat agar Kak Abas segera pulang kerumah."
Semua mata tertuju pada Abas, dan yang ditatappun menghela nafas besar.
"Ana permisi semuanya, assalamualaikum."
Semua menjawab salam Abas, dan mengiringi kepergiannya dengan untaian doa semoga Abas tidak dijodohkan dengan Sahidah karena mereka tahu Abas menyukai Fatim, gadis berhati malaikat.
🌹 Kediaman Abas🌹
Dengan perasaan yang tidak menentu Abas berjalan pulang menuju kerumahnya. Hanya butuh waktu kurang lebih sepuluh menit Abas sudah sampai. Dan seperti biasa ia akan memberikan saat masuk.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumussalam warohmatullahi wabatokatuh," jawab semuanya hampir bersamaan.
"Masuk Nak, duduk sini." Rahmat menepuk kursi kosong disebelahnya.
Abaspun segera masuk, dan tak lupa menyalami Komar, tamu kedua orangtuanya.
"Apa ini Abas?" tanya Komar sambil tersenyum.
"Iya ini Abas, putra kami." Sedikit menggeser posisi duduknya karena Abas duduk didekat Rahmat.
"Tampan," puji Komar." Persis seperti yang putriku ceritakan." Memasang senyum termanisnya.
"Maaf Abi kalau boleh tahu kenapa Abi memanggil saya?" Melihat kearah Rahmat.
"Tidak apa-apa, pak Komar hanya ingin melihat wajahmu, tadinya ia bermaksud menjodohkanmu dengan putrinya Sahidah, namun Abi menolaknya lantaran kamu sudah dijodohkan." terang Rahmat.
"Aku terserah abi dan umi saja, kalau baik menurut abi inshaa Allah akan baik juga untuk saya." Menundukkan kepalanya.
*Ya Allah, salahkah aku jika punya pilihan sendiri tetapi aku tidak berani mengatakannya pada abi dan umi, aku takut mereka kecewa. Dan aku ... akan jadi anak durhaka yang tidak bisa membalas kasih sayang mereka selama ini, apa yang harus aku lakukan?*
"Subhanallah ternyata nak Abas ini sangat patuh pada kedua orangtuanya, saya semakin suka sama nak Abas andai kami masih diberi kesempatan." Khayalan Komarpun melayang.
"Pak Komar, sudahlah jangan berandai-andai sekarang sudah siang sebaiknya kita makan siang dulu, istri saya sudah menyiapkannya." Beranjak dari tempat duduknya.
"Iya pak Ustad, baiklah." Mengikuti ustad Rahmat dari belakang.
"Nak Abas tidak ikut?"
"Inshaa Allah, ikut Pak." Beranjak juga dari kursinya.
Kini mereka segera menuju dapur untuk makan siang.
🌹Sekolah SMA Unggulan 🌹
Semenjak Fatim masuk rumah sakit, Rangga lebih banyak melamun. Namun Dimas dengan sabar menemaninya. Mau bertanya pada Yati, diapun tidak sekolah hari ini.
Sedang duduk istirahat dibangku taman dibawah pohon beringin yang rindang, datanglah Gladis menyambangi keduanya.
"Hai Ngga! Hai Dim! Ternyata kalian disini ya, gue dah cariin kalian keliling sekolah tahu," ucap Gladis sambil duduk disamping Rangga.
Dengan cepat Rangga mengajak Dimas pergi, merasa terganggu dan risih dengan Gladis.
"Ayo Dim!" Menarik tangan Dimas berdiri hendak pergi. Namun dengan cepat tangannya dipegang oleh Gladis.
"Loh kok pergi sih? Loe harus tetap disini, gue mau ngomong Sam loe, dan ini sangat penting. Ini tentang Si Curut, Fatim." Mendengar nama Fatim Rangga menjadi urung untuk pergi.
"Tahu apa loe soal Fatim, atau jangan-jangan loe yang nyelakain dia?"
