
🌻Terimakasih ya sudah membaca karyaku , jika suka tinggalkan jejakmu berupa like, komen, tip dan vote karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu. Selamat Membaca.🌻
🌻Diluar Kelas 10 IPA 1 🌻
Keduanya akhirnya menuju kantin. Dan Yati sangat bersyukur punya sahabat seperti Fatim.
*Ya Allah gue jahat banget sama Fatim, sedang dia masih memikirkan perasaan gue, gue janji akan membalas Semua kebaikan Fatim meskipun itu dengan nyawaku sendiri,batin Yati.*
Sedangkan ditempat lain seorang Dimas juga semakin menyukai Fatim dalam diamnya, jawaban Fatim yang dewasa dan perubahan Fatim yang menurutnya berpakaian sangat aneh, namun Fatim terlihat semakin cantik dalam balutan hijab.
🌻Kantin 🌻
Kedua sahabat itu sudah sampai dikantin, dan keduanya memamg tampak sedang lapar.
"Fren yuk segera pesan makanan gue udah laper banget." Mengusap perutnya.
"Iya loe mau pesan apa?" Tanya Fatim.
"Gue mie ayam ceker deh, kayaknya enak nih kalau lagi laper." Menelan ludahnya.
"Uhhh dasar Oneng, liurnya dah ngences aja." Tertawa melihat tingkah Yati yang sudah nggak sabaran.
"Ya udah deh gue pesenin dulu ya." Berangkat menuju ibu kantin.
Fatim segera memesan makanan mereka.
"Bu saya pesen mie ayam ceker dua ya, minumnya es jeruk aja."
"Iya Neng tunggu aja dulu ya, segera ibu buatkan."
"Makasih Bu!" Meninggalkan ibu kantin menuju ke meja tempat Yati telah menunggu.
Fatim berjalan santai menuju ke mejanya, namun tiba - tiba Hpnya berdering.
Mulia indah cantik berseri
Kulit putih bersih merahnya pipimu
Dia Aisyah putri Abu Bakar
Istri Rosulullah
"Halo assalamualaikum, ada apa Ma?"
"Waalaikumussalam Sayang, Mama punya kabar gembira buat kamu dan temanmu Yati."
"Alhamdulillah, kabar apa Ma?"
"Rumah temanmu itu sudah selesai tiga hari yang lalu, lebih cepat dari target Mama satu bulan, dan hari ini mereka sudah bisa melihatnya atau mau langsung pindah juga bisa."
"Alhamdulillah, nanti Mama kirim ya foto rumahnya."
"Iya Sayang Inshaa Allah, nanti Mama coba kirim gambarnya."
"Oke Mama Fatim tunggu, assalamualaikum."
"Waalaikumussalam."
Dengan semangat Fatim berjalan tergesa menuju Yati, karena tak sabar ingin menyampaikan kabar gembira ini.
"Freannnn!" Memeluk Yati.
"Apaan sih loe main pelak - peluk, katanya nggak suka? Katanya geli, lah ini?"
"Gue lagi happyyyyy." Mencubit hidung Yati.
"Auwww sakit tahu." Menggosok hidungnya.
"He ... he ... maaf, sakit ya?" Melirik Yati yang memegang hidungnya.
"Nggak kok enak ini rasa stowbery." Mencibirkan bibirnya.
Fatim tak dapat menahan tawanya, ia tertawa lepas sampai matanya berair.
"Puas loe ngetawain gue!"
"Ya ellah begitu aja marah, ya udah deh marah aja terus biar cepat kawin sama mbah yang disamping rumah gue," canda Fatim.
"Whatsss kawin sama mbah - mbah, ogah gue, nggak ah gue nggak jadi marah." Memasang senyum termanisnya.
Fatim semakin tergelak melihat tingkah lucu sahabatnya.
"Ya Allah Oneng, loe ngegemesin banget sih." Mencubit pipi Yati.
"Puasin aja loe ledekin gue, gue pasrah asal loe nggak doa in gue kawin sama mbah disamping rumah loe, emoh gue."
"Ha ... ha ... loe ada - ada aja Fren, mana ada mbah - mbah disamping rumah gue, wong disamping rumah gue kuburan," canda Fatim.
"Nah itu apa lagi, nggak mau gue, ampunn dah ampuun."
Sedang asyik bercanda pesanan mereka datang.
"Neng ini mie ayam cekernya," ucap ibu kantin.
Namun karena Yati nggak fokus ia malah terkejut, dan mulai latahnya keluar.
"Eh Mbak kuburan ammpuun."
