Cinta Bersemi Diujung Musim

Cinta Bersemi Diujung Musim
PULANG KERUMAH 2


__ADS_3

🌹Assalamualaikum readers lover semua, terimakasih sudah membuka chapter ini , jangan lupa like dan komennya karena itu akan membuatku semakin semangat untuk terus menulis. Semoga kalian selalu sehat dan murah rezekinya, aamiin.🌹


Selamat Membaca!


*****


Di dalam mobil ....


Masak ... masak sendiri


Makan ... makan sendiri


Cuci baju sendiri


Tidur ku sendiri


Pacar aku tak punya


Kekasih pun tiada


Semua telah pergi


Tak tahu kemana


Lantunan lagu dangdut berbunyi syahdu dari Caca Handika mengiringi perjalanan Fatim dan Nadya yang mengantar Yati pulang kerumahnya. bukan karena Fatim atau Nadya penggemar lagu dangdut melainkan lagu itu berasal dari gawainya Yati yang katanya pakai headset tetapi suaranya masih terdengar oleh orang lain saking besar volumenya.


Kedua ibu dan anak itu hanya tersenyum melihat tingkah Yati yang menggoyangkan kepalanya mengikuti irama lagu. Sesekali ia menoleh kearah Fatim dan melemparkan senyum manisnya.


Melihat sahabatnya yang asyik sendiri membuat Fatim juga mengambil headsetnya. Ia segera memasangkan nya ketelinga. Kemudian mulai mencari-cari lagu yang enak untuk di dengar di chanel youtoube. Akhirnya pilihan Fatim jatuh pada lagu Rossa yang berjudul Hijrah Cinta.


Pada hari, bulan, tahun


Detik, menit, diriku bernapas


Ada gelombang menggerah


Memaksaku menghentikan semua


Kuhentikan kegilaan hidup


Denganmu jiwa ini terisi


Aku mencintai engkau


Begitu besar tak terbandingi


Namun bila saatnya


Aku harus pergi juga


Tinggalkan engkau


Tinggalkan semua


Hijrah cintaku menguatkan alasanku


Untuk menjadi manusia lebih baik


Namun saat sinar-Nya datang menjemputku


Mana mungkin aku berlari


Aku harus meninggalkan semua cinta ini


Dan bila nanti bertemu Dia kumohonkan


Kembalikanlah kami, satukanlah lagi


Di surga-Mu, Ya Allah


Segunung kepingan dinar


Tak bisa mengalahkan kilau cintaku


Bahagia 'ku melihatmu mampu tersenyum


Kalahkan getir


Namun bila saatnya


Aku harus pergi juga


Tinggalkan engkau


Tinggalkan semua


Hijrah cintaku menguatkan alasanku


Untuk menjadi manusia lebih baik


Namun saat sinar-Nya datang menjemputku


Mana mungkin aku berlari


Namun saat sinar-Nya datang (menjemputku)


(Mana mungkin aku berlari)

__ADS_1


Aku harus meninggalkan semua cinta ini


Dan bila nanti bertemu Dia kumohonkan


Kembalikanlah kami, satukanlah lagi


Di surga-Mu, Ya Allah


Di surga-Mu, Ya Allah


Tak terasa air mata Fatim mengalir saat mendengar dan meresapi lagu Hijrah Cinta, ia merasa seolah-olah merasa itu adalah dirinya. Dalam hatinya dia bertekad untuk menjadi manusia yang lebih baik juga. Ia ingin menjadi kebanggan kedua orang tuanya.


Melihat Fatim yang sedang menghapus air matanya membuat Nadya merasa khawatir.


"Sayang!" Nadya memegang pundak Fatim. Kamu baik-baik saja kan?" tanya Nadya.


Fatim segera menoleh pada Nadya, ibunya.


"Kenapa, Ma?" Fatim melepas headsetnya.


"Kamu kenapa menangis?" Mengusap pipi putrinya.


"Oh, ini hanya sedih saja dengar lagunya Rossa yang berkisah tentang kisah seorang anak dan kedua orang tuanya. Dalam mengapai cinta Allah." Memasukkan headsetnya kesaku jaket.


Melihat Fatim dan ibunya sedang berbicara Yati juga membuka headsetnya.


"Loe kenapa, Frenku? Sakit lagi? Please jangan sakit lagi ya! Loe nggak bosen baring sambil di infus?" cerocos Yati yang membuat Fatim dan Nadya tertawa.


"Ihhh loe ya, siapa juga yang sakit. Loe ngedo'a in gue biar sakit lagi?" tanya Fatim dengan niat bercanda.