"Kok loe nyolot sih, bukan gue lagi. Sekarang udah ketahuan siapa biangnya, dan itu P-U-T-R-A. Bukan gue." Melenggos kesal.
"Apa?! Loe bilang Putra? Kok gue rasanya nggak percaya. Gue pernah dekat sama tuh anak. Kalau nggak ada keperluan atau sesuatu yang menguntungkan dia, maka dia tidak akan bertindak yang aneh-aneh."
"Terserah loe mau percaya atau tidak, tapi yang jelas hari ini semua aset keluraga Putra sudah disita, dan dia juga menghilang bersama seluruh keluarganya," jelas Gladis.
*Apa benar yang dikatakan Gladis kali ini, gue nggak percaya sama nih anak, dia bisa bertindak nekat untuk mendapatkan ambisinya.*
__ADS_1
"Rangga, gue mohon pada loe. Terima cinta gue maka gue nggak akan menganggu siapapun lagi termasuk anak curut itu." Dengan wajah memelas.
"Maaf Dis, gue nggak bisa. Selama loe masih nggak berubah maka gue nggak akan menerima cinta loe."
"Oke gue akan berubah demi loe, please Rangga." Memegang tangan Rangga dan dengan cepat ia mencium bibir Rangga. Yang membuat Rangga memelototkan matanya karena terkejut begitu juga dengan Dimas. Dengan cepat Rangga mendorong tubuh Gladis hingga hampir terjatuh.
"Apa-apaan loe Dis, main sosor aja. Murah amat jadi perempuan."Membersihkan bibirnya dengan saputangan kemudian membuangnya.
Gladis tersenyum senang, hasratnya yang sudah lama tertahan akhirmya bisa dia laksanakan.
"Bibir loe manis Ngga, dan gue berhasil mencuri ciuman pertama loe."Tertawa menang, dan segera meninggalkan keduanya.
"Bro ciuman pertama loe udah kandas ditengah jalan," ledek Dimas.
"Dasar Gladis wanita vampir , bisa menyerang kapan saja, gue jadi ngeri."Masih mengelap bibirnya.
*Uhh sebel dasar gadis sialan, coba aja itu Fatim. Jangankan cuma dicium lebih dari itupun gue mau pake banget. Akhh Fatim, loe membuat gue semakin gila.*
*Gue masih ada harapan untuk memiliki Fatim. Kalau Rangga menjadi memiliki Gladis itu bagus buat gue.*
Sedang asyik dengan lamunanya bel panjang tanda masuk berbunyi yang membuyarkan lamunan keduanya. Dengan cepat keduanya berlari menuju kelas.
🌹Rumah Sakit 🌹
Ketiga sahabat itu mulai terbangun.
"Hoaammmm." Fatim menguap sambil menutup mulutnya. Perlahan matanya terbuka dan itu membuat Fatim berteriak terkejut.
"Astagfirullah halazim, ya Allah Onenggggg loe ya," teriak Fatim keras. Dia sangat terkejut pasalnya saat membuka mata muka Yati sedang menyeringai didepan Fatim dengan gigi yang menghitam karena memakan cokelat.
Yati tertawa dengan keras begitu juga dengan Wawan yang ikut tertawa dengan tingkah lucu pujaan hatinya itu.
Wajah Fatim yang sudah ditekuk semakin kesal, karena kedua sahabatnya itu malah tertawa sampai terpingkal-pingkal.
"Yatiiiii loe kok jahara (jahat) sama gue sih! Siapa yang nggak kaget coba, pas buka mata lihat gigi loe yang horor kayak gitu, kira in tadi vampir tahu." Melempar Yati pakai bantal.
"Habisnya loe nggak bangun-bangun, ini sudah zuhur." Mengambil bantal yang tadi dilempar Fatim.
"Loe lupa apa kalau gue lagi cuti sholat?"
