Cinta Bersemi Diujung Musim

Cinta Bersemi Diujung Musim
PR BAHASA INDONESIA


__ADS_3

Nadya juga ikut tertawa namun dalam hatinya ia sangat bersyukur Fatim bisa mengenal Abas tanpa melalui perjodohan yang ia rencanakan.


*Terimakasih ya Allah, atas segala limpahan rahmatMu, semoga aku tidak salah memilih Abas untuk menjadi Imam bagi putriku Fatim, aku tidak ingin apa yang terjadi padaku berulang pada Fatim kesayanganku, batin Nadya.*


"Sayang ... yuk kita masuk hari sudah semakin larut, dan kamu sekolahkan besok?" Melirik Fatim.


"Astagfirullah halazim... Mama ... Fatim belum ngerjain tugas Bahasa Indonesia, padahal besok harus dikumpulin jam tujuh lo ...." Menepok jidatnya.


"Ya udah yuk kita masuk." Menarik tangan Fatim.


Ibu dan anak itupun segera masuk kerumah, dan memang hari sudah larut malam.


Nadya mengantar Fatim ke kamarnya.


"Sayang ... jangan kemalaman ya tidurnya, habis buat PR langsung bobok ya!"


"Siap bosku!"


Nadya berjalan meninggalkan kamar Fatim, sepanjang jalan menuju kamarnya tak terasa Nadya mengucurkan air mata, setelah sekian tahun berpisah dengan Bram suaminya, kini memori kebersamaan mereka terlintas dibenak Nadya.


*Mas Bram ... kau tahu aku sangat membencimu namun aku juga masih sangat mencintaimu, aku tidak bisa lagi menikah karenamu, rasa sakit yang kau toreh begitu dalam, aku ingat saat ulang tahun terakhir kita sebelum kejadian itu, kau memberikan aku seikat mawar merah yang sangat harum, kala itu jariku terluka tertusuk duri mawar dengan sigap kau hisap jariku yang terluka dan mengobatinya, kini aku sangat membenci bunga mawar, aku membenci semua yang ku suka karenamu, sekian tahun aku berusaha membunuh kenanganmu, semakin aku akan mengingatmu, aku coba memaafkanmu hari ini, agar lapang terasa hatiku ... mas andai suatu hari kita bertemu aku akan memaafkanmu secara langsung. Allah saja Maha Pemaaf, maka akupun akan memaafkanmu mas, aku malu sekian lama menyimpan dendam dan amarah ini. Sekarang beban belasan tahun itu aku musnahkan hanya dengan kata maaf ... aku memaafkanmu mas ... maafkanlah aku ... ampuni aku ya Allah, batin Nadya.*


Nadya terduduk diujung tangga, air matanya berderai, yah dia coba memaafkan kesalahan Bram setelah belasan tahun, ia ingin mulai menata hati dan hidupnya diusianya yang sudah tidak lagi muda, ia ingin fokus utk kehidupan Fatim saja, putri semata wayangnya, yang menjadi pelipur laranya, dan adalah anugerah terindah yang dimilikinya.


Nadya berangkat dari duduknya dan berjalan menuju ke kamarnya, dia merasa sangat lelah dan memutuskan untuk tidur saja.


*****


Kamar Fatim ...


"Hoaaaammm." Menutup mulutnya.


"Ya Allah ... ngantuk banget deh, apa nanti aja ya buat PRnya? Tapi takut lupa kalau besok." Mengetuk - ngetuk kepalanya menggunakan pena.


"Kerja ? ... nggak? ... kerja? ... nggak?"


"Haduhhhh ... ya udah deh kerja aja dari pada besok berabe, masak anak baru dah malas buat PR, ehmmm ... semangatttt ! Fatim loe pasti bisa," membanggakan dirinya sendiri.


Akhirnya Fatim memutuskan untuk mengerjakan PR Bahasa Indonsianya yang hanya lima soal.


"Oke ini soal pertama : "Sebutkan pengertian Novel?"


"Ehmmm apa ya? Ohh iya tanya mbah Google aja." Membuka Hp.


"Sip ketemu." Menulis dibukunya.


Novel adalah Karangan prosa panjang yang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang yang berada disekelilingnya dan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku.


"Yes ! Sekarang nomor dua, soalnya : Apa sebutan untuk penulis novel?"


"Oke tulisss."


Penulis novel disebut Novelis.


"Nomor tiga sekarang, soalnya : Sebutkan. bagian - bagian novel?"


"Oke scroll dulu, stop! Ketemu! "


"Lanjut tulisss."


Bagian - bagian novel :


Bab;


Sub - Bab.


"Hoaaaamm ... ya Allah ngantuknya, tapi masih dua lagi, sabar ya Fatim," bergumam untuk dirinya sendiri.


"Yee sekarang soal nomor empat : "Sebutkan macam - macam jenis novel?"