"Nggak lah, mana ada!" bantah Yati dengan bibir yang sudah mancung.


"Ya udah nggak usah manyun gitu. Tuh kita udah sampai rumah loe, mau turun kagak?!" Fatim melirik sahabatnya.


Yati yang merasa tidak percaya mereka sudah sampai segera melihat sekelilingnya. Dan ternyata memang sudah sampai.


"Eh ... iya beneran udah sampai. Oke gue turun." Membuka seatbeltnya.


"Tan, terimakasih banyak ya. Dan loe fren, cepet sekolah ya. Gue sepi bin malas selama loe nggak ada." Tersenyum menatap sahabatnya.


"Iya, do'a in aja. Semoga gue cepet masuk sekolah. Gue juga udah rindu pengen menikmati indahnya pemandangan alam sekitar." Mata Fatim berbinar menghayal kalau dia sedang jalan-jalan bersama motor kesayangannya.


"Bye!" ucap Yati yang membuyarkan lamunanya.


"Bye, too. Eh Fren!" sapa Fatim pada Yati yang mulai berjalan.


"Kenapa, Sayang?" tanya Nadya.


"Nih!" Fatim mengangkat bungkusan mie ayam pesanan ibunya Yati.


"Ohh ya, mama hampir saja melupakannya." Membuka tasnya lalu mengambil amplop dan mengisinya dengan beberapa lembar uang kertas seratus ribu.


"Ongkos Yati sekolah, kan kamu belum boleh bawa motor sendiri?" jawab Nadya.


Wajah Fatim seketika sedikit lesu.


"Hei, kenapa lesu? Sakit lagi?" tanya Yati yang sudah melonggokan kepalanya di kaca jendela.


"Iya gue sakit," jawab Fatim asal.


"Yang bener, mana yang sakit?" Yati terlihat panik.


"Perasaan gue yang sakit, nggak di kasih mama naik motor," ucap Fatim lagi.


"Ohhhhhhhhh," ucap Yati tersenyum.


"Panjang amat oh nya. Nih pesanan ibu, loe." Menyerahkan bungkusan mie ayam.


"Ah iya. Hampir saja gue lupa. Terimakasih banyak ya, sekali lagi deh terimakasih banyak yaaaaaaaa," teriak Yati kencang.


"Uhhh, dasar loe ya," balas Fatim dengan berteriak.


"Ha ... ha ... ha ...." Yati tertawa sambil melambaikan tangannya.


*****


Kini mobil Fatim dan Nadya melaju. Setelah beberapa menit Nadya meminta Momon berhenti disebuah rumah makan mewah.


"Mon, minggir di sini saja. Aku akan bertemu klien di rumah makan itu." Nadya menunjuk sebuah rumah makan mewah dengan plang nama Rumah Makan Jelita.


Momon segera menepikan mobil mereka. Sedangkan Nadya sudah melepas seatbeltnya." Sayang, kamu mau ikut?" Tersenyum pada putrinya.


"Nggak, Ma. Fatim pulang aja ya, badan rasanya udah pegel, mau rebahan. Lagian aku sudah rindu sama kamar kesayanganku," ucap Fatim seraya tersenyum.


"Baiklah, mama nggak lama kok. Kalian hati-hati ya." Nadya mengecup kening putrinya sebelum Momon menjalankan mobilnya.


Kini tinggal lah Fatim dan Momon menuju kerumah kediaman mereka. Fatim terlihat masih sangat lemas namun karena ia merindukan kamarnya membuat dia berusaha untuk tetap tegar.


*****


Mobil Momon sudah memasuki parkiran kediaman Nadya. Tampak wajah Fatim mulai berbinar rasa tak sabar ingin segera rebahan dikamarnya membuat Fatim kurang hati-hati. Bajunya terjepit dipintu mobil hingga hampir membuatnya terjatuh.


Krekkk


"Auwww, astagfirullah yaa Allah, hampir saja," ucap Fatim yang kembali membuka pintu mobil untuk menarik bajunya yang tersangkut.


"Hati-hati, Neng. Jangan buru-buru, kamar neng Fatim nggak akan lari kemana-mana kok," ucap Momon.

__ADS_1


Fatim hanya nyengir kuda, menertawakan kecerobohannya. Fatim tidak menyadari ada seseorang yang mengawasinya sejak berangkat dari rumah sakit.


