Cinta Bersemi Diujung Musim

Cinta Bersemi Diujung Musim
LELAKI DALAM MIMPI


__ADS_3

*****


Kediaman Fatim ....


"Ma ... makannya nanti ya, Fatim pengen olahraga dulu bentar, cuma lari - lari kecil mengitari halaman saja kok, udah lama Fatim nggak joging," ucap Fatim memelas.


"Ya udah deh Mama ngalah, tapi jangan lama - lama ya, kasihan cacing diperut Mama sudah dangdutan didalam sana."


"Ha ... ha ... keduanya tertawa lepas penuh bahagia.


Fatim segera joging keliling halaman rumahnya, sedangkan Nadya duduk didepan teras rumahnya santai menunggui putrinya joging.


Setelah lima belas menit Fatim selesai joging dan menghampiri Nadya.


"Ma ... yuk masuk, Fatim udah selesai nih," ajak Fatim.


"Ehm tapi kamu ganti baju dulu, acemmm," ucap Nadya.


Fatim tertawa sambil mencium bajunya, dan segera berlalu kekamarnya. Setelah sepuluh menit Fatim segera turun menemui Nadya.


"Mama ayooo makan, udah benar - benar laper nih Fatim." Menuju meja makan.


"Iya sayang, yuk kita makan." Merangkul pundak Fatim.


Keduanya makan dengan sangat lahap, sesekali saling pandang dan melemparkan senyum. Sungguh pemandangan yang sangat menyenangkan untuk dilihat.


Setelah selesai makan keduanya bersantai di gazebo.


"Ma ... nanti sore Fatim ke Cafe ya soalnya udah beberapa hari nggak kesana, sekalian mau ketemu Yati, kangen rasanya nggak ketemu anak itu meski baru sehari nggak ketemu," ucap Fatim.


"Iya nggak apa - apa, oh ya bicara tentang temanmu itu, pembangunan rumahnya sudah hampir 40 persen, rumahnya Mama buat berbentuk mimimalis tetapi seluas rumah mereka kemarin kok, nanti kamu tanya ya mereka suka warna apa, sepertinya nggak nyampe satu bulan rumahnya udah selesai," jelas Nadya.


"Love you Mama, nanti akan Fatim sampaikan pada Yati, dia pasti senang." Memeluk Nadya.


"Oke, Mama harus ke kantor hari ini karena ada meeting penting yang tidak bisa diwakili, jadi mau tidak mau Mama harus pergi." Membelai rambut Fatim.


"Iya Ma, nggak apa - apa kok Fatim ditinggal, semoga kerjaan Mama cepat selesai ya, dan cepat pulang." Mencium tangan Nadya lembut.


Keduanya bergandengan tangan masuk kembali ke rumah mereka yang megah seperti istana, namun tak membuat keduanya merasa seperti Ratu dan Tuan Putri yang berkuasa.


Nadya telah bersiap untuk pergi ke kantor, sedangkan Fatim mengecek Hp nya untuk melihat apakah ada gugas sekolah yang dikirim oleh gurunya.


Sepeninggalan Nadya, Fatim berencana untuk berkunjung ke kontrakan Yati, untuk mengajak nya belajar bersama mengerjakan tugas sekolah.


"Halo Assalamualaikum, Yati loe ada dirumahkan?"


" Waalaikumussalam, ya Tim, gue ada dirumah kok, ini baru buka Hp, ada apa emangnya?"


"Loe belum baca ya WA grup kelas kita, kan ada tugas yang dikasih barusan," ucap Fatim.


"Masa sih, gue belum lihat, he ... he ...," tawa Yati.


"Kita kerja bareng ya, gue udah siap mau BMW rumahmu ini," ucap Fatim.


"Loe mau bawa mobil BMW maksudnya?"


"Mulai dah jadi Oneng, bukanlah BMW itu singkatan Bismillahi Majreha Wamursaha inna rabbi lagafururrahim begitu, sebagai ganti kebiasaan kita sering nyebut OTW singkatan On The Way," jelas Fatim.


"Tapi sebenarnya itu untuk doa naik kendaraan laut, kalau doa naik kendaraan daratnya adalah Subhanaalladzi sakkhara lanaa hadza wama kunna lahu muqriniin wa -inna ilaa rabbina lamunqalibuun," Ucap Fatim.


"Ya ustazah, makasih ilmunya sekarang gue tahu doa untuk naik kendaraan yang selama ini gue cuma asal naik aja," ucap Yati.


"Yeee gue bukan ustazah kali, hanya Mama yang sering ngajarin gue waktu kecil, jadi gue masih inget aja sampai sekarang," jelas Fatim.