"Ih Neng apaan sih, masak ibu dibilang mbah kuburan, ibu masih melum mau innalillahi Neng."
" Eh maaf Bu, gue bukan ngatain ibu kok, maaf ya." Menangkupkan tangannya didepan dada.
"Rasain loe," ucap Fatim.
"Frennn loe kok nggak bantuin gue."
__ADS_1
Namun Fatim pura - pura nggak denger dan mulai memakan mie ayamnya. Melihat Fatim yang nggak perduli membuat Yati terdiam dan mulai ikut makan.
Keduanya makan dalam diam sampai ada notifikasi pesan yang masuk. Dan Fatim segera mengeceknya dan benar itu gambar yang sudah dikirim Mamanya.
"Alhamdulillah," ucap Fatim tanpa sadar.
"Loe udah kenyang ya, tapi kan mie nya belum habis?" Ucap Yati.
"Gue bukan alhamdulillah katena sudah kenyang, tapi katena hal lain," elak Fatim.
"Truss karena apa?" Tanya Yati penasaran.
"Ada aja, nanti gue akan kasih tahu saat kita pulang sekolah ya, sekarang yuk kita habisin dulu makannya karena sebentar lagi akan masuk."
Sedang menikmati makanan mereka tiba - tiba seseorang menarik kursi dan ikut duduk didekat Fatim dan Yati.
"Gue boleh gabungkan?"
"Nggak!" Jawab Fatim dan Yati serempak.
"Wih kompak jawanya, tapi maaf gue memaksa." Tertawa renyah.
Yati dan Fatim saling pandang, merasa seseorang ini sangat keras kepala.
"Kenapa benggong gadis aneh? Apa loe berdua terpesona melihat ketampanan gue?" Tertawa heboh.
"Cih nggak akan kale gue terpesona," ucap Yati.
"Dan loe cewek planet, apa loe terpesona dengan ketampanan gue?" Kenalin gue Putra anak 12 IPA 2." Menjabat tangan Yati dan Fatim.
" Ishh apaan sih loe, main pegang - pegang aja tangan orang," ucap Fatim sambil menarik tangannya.
Begitu juga dengan Yati, meskipun dilubuk hatinya yang tetdalam ia senang dipegang. Dengan cepat Fatim mencubit tangan Yati yang menatap Putra tanpa kedip.
"Aduhhh sakittt."
" Kenapa gadis cantik,"
"Eh nggak apa - apa kok," ucap Yati meringis.
Fatim yang mulai merasa terusik sedikit merasa kesal.
"Loe sebaiknya segera tinggalin meja kita, karena perbuatan loe menganggu selera kita." Menatap Putra dengan wajah yang mulai kesal.
"Kalau gue nolak, loe mau apa?"
Dengan cepat Fatim bertindak, kuah mie ayamnya yang pedas kini telah berpindah posisi.
"Heii apa ini?" Mengebaskan bajunya.
"Masih betah menunggu disini?" Memegang botol cabe.
"Uhhh bar - bar juga suka gue tapiii gue nggak suka yang loe pegang, oke fine gue pergi." Mendorong kursinya dan mulai berangkat.
Tatapan tajam Fatim, membuat Putra tersenyum manis semanis gula aren, dan memainkan matanya.
"Frenn loe dah buat dia marah, dia itu kak Putra cowok tertajir dan terplayboy disekolah kita, sehari bisa punya pacar 2 atau 3 orang," terang Yati.
"Dan yang mau jadi pacar die itu cewek bodoh namanya," celetuk Fatim.
Kini keduanya terdiam karena bel panjang masuk kelas sudah berbunyi.
"Yuk kita kembali ke kelas, tapi gue bayarin dulu ya ke ibu kantin." Meninggalkan Yati.
Dengan cepat Yati menyerumput es jeruknya sampai tandas, dan segera berlari mengikuti Fatim.
Kini keduanya telah keluar kantin dan menuju kelasnya. Sedang berjalan mereka berpas - pasan dengan Dimas dan Rangga.
"Met belajar Fatim!" Ucap Rangga.
"Met belajar juga buat loe Yati, semangat." Ucap Rangga.
"Makasih Kak," jawab Yati dengan wajah yang merona.
"Fatim loe nggak jawab?" Tanya Dimas melihat Fatim yang tidak menaggapi ucapan Rangga.
"Makasih," jawab Fatim singkat.
Fatim segera meninggalkan Yati dengan Dimas dan Rangga, karena ia malas berbicara seseuatu yang nggak penting menurut Fatim.