*Hati-hati gadis manis, ingin rasanya aku membantumu, tapi kalau aku turun pasti kamu akan sangat marah padaku, bisa-bisa malah kamu membenciku. Dan aku tidak mau itu terjadi, suatu hari aku akan datang untuk bertamu kerumahmu nanti, aku pergi sekarang.*


Sebuah mobil fajero hitam meninggalkan kediaman Fatim melaju menjauh membelah keramaian jalanan kota Jakarta.


Sementara itu Fatim dengan perlahan mulai menapaki kakinya memasuki halaman pintu utama. Baru akan memanggil Momon namun batang hidungnya sudah tidak nampak.


*Loh kok nggak ada sih? Pak Mon kemana ya? Atau jangan-jangan tadi bukan pak Mon tapi ...? Ah nggak mungkin ah masak siang-siang nyamar jadi pak Mon. Tapi kenapa menghilang ya? Bodo' ah, lebih baik gue masuk sekarang. Udah nggak sabar mau rebahan.*


Fatim segera membuka pintu, namun lagi-lagi ia di buat heran. Keadaan rumahnya sangat sepi.


"Aku pulang," teriak Fatim seperti biasa, ada yang diam-diam menahan rasa haru karena merindukan kebiasaan anak majikannya itu. Ya ... dia adalah bik Ijah. Namun ia belum bisa memeluk Fatim lantaran masih bermain peran.


"Tumben sepi, pada kemana nih penghuni rumah gue, baru tiga minggu udah banyak perubahan yang terjadi atau jangan-jangan mereka semua sudah nggak kerja di sini lagi?" ucap Fatim pada dirinya sendiri.


Akhirnya Fatim menutup kembali pintu utama, dan langsung naik kelantai dua menuju kamarnya. Baru dua anak tangga yang dinaikinya sebuah balon terbang melintasinya dengan tulisan Well Come Back.


Kemudian Fatim melanjutkan langkahnya dan kembali menemukan seikat bunga mawar yang cantik dengan tulisan We Miss You. Fatim kembali menaiki anak tangga yang terakhir, dia melihat banyak sekali bunga dan balon yang terpasang dipinggir jalan menuju kekamarnya, dan tepat di depan pintu kamarnya terpasang gantinga love dari bunga yang bertuliskan We Love You Fatimah Ananbra.


Kemudian Fatim membuka pintu kamarnya, ia sangat terkejut semua asisten rumah tangganya, sopirnya, dan wanita terkasihnya Nadya sudah berdiri di sana. Mereka membawa boneka kesukaan Fatim yaitu Doraemon dan Hello Kitty.


Satu persatu mereka menyalami dan memeluk Fatim yang sudah mereka anggap seperti anak sendiri. Dan terakhir Nadya yang memeluk erat putrinya.


"Kok Mama juga ada di sini? Katanya mau bertemu klien?" tanya Fatim penasaran.


"Iya, maafkan mama ya. Mama terpaksa bohongin kamu untuk membuat penyambutan buat putri mama tercinta." Nadya memeluk putrinya.


"Sekarang kamu istirahat ya, tetapi ganti dulu bajumu dan jangan lupa bersihin juga badanmu, setelah itu baru istirahat," ucap Nadya sebelum meninggalkan kamar putrinya.


"Iya, Ma. Terimakasih banyak." Melambaikan tangannya pada Nadya.


"Yaa Allah, terimakasih untuk segalanya. Gue sangat bahagia mempunyai mama dan semua orang yang menyayangi gue dengan tulus. Semoga Engkau selalu menjaga dan melindungi mereka dimanapun berada," ucap Fatim dengan menegadahkan tangannya keatas dekat dadanya.


🌹Bersambung.....🌹


Terimakasih sudah membaca!


Sambil menunggu novelku yang ini terbit, baca juga yuk novel ku Nyanyian Takdir Aisyah.


Dan Novel Author lain yang tak kalah menarik.


Fit Tree Fitri.


Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa


Mengejar Cinta Ariel


Tabib Cantik Bulan Purnama


*Ergina Putri


Melawan Rasa Takutku


Putri Asisten Pribadiku


* Putri Tanjung


OB Kerudung Biru


*Envy Yo Wesben.


My Princess OG.


* Karlina Sulaiman


Mencintaimu dalam Diam


Kembali


*Laura V


Sang Pengoda


*Bintun Arief


Keteguhan Hati


*Novi Wu


Bos Come Here Please!


*Ricky Wijaksono


Api Dibumi Majapahit


*Samar


Cinta Di antara Dendam


* Sylala Yaya


Istri kedua tuan Krisna


* Cherin Kauma


l Love My Army Wife

__ADS_1


*Oktavia Tresiani


Pacarku Hantu


__ADS_2