Cinta Bersemi Diujung Musim

Cinta Bersemi Diujung Musim
RUANG BK


__ADS_3

Ancaman Gladis...


"Awasss loe Fatim, gue nggak terima loe perlakukan seperti ini, gue akan laporin loe ke kepala sekolah.. " Ancam Gladis sambil berlalu bersama teman - temannya dengan tubuh yang sudah basah kuyub.


"Fatimmm loe hebatttt.." Memeluk Fatim.


"Biasa aja kali kak.. "


"Baru kali ini gue lihat ada yang berani membalas Gladis CS.. "


"Oh Fatim you are my hero.. " Ucap Sari terharu.


"Udahlah kak yuk kita selesaikan kewajiban kita baru kita istirahat.. " Ajak Fatim.


Dengan semangat Fatim, Sari, dan teman - teman lainnya menyelesaikan tugasnya.


Baru saja akan bernafas lega dan hendak menuju ke kelasnya suara pengumuman telah terdengar keseluruh pelosok sekolah.


"Perhatian semuanya siswi yang bernama Fatimah Ananbra silahkan menghadap keruang BK sekarang, demikian pengumuman yang disampaikan kali ini sekian dan terimakasih.."


"Fatim itu kan nama loe, jadi itu berarti Gladis CS sudah.. " Sari tak melanjutkan ucapannya dan melirik Fatim.


"Iya kak, gue udah siap kok.. " Tersenyum melihat Sari.


"Kami akan siap bersaksi untuk loe Fatim.. " Ucap semua teman yang tadi dihukum bareng Fatim.


"Makasih ya atas perhatian loe semua ke gue, gue ke BK dulu.. " Berlalu menuju ruang BK.


"Fatimm freen tungguin gue.. " Berlari menghampiri Fatim.


"Kenapa Yat, loe habis dikejar anjing hah..? "


"Bukan.. gue.. gue.. hiks.. hiks.. " Yati tak bisa lagi melanjutkan kata - katanya.


"Udah deh Yat nggak usah lebay napa?"


"Semua karena gue.. Loe dihukum karena gue dan sekarang loe dipanggil ke BK semua karena.. " Yati tidak dapat melanjutkan ucapannya karena mulutnya sudah ditutup oleh Fatim.


"Shiiiiit.. Nggak usah dilanjutin, gue nggak mau dengar loe nyalahin diri loe sendiri, semua ini bukan loe atau gue yang mau, tapi semua sudah diatur sama yang Maha Kuasa oke.. " Menepuk pundak Yati.


"Loe kembali aja ke kelas, tungguin gue disana ya, gue nggak akan lama kok.. " Berlalu menuju ruang BK.


*Ya Allah lindungilah teman gue Fatim, ia selalu menjaga dan peduli sama gue dengan sepenuh hatinya, selalu limpahkan kesehatan dan kebahagiaan untuk Fatim, aamiin. Batin Yati.*


Kini Fatim menyusuri koridor sekolah menuju ke ruang BK.


"Tok... Tok.. Assalamualaikum.." Ucap Fatim.


"Masuk! "


"Klek.." Pintu terbuka dan Fatim masuk ke ruang BK disana sudah ada Gladis CS, Bapak Rizal Reyendra sang kepala Sekolah dan bu Intan selalu guru BK di SMA Unggulan.


"Silahkan duduk Fatim.. " Ucap bu Intan dengan ramah.

__ADS_1


"Terimakasih bu.. " Menarik kursi didepannya dan duduk.


"Begini Fatim, Ibu bermaksud memanggilmu kemari karena ada yang ingin dibicarakan, tentang insiden tadi pagi di tolilet yang dialamai oleh Gladis.." Terang bu Intan.


Belum sempat Fatim menjawab Bapak Rizal Reyendra selaku kepala Sekolah di SMA Unggulan angkat bicara.


"Apa kamu tidak tahu anak siapa yang kau aniaya hah..? "


*Cih.. tahu juga tidak apa yang sebenarnya terjadi tetapi sudah menghakimi, apa dia pantas menjadi pemimpin disekolah ini, lihat saja apa yang akan dia lakukan jika melihat kelakuan anaknya, batin Fatim. *


"Heh kenapa diam hah, apa kamu mau saya keluarkan dari sekolah ini ?"


"Pak, sebaiknnya Bapak sabar dulu, kita dengar dulu apa yang dapat Fatim jelaskan.." Ucap Bu Intan yang sedikit khawatir kalau Fatim akan dikeluarkan dari sekolah.


Semua diam, hening menanti penjelasan Fatim.


*Rasain loe curut, mati kutu loe sekarang, semoga aja loe cepat dikeluarkan dari sekolah ini, ha.. ha.. Batin Gladis. *


"Fatim !"


