Cinta Bersemi Diujung Musim

Cinta Bersemi Diujung Musim
DOMPET NADYA


__ADS_3

🌹Assalamualaikum readers lover semua, terimakasih sudah membaca karyaku, jangan lupa tinggalkan like, komen, vote, dan tip kalian buatku, karena itu akan membuatku semakin semangat untuk terus menulis. Semoga kalian selalu sehat dan murah rezekinya, aamiin. Selamat Membaca!🌹


*****


Rumah Sakit ....


Melihat keluasan hati Nadya membuat dokter Harispun semakin kagum dengan keluarga Fatim. Dan keinginannya untuk menjadikan Fatim sebagai bagian dari hidupnya semakin mantap.


Sementara itu Kedatangan anak gadis Nany sudah dinanti para tim medis. Saat mobil Momon tiba mereka segera membantu dan membawanya keruang IGD.


Dalam hatinya Nany berjanji akan menemukan wanita itu entah bagaimanapun caranya. Hanya itu yang dapat dia lakukan untuk membalas kebaikan hati Nadya.


*****


Ruang Observasi ....


Kondisi Fatim semakin stabil tetapi dia belum bisa membuka matanya, dan memang dia harus banyak istirahat karena cairan tubuhnya banyak yang ikut tebuang saat paramedis menyedot seluruh racun dari tubuhnya. Dan Nadyapun tertidur disamping putrinya. Sementara Yati dan Wawan menunggu diluar.


"Yat ... makanlah es creammu udah hampir cair nih." Menyodorkan kantong es cream pada Yati.


"Gue nggak bisa makan Kak, nggak lihat apa kalau gue lagi sedih gini." Menyeka air matanya dengan punggung jarinya sambil" Prottttt." Membuang ingusnya.


"Ihhhh Yati, loe kok jorok banget sih?" Berdiri dari duduknya dan mengambil tisue disakunya.


"Maaf Kak, makasih ya." Menerima tisue yang Wawan berikan dan " Protttt." Kembali menyemprotkan ingusnya ditisue. Wawan hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Yati.


*****


Sore menjelang....


Nadya terbagun dari tidurnya, dan segera melihat keadaan putrinya, dan alhamdulillah kondisi Fatim sudah membaik. Rona wajahnya kembali bersinar dan bibirnya sudah kembali merah muda, tidak lagi pucat. Dengan cepat Nadya segera menunaikan kewajibannya untuk salat asar.


Selesai salat barulah ia membuka pintu untuk mengecek keadaan Wawan dan Yati diluar kamar. Dan Nadya tersenyum melihat momen kebersamaan keduanya. Yati tertidur dengan bersandar dibahu Wawan, sedangkan Wawan bersender didinding dekat pintu. Karena melihat momen yang jarang bahkan mungkin belum pernah keduanya alami, membuat Nadya dengan senang hati mengabadikan momen indah keduanya.


Setelah mengambil beberapa foto barulah Nadya kembali kekamar putrinya, yang masih saja tertidur lelap dalam balutan alat-alat medis. Baru saja mengecek keadaan putrinya pintu kamar Fatim diketuk.


"Tok ... tok ...."


"Masuk!" Merapikan jilbabnya dan jilbab Fatim.


"Klek." Daun pintu terbuka tampak dokter Haris masuk membawa beberapa bungkus makanan.


"Selamat sore menjelang malam Bu." Menyapa Nadya yang sedang berdiri disamping putrinya.


"Sore Dok!"


"Nggak usah sungkan Bu, boleh kok panggil saya Haris saja." Menutup pintu kembali.


"Ibu sudah makan?" Berjalan mendekati Nadya.


"Ehmm belum Dok eh Nak," jawab Nadya tersenyum dengan sedikit dipaksakan.


"Ini saya bawakan makanan buat ibu, saya khawatir ibu jadi sakit kalau telat makan. Oh ya teman anak ibu yang ada didepan juga sudah bangun, apa sekalian saja diajak makan sama-sama?"


"Iya, kasihan. Keduanya belum makan sepertinya." Hendak berjalan menuju kepintu untuk memanggil Yati dan Wawan. Namun ternyata keduluan Wawan membuka pintu.


"Apa Fatim sudah baikan?"


"Wan ajak Yati masuk dulu, kita makan sama-sama ya," ajak Nadya.


"Iya Tan." Tersenyum heran karena melihat dokter Haris bersama Nadya.