"Scroll carii ! Ketemu! Tulissss!"


Jenis Novel :


Romantis ;


Horor ;


Misteri ;


Komedi ;


Inspiratif ;


Fiksi ;


Non Fiksi ;


Teenlit.


"Alhamdulillah, tinggal satu soal lagi," ucap Fatim.


"Last soal :" Sebutkan sepuluh judul novel beserta pengarangnya yang pernah kamu baca?"

__ADS_1


"Wah seru ini soalnya, tapi kayaknya ada lebih dari sepuluh deh novel favorit gue, yah udah deh gue tulis lebih dari sepuluh aja, hitung - hitung bonus buat bu guru siapa tahu nanti mau baca juga ... he ... he ...." Tertawa sambil menghayal ekspresi bu Intan.


"Oke! Tulisss."


Judul Novel yang pernah saya baca :


Nyanyian Takdir Aisyah, Fitri Rahayu ;


Cinta Bersemi Diujung Musim, Fitri Rahayu ;


Cinta Untuk Dokter Nisa, Fit Three Fitri ;


My Secret Wife, Almaira ;


Terpaksa Menikahi Tuan Muda, La Sheira ;


My Secret Husband, Sary Bhieltha ;


My Introvert Husband, Nona Lancaster ;


Putih Abu - Abu, Shohibul Ikhsan ;


Tajuk Rindu, Rahayu Avillia ;


Last Minute, Fofo ;


Angels Become Devil, Riswani ;


Melawan Rasa Takutku, Erggina Putri ;


Arsitek Cantik, Fit Three Fitri ;


Novel Corner, Editor.


"Yeee akhirnya selesai PR gue, sekarang bobok udah nggak kuat mata gue, semoga besok bisa datang tepat waktu," ucap Fatim pada dirinya sendiri.


Malam itu Fatim tertidur dengan nyenyak, sampai tiba waktu subuh.


*****


Subuh datang ...


"Allahu Akbar... Allahu ... Akbar ...." Suara azan berkumandang.


Dan seorang Fatim yang tertidur kemalaman seolah tak mendengar suara panggilan azan. Dia masih asyikkk dengan selimut tebalnya.


Nadya yang sudah hafal dengan kelakuan putrinya segera kekuar kamar menuju kelantai dua untuk membangunkan puteri kesayangannya.


"Tok ... tok ... Fatim sayang ... bangun nak sudah subuh lo," ucap Nadya lembut.


Hening belum ada jawaban.


Akhirnya Nadya membuka perlahan pintu kamar Fatim yang memang tidak pernah dikuncinya.


"Klek! Gagang pintu terbuka.


Tampak seorang gadis masih lelap dalam balutan hangat selimut kesayangannya. Wajah Fatim begitu imut seperti seorang bayi yang tertidur, begitu polos tanpa beban.


"Cup." Mencium lembut kening Fatim.


"Ehmmm ... Ma ... Fatim masih ngantuk nih," ucap Fatim dengan suara serak.


"Tapi ini sudah jam delapan sayang, katanya mau ngumpulin tugas Bahasanya jam tujuh," ucap Nadya tanpa dosa.


"Ma ... beneran ini jam delapan, kok masih gelap dan sepi." Berangkat melihat keluar jendela.


"Mamaaaaa! "


"Kalau nggak begitu kamu nggak bangun kan?"


Fatim memasang senyum yang manis sebagai jawabannya.


"Buruan sholat, habis itu segera mandi dan sarapan ya." Meninggalkan Fatim yang masih cengar - cengir.


*****


Ruang Makan....


"Ma ... Fatim berangkat sekarang ya !"


"Loh kok pagi amat sayang?"


"Iya, kan Fatim masih harus kerumah Yati, truss nanti sebelum jam tujuh harus sampai disekolah untuk nyerahin nih PR." Memegang buku PRnya.


"Emmm ... baiklah sayang, habiskan duku sarapannya dan hati - hati ya." Mengelus kepala Fatim.


"Oke Mamaku sayang, Assalamualaikum." Meninggalkan ruang makan.


"Waalaikumussalam." Menatap kepergian Fatim.


Fatim telah melaju menuju kerumah Yati. Dan tak lama Fatimpun sampai.


"Tin ... tin ...." Klakson motor Fatim.

__ADS_1


"Haduhhh siapa sih pagi - pagi udah ribut didepan rumah," omel Yati sewot.


Yati segera keluar rumah melihat siapa yang buat ribut pagi - pagi.


"Fren kok loe pagi - pagi sih, ini kan masih jam enam, gue belum mandi !" Teriak Yati.


"Ya udah berarti loe mau gue tinggal atau gue tungguin?" Tanya Fatim.


