Cinta Bersemi Diujung Musim

Cinta Bersemi Diujung Musim
PESAN ABAS


__ADS_3

🌹Assalamualaikum readers lover semua, terimakasih sudah membuka chapter ini , jangan lupa like dan komennya karena itu akan membuatku semakin semangat untuk terus menulis. Semoga kalian selalu sehat dan murah rezekinya, aamiin.🌹


Selamat Membaca!


Klinik Bersalin ....


"Selamat anda sudah menjadi seorang tante, dan anda sudah menjadi seorang kakek." Perawar itu mengira Fatim adalah adik perempuan dari salah satu pasutri itu, dan pak Amat adalah orangtuanya.


Fatim dan pak Amat saling berpandangan dan tersenyum.


"Alhamdulillah," jawab keduanya serentak dan saling tersenyum.


"Makasih, Mbak!" Fatim menatap pada sang perawat yang juga ikut tersenyum, meski tadi ia sangat kesal pada Fatim.


Wanita yang melahirkan itu dibawa keruang perawatan khusus ibu bersalin dan suaminya segera menemui Fatim dan pak Amat.


"Mbak-Pak, saya mengucapkan banyak terimakasih atas semua bantuannya. Sungguh saya tidak bisa membalas kebaikan anda berdua. Entah bagaimana nanti saya akan mengganti uang yang sudah terpakai." Lelaki itu tersenyum getir.


"Bapak nggak usah khawatir, saya ikhlas membantu keluarga bapak. Anak dan istri bapak sudah selamat itu yang utama dan paling membahagiakan." Fatim membalas senyum getir lelaki itu dengan manis.


"Tapi nanti istri bapak ini yang tak lain adalah ibunya, Mbak. Apa tidak marah?" Lelaki itu menatap penuh tanya.


"Dia bukan anak saya, Nak." Pak Amat segera meluruskan penafsiran lelaki itu yang salah.


"Maksudnya?" Lelaki itu bingung.


"Dia anak majikan saya, saya hanya ...." ucapan pak Amat terputus karena Fatim sudah memutuskannya.


"Dia bapak angkat saya." Fatim tersenyum.


"Masalah semuanya sudah clear, saya ikhlas membantu dan sekali lagi ikhlas artinya saya tidak mengharapkan timbal balik. Kalau pun bapak ngotot mau balikin boleh ... dengan cara berilah penghidupan serta kasih sayang yang baik untuk istri dan anak bapak." Fatim kembali tersenyum manis.


Lelaki itu menangis sambil memeluk pak Amat.


"Yaa Allah, masih ada hambaMu yang berhati seperti malaikat, sungguh saya tidak bisa berkata-kata lagi selain ribuan terimakasih, semoga mbak diberi keberkahan dan limpahan rezeki yang berkah. Berbahagia hidup di dunia dan akhiratnya." Do'a lelaki itu dengan tulus.


"Oke, Pak. Hari sudah semakin larut dan badai juga sepertinya sudah mulai berhenti. Kami mohon pamit dulu ya." Fatim menoleh pada pak Amat untuk mengajaknya segera kembali mobil mereka.


"Tunggu MbaK, Kitakan belum kenalan." Lelaki itu menyodorkan tangannya pada Fatim, namun ia segera menangkupkan kedua tangannya depan dadanya.


"Eh iya, maaf." Lelaki itu kemudian ikut menangkupkan kedua tangannya di depan dada.

__ADS_1


"Saya, Ridho dan istri saya senja."Lelaki itu memperkenalkan dirinya.


"Saya, Fatim." gadis manis itu tersenyum.


"Dan saya Amat, panggil saja pak Amat." lelaki paruh baya itu ikut tersenyum.


"Saya tidak tahu harus bagaimana untuk membalas budi baik mbak Fatim, selain dengan do'a semoga mbak selalu diberi keberkahan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat nanti." Do'a Ridho dengan tulus.


"Aamiin," jawab Fatim kembali tersenyum.


"Oke, pak Ridho. Kami balik dulu, semoga anak dan istri bapak sehat selalu. Dan ini ada sedikit oleh-oleh buat bapak dan keluarga, mohon diterima." Fatim memberikan amplop coklat pada lelaki itu.


Lagi-lagi lelaki itu dibuat terharu oleh perbuatan Fatim. Namun hal itu tidaklah menjadikan ia gadis yang mudah untuk menyombongkan dirinya.


Kini Fatim dan pak Amat pun telah meninggalakan klinik bersalin, dengan laju kendaraan yang santai. Sementara itu Nadya mengecek kalau-kalau ada telepon masuk dari putrinya ataupun pak amat, namun harapannya sia-sia saja.


Karena khawatir Nadya meminta Momon untuk mengecek keberadaan putrinya melalui sinyal pelacak ponsel. Hanya dalam hitungan menit data yang di minta pun berhasil dikumpulkan.


"Bagaimana, Mon?" tanya Nadya khawatir.


"Non Fatim sudah memasuki ujung komplek, Bu." jelas Momon yang membuat Nadya dapat bernafas lega.