"Udah ahgrobrol terus, gue kapan berangkatnya ini," ucap Fatim sambil tertawa.


"Okay gue tunggu, loe hati - hati ya Fren." Menutup telepon.


Kini Fatim telah mengeluarkan motor kesayangannya, dan segera meluncur menuju kediaman Yati. Namun belum jauh Fatim berjalan sebuah kecelakaan terjadi antara sebuah mobil sedan dengan mobil truk angkutan berat , bunyi tabrakan yang keras mencuri perhatian semua orang, termasuk Fatim.


Fatim segera menghentikan laju motornya dan menepi, kerumunan orang telah memadati area kecelakaan, namun semua hanya melihat dan berkomentar tidak ada yang berinisiatif untuk menolong, sampai seorang bapak - bapak meminta bantu untuk mengeluarkan sopir mobil sedan yang terjepit di mobilnya.


Barulah semua orang membantu mengeluarkan orang tersebut, setelah berhasil dikeluarkan Fatim ikut melihat entah mengapa saat melihat wajahnya tiba - tiba Fatim merasa wajah bapak - bapak yang menjadi korban itu tidak asing baginya, namun entah dimana Fatim pernah bertemu dengannya.


Sopir truk untuklah bertanggung jawab, dengan cepat ia meminta tolong untuk membawa bapak itu kerumah sakit.


"Ayo siapa yang bisa bantu saya untuk membawa Bapak ini kerumah sakit?"


Semua tidak ada yang mau ikut.


"Oke Pak, saya ikut Bapak kerumah sakit," ucap Fatim.

__ADS_1


Fatim segera menelpon Momon untuk menjemput motornya dan membawanya kerumah sakit tersekat.


Akhirnya Fatim dan sopir truk segera meuju rumah sakit. Luka robek terbuka dikepala bapak itu banyak mengeluarkan darah, dan Fatim menutupinya memakai baju kaos yang ia bawa didalam tasnya, rencananya baju itu nanti akan menjadi baju gantinya dirumah Yati.


Sepanjang perjalanan Fatim berdoa agar Allah menyelamatkan Bapak ini, dan akhirnya mereka tiba dirumah sakit.


Dengan cepat Fatim meminta petugas IGD untuk menangani Bapak itu.


*****


Beberapa Menit kemudian.....


Dokter yang membantu perawatan Bapak itu segera keluar dari pintu IGD, dan Fatim bersama supir truk itu segera menghampiri Dokter.


"Bagaimana kondisi pasien Dok?" Tanya Fatim.


"Kalau lukanya hanya luka luar saja, namun karena kehabisan banyak darah pasien harus segera mendapatkan transfusi darah setidaknya dua kantong, kami hanya punya stok satu kantong jadi kurang satu kantong lagi," ucap Dokter.


"Pasien golongan darahnya apa Dok?" Tanya sopir truk.


"Golongan darah O."


"Waduh golongan darah saya B," ucap Pak sopir.


"Kebetulan golongan darah saya O, ambil darah saya saja Dok," ucap Fatim.


"Ya sudah, mari ikut saya, kita cek dulu." Berlalau menuju Lab.


"Pak, tolong jagain dulu ya."


"Iya Neng, semoga sampelnya cocok ya," ucap sopir truk.


"Aamiin," jawab Fatim.


Setelah test Lab, alhamdulillah darah Fatim cocok dan segera melakukan donor. Setelah selesai donor Fatim segera menghampiri Bapak itu dan melihat wajahnya yang telah dibersihkan barulah terlihat jelas wajah tampan lelaki parih baya yang sedang terbaring tersebut.


"Wajah Bapak ini, Ehmm ... ya wajah ini, mirip sekali dengan wajah lelaki yang ada dimimpiku," gumam Fatim.


*Apa gue kenal ya sama Bapak ini, kenapa rasanya sangat tidak asing, tetapi dimana dan mengapa gue merasa ada sesuatu antara gue dengan lelaki ini, batin Fatim.*


Setelah mendapatkan tranfusi darah, akhirnya kondisi pasien semakin stabil dan sudah bisa dipindahkan keruang perawatan.


"Neng, saya boleh permisi pulang kah?"


"Neng percaya sama saya? Enggak takut kalau saya kabur?"


"Saya percaya kok Pak, saya sudah melihat tanggung jawab Bapak, dan tentunya tidak ada orang yang mau musibah menimpa dirinya dengan sengaja Pak," ucap Fatim.


"Neng siapanya Bapak ini?"


"Saya ...saya hanya orang yang kebetulan lewat saja Pak, nggak ada hubungan apa - apa," ucap Fatim.