"Kali ini gue loe tinggal aja deh, nggak apa - apa soalnya gue pasti lama, gue belum mandi, belum gosok baju seragam, belum bedakan, dan masih banyak lagiiiii," Berteriak kearah Fatim.


"Oke deh, gue tinggal ya, tapi loe jangan sampai telat," ucap Fatim.


"Okeeee! " Teriak Yati.


Akhirnya Fatim pergi tanpa Yati, meski rasanya kurang lengkap tanpa Yati duduk diboncengan motornya.


*****


Sekolah SMA Unggulan ...


Fatim memarkirkan motornya ketempat biasa, dan setelahnya baru memuju gerbang sekolah. Fatim heran karena sudah ada Dimas menunggu digerbang sekolah.


Perlahan Fatim mendekati gerbang, dan hendak segera berlalu menuju kelasnya.


"Fatim ... tunggu !" Teriak Dimas.


"Ada yang bisa saya bantu Kak?"


"Ini masalah Rangga."


" Kak Rangga kenapa?"


" Rangga sakit !"


"Ohh, tapi hubungannya dengan Fatim apa?"


"Rangga mau loe jengguk dia."


"Emang Kak Rangga opname dirumah sakit mana?"


"Rangga dirawat dirumahnya."


"Ooh, Fatim lihat nanti deh Kak ya, Fatim buru - buru nih." Berjalan meninggalkan Dimas.


"Fatim ... pliss, nanti Kakak tunggu digerbang ya pulang sekolah."


Fatim terus berjalan tanpa menyahut atau menoleh, ia kesal karena seolah ini adalah pemaksaan bagi Fatim, dan ia tidak suka dipaksa.


Sampai dikelas Fatim segera mengambil buku PR Bahasa Indonesianya dan keluar kelas lagi menuju ruang guru untuk mengumpulkan tugasnya ke meja Bu Intan.


Setelah selesai Fatim duduk ditaman belakang kelasnya sambil menunggu Yati. Lama Fatim menunggu namun Yati tak kunjung datang, sedangkan anak - anak yang lain sudah banyak yang datang. Bel panjangpun berbunyi.


"Teeeeeeetttttt." Tanda masuk.


Semua anak telah berbaris rapi didepan kelas namun sosok Yati belum juga datang. Fatim terlihat sangat gelisah.


*Haduhhh kemana si Oneng, kok belum datang sih, tadi ditungguin nggak mau, giliran ditinggalin telat, cepet datang Yatiii, batin Fatim kesal.*


Semua sudah masuk kelas, salam dan doalun sudah, namun sosok Yati belum juga nampak.


Pagi ini pelajaran pertama adalah pelajaran Matematika dan gurunya pak Rozi sangat sangar. Baru lima menit belajar tiba - tiba pintu diketuk.


"Tok ... tok ... maaf pak saya terlambat," ucap Yati.


"You telat lima menit so push up lima kali, monggo." Melototin Yati.


"Eh ... iya pak lima kali," jawab Yati gemetar.


"Hup ... satu ... hup ... dua ... hup ... tiga ... hup ... empat ... hup ... liii ... ma ...." Suara Yati bergetar.


"Bagun! Dan duduk! Perintah Pak Rozi tanpa senyum.


Nafas Yati udah ngos - ngosan, keringat udah bercucuran belum juga duduk tahu - tahu suara pengumuman dari pengeras suara kantor terdengar.


"Perhatian ! Untuk semua kelas Sepuluh IPA 1 segera menuju lapangan upacara kecuali Fatimah Ananbra, karena kalian tidak mengumpulkan PR Bahasa Indonesia yang Ibu tugaskan kemarin, Ibu tunggu semuanya dilapangan, S - E - K - A - R - A - N - G!"


Semua anak heboh karena mereka memang melupakan tugas Bahasa Indonesia kemarin. Dan Yati sudah memasang wajah memelasnya.


"Fatiiiiiimmmm, tolongin gueeee."


" Maaf Fren gue nggak bisa bantu,"ucap Fatim sambil nyengir.


Tinggalah pak Rozi dan Fatim dikelas.


"Oke Fatim karena cuma kamu satu - satunya murid yang mengerjakan tugas dari Bu intan gebetan Bapak, semester ini Bapak akan kasih kamu bonus nggak usah ikut ulangan tapi seratus ditangan."Mengernyitkan alisnya turun naik sambil tersenyum.


"Bapak beneran?"


"Yap !"


"Alhamdulillah, rezeki anak sholehah," ucap Fatim tersenyum lebar.


Bersambung....

__ADS_1


Terimakasih ya sudah membaca karyaku ,jika suka tinggalkan jejakmu berupa like, komen, dan vote karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.


Jangan lupa Mampir juga ke Karyaku Nyanyian Takdir Aisyah dan novel favoritku Arsitek Cantik juga Cinta Untuk Dokter Nisa. Aku tunggu ya 😍


__ADS_2