"Alhamdulillah ... terimakasih banyak, Mon. Maaf sudah merepotkan kamu." Nadya tersenyum meski Momon tak akan mungkin bisa melihat senyumnya dari balik ponsel.


Sambungan ponselpun terputus karena mobil pak Amat sudah terdengar memasuki pekarangan rumah. Dengan segera Nadya menyambut kedatangan keduanya.


"Assalamu'alaikum." Fatim memberikan salam karena melihat sang ibu sudah berdiri di depan pintu samping.


"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, kalian dari mana? Apa nggak ada yang punya ponsel?" Nadya mencercah Fatim dan pak Amat dengan banyak pertanyaan.


"Mama, pertanyaannya udah kayak kereta api aja. Kita baru aja sampai mama sayang." Fatim mencuci tangan terlebih dahulu.


"Dari mana?" suara Nadya sedikit meninggi dan tanpa senyuman. Fatim tahu kini kalau ibunya benar-benar marah.


"Maaf, Ma. Dari My Cafe kita langsung pulang, dan di tengah jalan terhadang oleh hujan lebat disertai dengan petir dan juga guruh. Makanya kita nggak telpon mama, tadi pak Amat sudah mengingatkan untuk memberi tahu mama. Tetapi karena kilatan petir yang membahana membuat aku urungkan untuk menelpon." Fatim menjelaskan pada sang mama.


Melihat nona mudanya dimarahi tentu saja pak Amat tidak tinggal diam.


"Habis itu kami menepi di rumah salah satu warga yang ada di pinggir jalan. Ternyata istri yang punya rumah mau melahirkan. Karena panik kami segera membawanya ke kelinik bersalin. Dan. Alhamdulillah istri lelaki itu bisa melahirkan dengan selamat, setelah selesai semuanya baru kami pulang, dan sampai di rumah ...." Belum sempat pak Amat menyelesaikan ucapnnya terdengar suara Fatim bersin, yang membuat wajah Nadya segera berubah dari marah menjadi khawatir.


Hacimm!

__ADS_1


Suara bersin Fatim terdengar beberapa kali.


"Ya sudah sekarang cepat masuk, dan ganti pakainmu sayang." Nadya menarik tangan putrinya Kemudian mengecupnya lembut.


"Maafkan mama, karena terlalu khawatir dengan keadaanmu membuat rasa kesal bersemayam di dada, Mama," bisik Nadya lembut ditelinga sang anak.


Fatim hanya menjawab dengan anggukan saja, karena selain sudah sangat lelah ia juga merasa tubuhnya sudah lengket karena keringat.


*****


Sampai dikamarnya Fatim segera merebahkan dirinya di tempat tidur kesayangannya. Sambil ia mengecek ponselnya. Ternyata ada begitu banyak pesan whatsapp yang masuk, namun dari sekian banyak pesan ada satu yang menarik perhatiannya.


"Dari Abas?!" Fatim bergumam pada dirinya sendiri sambil membuka pesan.


"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Maaf sebelumnya dek Fatim kalau kakak mengirimkan pesan ini kepadamu, bukan maksud hati untuk menganggumu namun ada satu hal yang ingin kakak sampaikan, kalau besok kakak dan Hanafi tidak bisa hadir ke sekolah karena ada panggilan mendadak dari pondok yang kata orang tua kakak itu sangat penting dan tidak bisa di tunda. Makanya kakak bisa minta tolong tidak? Kalau bisa besok tolong ambil surat izin kakak di rumah kos kakak ya, soalnya kami sudah berangkat sekarang


Atas bantuannya kakak ucapkan banyak terimakasih. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Fatim tersenyum sendiri membaca pesan Abas, entah kenapa sebuah pesan saja bisa membuat hatinya berbunga-bunga.


Fatim segera berwudu, dan besiap untuk rebahan. Malam ini ia akan tidur dalam balutan perasaan yang menyenangkan.


"Yaa Robb, kenapa hanya membaca pesannya saja sudah membuatku sebahagia ini? Apakah ini yang dinamakan oleh orang-orang sebagai fall in love? gumam Fatim sambil tersenyum sendiri kemudian ia memeluk ponselnya. Hingga matanya terpejam dengan sendirinya.


Kenapa ya Kira-kira Abas dan Hanafi dipanggil pulang ke pondok? Apakah Fatim akan menemukan sesuatu dirumah kos Abas?


Tunggu jawabannya di next episode ya! Bye love you All.


Cinta sejati tak akan pernah mati. Meski jiwa telah berpisah dari raga.


Bersambung.....🌹


Terimakasih sudah membaca!


Sambil menunggu novelku yang ini terbit, baca juga yuk novel ku Nyanyian Takdir Aisyah.


Selain itu kalian boleh intip juga novel-novel yang menjadi favorit aku,cerita mereka juga nggak kalah seru. kalau nggak percaya coba aja untuk membacanya.



Atau kalian boleh mampir kemari, cerita mereka juga tak kalah menarik. ini ada di daftar novel favoritku. kalau masih ragu coba aja kalian intip, pasti seru!

__ADS_1



__ADS_2