*Kenapa dokter Haris ada bersama bu Nadya? Apa dia sedang mengecek keadaan Fatim? Tapi aku kok merasa tidak seperti itu, jangan-jangan dia naksir Fatim. Haduhhh kenapa aku kepikiran begitu ya, tapi apa Fatim udah punya pacar ya? Setahu gue sih belum, tapi dari pada sama teman-temannya yang kemarin gue lebih suka dokter haris, tapi andai Fatim mau sama teman baru gue kemarin itu lebih baik. Kok aku jadi sibuk mikirin pacar Fatim sih? Cintaku karo Yati juga belum kebalas.*


Tampak Wawan menghela nafas beratnya. "Wan kamu baik-baik aja kan?" tanya Nadya yang melihat perubahan raut mukanya.


"Iya Tan, aku baik-baik aja kok, cuma lagi mikir cafe." Elak Wawan sambil tersenyum dan kali ini beneran ramah.


Kini Wawan sudah keluar untuk menemui Yati dan mengajaknya untuk masuk.


"Yat! Kita masuk ya? Tante Nadya sudah menyiapkan makan malam buat kita."


"hemm gue udah laper banget, dari pagi gue belum makan, dan loe jahat banget Kak nyiksa in para penghuni perut gue." Menggosok perutnya yang rata.


Wawan tertawa melihat tingkah Yati yang lucu. Dan inilah yang membuatnya suka, Yati kalau ngambek pasti lucu.

__ADS_1


Keduanya sudah masuk keruangan Fatim. Disana masih ada dokter Haris yang berbicara dengan Nadya. Melihat keduanya datang mereka tersenyum menyambutnya.


"Yuk kita makan!" ajak Nadya.


"Hanya kita bertiga aja nih? Pak Dokter nggak ikutan makan?" tanya Yati polos.


"Nggak usah, saya sudah makan. Ini sengaja saya beli untuk kalian."


"Oooh jadi pak dokter yang traktir nih? Aku boleh minta sesuatu nggak?" cerocos Yati yang membuat mata Wawan mendelik kesal. Pasalnya kalau melihat cowok ganteng mulai deh keganjenan Yati kumat.


"Minta apa?" tanya dokter Haris.


"Auwww." Yati meringgis memegang kakinya yang diinjak oleh Wawan.


"Kenapa?"


"Nggak apa-apa Dok, nggak jadi minta." Mengerucutkan bibirnya sambil melihat kearah Wawan yang sudah tersenyum begitu juga dengan Nadya.


"Ya sudah kalau begitu saya permisi, mau kontrol pasien yang lainnya, assalamualaikum," pamit Haris.


Serentak semuanya menjawab salam dokter Haris. Setelah beliau keluar Yati segera mencerca Wawan dengan pertanyaan.


"Kak, kenapa loe injek kaki gue hah?" Melotot menatap Wawan.


"Habisnya loe ganjen, udah dikasih makanan masih aja mau minta, emang tadi mau minta apa?"


"Nggak jadi minta juga." Berjalan mendekati Nadya yang sudah tertawa.


"Udah jangan marahan melulu, nggak baik kalau lagi menghadap rezeki kita marah-marah, nanti berkahnya hilang. Mending sekarang kita makan ya?"


Akhinya mereka bisa makan juga dengan damai tanpa perang mulut antara Yati dan Wawan.


*****


Ditempat lain ....


"Assalamualaikum Bu!"


"Waalaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh, masuk Pak!"


Tampak seorang lelaki paruh baya membuka pintu dan segera mencuci tangan kebelakang rumahnya. Dan setelahnya segera masuk kembali dan duduk diruang dapur.


"Lah Pak, tumben kita bisa makan banyak? Dan sepertinya enak juga." Duduk dekat kursi disebelah suaminya.


"Iya Bu, bapak dapat rezeki tadi dijalan."


"Maksud Bapak?"


Lelaki itu merogoh tasnya dan mengeluarkan sebuah dompet berwarna hitam mengilat yang sangat tebal.


"Dompet siapa ini Pak?"


"Nggak tahu Bu, itu bapak boleh nemu dipakiran."


"Jadi makanan ini bapak beli pakai uang yang ada didompet?"


"Iya Bu, soalnya bapak nggak dapat uang hari ini. Dagangan bapak nggak ada yang laku." Tertunduk sedih.


"Tapi Pak, sampean tahu kan kalau kita tidak boleh mengambil harta temuan, apalagi sampai memakannya. Musti inget loh pak sama pesan pak ustad. Beliau pernah to bilang masalah ini."


Al-Luqathah adalah semua barang yang terjaga, yang tersia-sia, dan tidak diketahui pemiliknya. Umumnya berlaku untuk barang yang bukan hewan. Adapun hewan disebut ad-dhallah (tersesat).


Hukum mengambil barang temuan disunahkan, bahkan ada pendapat yang mengatakan diwajibkan. Jika di suatu tempat yang aman untuk barang yang ditemukan, apabila ditinggalkan atau dibiarkan, maka disunahkan untuk diambil.