"Ooo kira in kalian bapak dan anak, soalnya wajah kalian sedikit mirip."


"Emang kita mirip Pak?"


"Iya mirip tetapi hanya sedikit."


"Neng biaya perawatan Bapak ini bagaimana ya? Soalnya Bapak bukan orang berada, ini kan rumah sakit orang elit Neng."


"Sudah Pak, masalah biaya nggak usah dipikirkan, biar nanti saya yang tanggung."


"Neng serius?"


"Iya Pak, saya serius."


"Alhamdulillah ya Allah, masih ada rupanya orang yang berhati mulia dikota besar semacam ini," ucap Pak sopir dengan linangan air mata.


"Kenalin Neng saya Burhan dari Sumatra, saya merantau disini, biasalah Neng untuk mengadu nasib dikota Besar." mengulurkan tangan.


"Fatim."Mengulurkan tangan juga.


"Sebenarnya saya takut melapor pada Bos saya tentang kejadian ini, soalnya nanti pasti gaji saya akan dipotong."


"Udahlah Pak Burhan kita damai saja, biar Bapak aman."


Sedang asyik berbicara tiba - tiba telepon Fatim berbunyi.


"Pak! Maaf ya saya akan telepon dulu."


"Iya Neng silahkan."

__ADS_1


Fatim berjalan keluar ruang perawatan, menuju ke kursi panjang yang ada didepan kamar perawatan.


"Halo Assalamualaikum."


"Waalaikumussalam, Fren kenapa loe belum sampai udah dua tahun ini gue tungguin loe," ucap Yati kesal.


"Waduhh yang udah jadi emak - emak ngomelin anaknya yang super cantik, lancar bener tuh mulut ya," canda Fatim.


"Enak aja gue loe bilang emak - emak, jan emang kenyataannya udah dua jam gue nungguin loe."


"Nah ini baru temen gue faham dengan dua jam bukan dua tahun."


"He ... he ... tapi dua jam rasanya dua tahun Fren, loe kemana sih kok nggak nyampe - nyampe rumah gue, atau jangan - jangan loe lupa jalan menuju rumah gue sehingga loe nyasar."


"Enak aja, gini - gini gue belum pikun kaleee, tapi iya gue nyasar dirumah sakit sekarang."


"Loe beneran dirumah sakit? Siapa yang sakit atau jangan - jangan loe ...." Yati tidak melanjutkan ucapannya karena sudah dipotong oleh Fatim.


"Hush nggak usah suudzon napa, gue alhamdulillah baik - baik aja, tapi tadi gue nolongin bapak - bapak yang kecelakaan, makanya gue masih dirumah sakit.


"Oh gitu, syukurlah kalau loe baik - baik aja, nanti kita jadi ke Mf Cafe kan?"


"Inshaa Allah jadi kok, tapi gue nungguin Bapak ini siuman dulu."


"Oke, kita ketemuan di Cafe aja ya, biar gue minta tolong Kak Wawan yang jemput."


"Cie ... cie ... yang minta jemput, aoa loe berdua udah jadian ya?"


"Apaan sih loe Fatim, nggaklah gue kan sukanya ama Ketos, cuma Kak Wawan juga lumayan ganteng kok," ucap Yati dengan wajah yang sudah memerah.


"Huhhh maruk loe, semua yang ganteng mau loe embat, ntar patah hati baru tahu rasa loe."


"Frennnb loe kalau nyumpahin gue yang baik - baik aja napa, misalnya semoga loe cepet jadian, semoga loe dapet cowok tajir, ini patah hati, sedih nih gue."


Fatim tertawa mendengar celotehan Yati yang sangat menghibur bagi Fatim, dan dia sangat bersyukur mempunyai teman seperti Yati.


Bersambung....


Terimakasih ya sudah membaca karyaku ,jika suka tinggalkan jejakmu berupa like, komen, dan vote karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.


Sambil menunggu ceritaku yang ini Up baca juga Karyaku Nyanyian Takdir Aisyah dan novel favoritku :


* Fit Fithree Fitri. Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.


* Almaira My Secret Wife


My Love My Babysitter


* Sohibul Ikhsan. Putih Abu - Abu


Kembar Tidak Identik


*Ergina Putri


Melawan Rasa Takutku


My Heart Is Only For You


*Kamsa hamnida


My love


*Sisca Nasty


Mafia In Love


* Putri Tanjung


OB Kerudung Biru


*Aquamarine


Samudra


*Sudrun


Penjelah Malam


*Yo Wesben.


My Princess OG.

__ADS_1


Aku tunggu ya 😍.


__ADS_2