"He ... he ... iya gue lupa, maaf ya." Menangkupkan kedua tangannya didepan dada dengan wajah memelas.
"Apa?"
"Loe harus beliin gue es cream."
"Nggak ada syarat lain apa, kayak mijitin loe atau nyuci baju loe gitu?" tanya Yati dengan wajah memelas.
"Kenapa? Nggak bisa?"
"Loe kan tahu kalau gue ...." Meraba saku celananya.
Fatim menahan senyum, ia sangat bahagia bisa menggoda sahabatnya itu.
"Ya sudah, biar kakak aja yang beli es creamnya, mau rasa apa?"
"Kakak beli aja semua rasa, kalau es cream aku nggak nolak," ucap Fatim.
Dengan malu-malu Yati juga memberikan pendapatnya."Gue juga suka rasa apa saja kalau es cream." Sambil tersenyum.
"Yang nanya in loe siapa? kan Kak Wawan belinya buat gue bukan loe," canda Fatim.
Wajah Yati yang semula gembira, berubah menjadi awan mendung. Dia diam sambil memainkan ujung bajunya.
"Oke Kakak pergi ya, assalamualaikum."
"Waalaikumussalam," jawab Fatim namun Yati tidak menjawab.
"Loe nggak jawab Fren?"
"Nggak," jawab Yati singkat sambil memancungkan bibirnya.
"Jawab salam itu wajib hukumnya."
"Biarin."
"Loe nggak takut dosa?" Yati diam sambil merenung.
__ADS_1
"Kata guru agama gue dulu itu ada penjelasannya dalam adz-dzariat tapi gue lupa ayat berapal, tunggu gue cari.dulu biar nggak asal jawab gue. " Mengambil ponselnya.
"Nah ini penjelasannya ketemu loe dengerin."
Ucapan Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatu merupakan Lafaz agung karena di dalamnya ada kalimat doa. Untuk itu wajib bagi umat Islam yang menerima salam dari Muslim yang lainnya menjawab salam itu.
"Menjawab salam hukumnya wajib mengucapkan salam sunnah." kata Ustaz Adi Hidayat saat menyampaikan kisah Nabi Ibrahim ketika kedatangan tamu pada malam hari seperti dikisahkan surat adz-Dzariyat ayat 24-27.
Ustaz yang akrab disapa UAH itu mengatakan, menjawab salam hukumnya wajib dalilnya ada di Surat An-Nisa ayat 86. "Kalau anda diberi penghormatan dengan salam maka jawab. Kalau bisa dengan lebih sempurna. "Salam," Jawab Walaikumussalam Warohmatullah." kata Ustaz Adi saat menjelaskan arti di dalam Surat An-Nisa ayat 24-27. Dan arti lengkapnya dalam surat itu.
"Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu."
"Masih nggak mau jawab salam?"
"Iya ... iya ... waalaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh."
Fatim dan Wawan tertawa melihat wajah Yati yang lucu karena merasa kesal tidak diberi es cream oleh Fatim.
🌹Bersambung.....🌹
Terimakasih sudah membaca.
Sambil menunggu novelku yang ini terbit, baca juga yuk novel ku Nyanyian Takdir Aisyah.
Dan Novel Author lain yang tak kalah menarik.
Fit Tree Fitri.
Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.
* Almaira My Secret Wife
My Love My Babysitter
* Sohibul Ikhsan. Putih Abu - Abu
Kembar Tidak Identik
*Ergina Putri
Melawan Rasa Takutku
Putri Asisten Pribadiku
* Putri Tanjung
OB Kerudung Biru
* Sudrun
Samudra
Penjelajah Malam
*Envy Yo Wesben.
My Princess OG.
*Cindy Elvira
Ketika Muslimah Jatuh Cinta
* Karlina Sulaiman
Mencintaimu dalam Diam
Kembali
*Laura V
Sang Pengoda
*Bintun Arief
Keteguhan Hati
*Kauma
__ADS_1
I Love My Army Wife