Apabila barang itu ditemukan di tempat yang tidak aman untuk barang temuan tersebut, maka wajib diambil. Namun, apabila ia tahu bahwa dirinya mempunyai ketamakan untuk itu, maka haram baginya mengambil barang tersebut.


Dasar masalah ini adalah hadis yang diriwayatkan dari Zaid bin Khalid, berkata: ''Seseorang datang kepada Rasulullah SAW menanyakan tentang barang temuan, maka beliau bersabda, ''Lihatlah kemasannya dan pengikatkanya. Kemudian umumkan selama satu tahun hingga datang pemiliknya. Kalau tidak datang, maka barang itu terserah kamu."


Orang itu lalu berkata, ''Bagaimana kalau kambing tersesat?'' Rasulullah menjawab, 'Apakah ia milikmu atau saudara kamu (orang lain) atau binatang buas?'' Orang itu bertanya lagi, ''Bagaimana kalau unta sesat? Rasulullah menjawab, ''Biarkan dia tak ada urusannya denganmu, dia mempunyai kantong minuman sendiri, dan kakinya sudah bersepatu sendiri. Ia mencari air dan memakan dedaunan pohon, sampai dia diketemukan oleh tuannya.'' (Hadis riwayat Bukhari).


Namun, hukum ini tidak berlaku bagi barang temuan (al-luqathah) yang ditemukan di Makkah. Bila ada barang temuan tertinggal di Tanah Suci, maka diharamkan mengambilnya kecuali untuk diumumkan. Rasulullah SAW bersabda: ''Tidak boleh memungut barang temuannya (maksudnya Makkah) kecuali bagi orang yang akan memperkenalkannya."


Wajib hukumnya bagi orang yang menemukan barang temuan untuk mengamati tanda-tanda yang membedakannya dengan barang lainnya, baik itu berbentuk tempatnya atau ikatannya, demikian pula yang berhubungan dengan jenis dan ukurannya. Bagi yang menemukannya juga berkewajiban memelihara barang temuan 8itu seperti memelihara barangnya sendiri. Dalam hal ini, tidak ada bedanya untuk barang yang remeh atau barang penting.


Barang tersebut berada padanya sebagai barang wadi'ah (titipan). Ia tidak berkewajiban menjamin jika terjadi kecelakaan kecuali dengan sengaja. Kemudian setelah itu, ia berkewajiban mengumumkannya kepada masyarakat dengan berbagai cara: di pasar dan di tempat-tempat lain yang diduga kuat pemiliknya ada di tempat itu.

__ADS_1


Jika pemiliknya datang dan ia menyebutkan tanda-tanda dan ciri-ciri barang temuan tersebut dengan sempurna, maka si penemu dibolehkan menyerahkanya kepada orang tersebut, sekalipun tidak ada bukti nyata. Jika pemilik tidak datang, penemu berkewajiban mengumumkannya selama satu tahun.


Setelah satu tahun tidak ada yang mengaku, maka halal baginya bersedekah dengan barang tersebut atau memanfaatkannya sendiri baik dia orang kaya maupun miskin. Dan dia tidak berkewajiban menjaminnya.


"Sekarang sampean(kamu) ngerti kan Pak?"


"Iya Bu, maafkan bapak. Soalnya bapak kasihan sama ibu kalau nggak makan hari ini." Menyeka air matanya.


"Ibu lebih baik tidak makan Pak, dari pada kita makan sesuatu yang tidak halal."


"Kita balikin dompetnya dan makanan ini juga," ucap istrinya, dan sang suami mengangguk tanda setuju. Jadilah kedua lelaki dan perempuan paruh baya tersebut hendak mencari alamat Nadya.


Berhasilkah keduanya menemukan rumah Nadya? Dan apa yang akan Nadya lakukan pada keduanya?"


Tunggu di next episode.


Maaf ya up nya telat karena author lagi kurang sehat.


🌹Bersambung.....🌹


Terimakasih sudah membaca.


Sambil menunggu novelku yang ini terbit, baca juga yuk novel ku Nyanyian Takdir Aisyah.


Dan Novel Author lain yang tak kalah menarik.


Fit Tree Fitri.


Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa


Mengejar Cinta Ariel


Tabib Cantik Bulan Purnama


* Almaira My Secret Wife


My Love My Babysitter


* Sohibul Ikhsan. Putih Abu - Abu


Kembar Tidak Identik


*Ergina Putri


Melawan Rasa Takutku


Putri Asisten Pribadiku


* Putri Tanjung


OB Kerudung Biru


* Sudrun


Samudra


Penjelajah Malam


*Envy Yo Wesben.


My Princess OG.


* Karlina Sulaiman


Mencintaimu dalam Diam


Kembali


*Laura V


Sang Pengoda


*Bintun Arief


Keteguhan Hati

__ADS_1


*Kauma


I Love My Army Wife


__ADS_2