"Yati teman loe kenapa?" Tanya Rangga.
"Apa dia lagi PMS?" Celetuk Dimas.
"Nggak kok dia lagi kesal aja, soalnya tadi kak Putra mencoba mendekati Fatim."
"Apa??" Ucap Keduanya serentak.
"Iya Kak, maaf gue permisi dulu Fatimnya dudah jauh." Menunjuk ke arah Fatim.
Rangga dan Dimas saling Pandang, kini mereka tahu bahwa perjuangannya untuk mendapatkan Fatim akan semakin berat, apa lagi yang menjadi rivalnya kali ini adalah Rangga.
🌻Kelas Fatim dan Yati 🌻
Fatim sudah lebih dulu masuk ke kelasnya, dan dimejanya telah terselip seikat bunga mawar lengkap dengan kertas ucapannya.
"Selamat belajar gadis anehku, by Putra."
Membaca pesan itu membuat Fatim kesal, ia mengambil buket bunga itu dan meletaknya di pot bunga yang ada di meja guru.
"Mayanlah dari pada mubazir," ucap Fatim kembali ke kursinya.
Tak lama baru lah Yati muncul dan ia segera duduk disamping Fatim yang terlihat santay seolah tak terjadi apa - apa.
"Fren loe nggak marah kan?" Tanya Yati pelan.
__ADS_1
"Nggak gue nggak marah."
"Syukurlah kalau begitu." Mengeluarkan bukunya dan siap untuk belajar.
Pelajaran mereka berjalan dengan lancar, hinggal jam pelajaran terakhir dimana bu Desy meminta bunga mawar itu untuk dibawanyan pulang.
Seisi kelas tentu saja menjawab silahkan karena Fatim juga menjawab demikian. Kini mereka telah bersiap untuk pulang.
"Fren loe baik - baik aja kan?"
"Iyaaa Oneng, gue nggak apa - apa kok."
"Tapi wajah loe kayak orang lagi kesel."
"Iya sih dikit, tapi sekarang udah nggak lagi kok."
"Serius loe?"
"Nggak becanda doang kok gue." Mencubit lengan Yati.
"Sakitttt!"
"Makanya jangan nggak percayaan sama gue."
Kini bel panjang tanda pulang telah berbunyi dan Fatim serta Yatipun segera keluar tapi kali ini Fatim menahan Yati.
"Loe tunggu bentar ya."
"Kenapa?"
"Buka Hp loe, gue kirim gambar buat loe."
Dengan cepat sebuah notif pesan masuk ke Hp Yati.
"Nah loe boleh lihat sekarang isi pesannya."
Dengan cepat Yati membukanya.
"Subhanallah Fren apa gue nggak salah lihat, loe beneran ini." Dengan mata yangbsudah berkaca - kaca.
"Iya Oneng, gambar itu Mama gue kirim saat kita baru makan dikantin tadi."
"Ya Allah terimakasih." Langsung sujud syukur.
"Fatim ... terimakasih banyak fren you are the best frend in my life." Memelul Fatim.
"Udah ah nggak usah lebay, kata Mama gue loe udah boleh pindah kerumah baru loe."
"Gue ... gue ... nggak bisa lagi mau ngomong apa fren selain terimakasih banyak, semoga Allah selalu menjaga loe, memberi loe kebahagiaan, dan selalu menyayangi loe seperti loe menyayangi kami." Memeluk Fatim erat.
"Aamiin ya Mujib, terimakasih banyak doanya Fren, tumbem doa loe waras."
"Fatimmmmm!"
🌻Nih penampakan rumah keluarga Yati🌻
Sebelum dibedah dan sesudah dibedah.
Teriakan Yati selalu bisa membuat Fatim tersenyum, semoga senyum indah itu selalu terukir di wajah - wajah teman atau saudara kita yang memang membutuhkan uluran tangan, seperti gerakan tenggok tetangga gitu wkwkwkwk.
Love you readers loverku 😍
Bersambung.....
Sambil menunggu ceritaku yang ini Up baca juga Novelku Nyanyian Takdir Aisyah.
dan karya apik author yang lain :
Fit Fithree Fitri.
Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.
Putri Tanjung
OB Kwrudung Biru
*Shohibul Ikhsan
Hitam Putih
Kembar Tidak Identik
*Sudrun
Samudra
*Ergina Putri
My Heart Only For You
Melawan Rasa Takutku
*Sisca Nasti
Mafia In Love
*Almaira
My Secref Wife
My Love My Babysitter
__ADS_1
*Envy Yo WesBen
MY Princes OG