"Apa kamu punya penjelasan sayang..?" Tanya Bu Intan lembut.


"Maaf bu sebelumnya, saya tidak punya penjelasan apa - apa tetapi silahkan Ibu atau Bapak saksikan tayangan berikut.. "


Dengan cepat Fatim menyiapkan sebuah layar OHP melalui infokus dan meminjam laptop Bu Intan, kemudian segera menayangkan sebuah video saat mereka sedang ditoilet sampai Gladis Cs datang.


Fatim memang sudah mempersiapkan segalanya saat melihat Gladis Cs datang, ia segera menghubungi Momon asisten pribadinya untuk merekam video siapa tahu nanti dibutuhkan, dan prediksi Fatim sangat benar.


Rec. Video :


"Yah.. kenapa kalian kotori lagi sih, kita baru saja membersihkannya, kita sudah capek Dis.. " Ucap Sari salah satu anak kelas 11A juga yang tadi dihukum bersama Fatim.


"Oh maaf ya Sari kita sengaja.. Ha. ha.. " Ucap Gladis dan diikuti ketiga temannya.


Sari terlihat sangat kesal dan hampir menangis, dia tahu tidak akan mungkin melawan Gladis CD.


"Kenapa kak Sari ? Apa terja.. " Fatim tak melanjutkannya ucapannya saat tahu yang mencari ulah adalah Gladia CS.


"Kenapa diem.. takut loe hah.. " Bentak Gladis.


"Gue.. takut.. nggak.. " Ucap Fatim sambil menggelengkan kan kepalanya.


"Gue nggak takut sama loe, gue hanya nggak mau cekcok sama loe dan CS loe itu, sebaiknya loe segera pergi dan bawa sampah - sampah loe itu.." Ucap Fatim santai.


Sari tampak semakin takut melihat Fatim yang berani ngejawab Gladis CS.


"Fatim.. udah nggak usah dilawan loe belum tahu siapa mereka.." Bisik Sari.


"Udah kak nggak apa - apa kok, gue kenal siapa mereka, kakak tenang saja.. " Ucap Fatim berbisik ditelinga Sari.


"Heh loe ngomongin kita ya hah.. nih rasakan ini.."


Gladis mengambil tumpukan sampah dan Melemparnya kewajah Fatim dan Sari, namun dengan cepat Fatim menarik tubuh Sari menghindar, sehingga tumpukan sampah yang dilempar Gladis berhamburan memenuhi ruang toilet yang sudah Fatim bersihkan.

__ADS_1


"Loe bisa diomongin baik - baik nggak kak Gladis CS, gue nggak mau cekcok sama loe, jadi tolong segera bersihkan sampahnya dan tinggalkan toilet ini.. " Fatim mulai meninggikan suaranya.


"Kalau loe nggak mau cekcok sama kita - kita yang super dalam segala hal ini mau loe apa hah.. " Teriak Gladis.


"Kalian mau tahu apa mau gue.. ?" Perlahan Fatim berjalan mendekati Gladis sambil membawa ember yang penuh dengan air yang yelag bercampur dengan pembersih lantai dan..


"Byurrrr.. " Tubuh Gladis dibanjur oleh Fatim dengan air didalam ember.


"Akhhhh tubuh gue basah.. loe udah gila ya hah.. loe ti.. " Belum selesai Gladis bicara sekali lagi Fatim me menyiramnya dengan air itu dan sekarang dari atas kepala Gladis.


*Rekaman Video berakhir... *


"Saya tidak akan menjelaskan apapun, Bapak dan Ibu tentu dapat menilai sendiri apa yang sebenarnya terjadi.. " Ucap Fatim sambil duduk dengan tenang.


Wajah Bapak Kepala sekolah sudah memerah menahan Malu, tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya.


Sedangkan Bu Intan terlihat sangat lega, karena Fatim dapat membungkam Kepala Sekolah dengan bukti fisik yang sangat akurat, karena selama ini tidak ada yang dapat menentang Gladis dan Pak Rizal Reyendra.


"Gladis ! Cepat minta maaf pada Fatim.. " Ucap Bapak Rizal.


"Nggak... gue nggak mau, papi apa - apaan, nggak ada sejarahnya dihidup seorang Gladis mengalah dan meminta maaf pada orang miskin macam Fatim, cih... najis.." Teriak Gladis dan segera berlari keluar ruangan BK.


Wajah pak Rizal semakin merah menahan marah dan malu akibat ulah putrinya.


"Nggak apa - apa pak, nggak usah dibesar - besarkan, yang penting Bapak dan Ibu sudah tahu mana yang salah dan mana yang benar, apa masih ada yang ingin dibahas Bu? " Tanya Fatim berbasa basi.


"Sepertinya semua sudah Clear Fatim, terimakasih banyak sudah bisa memenuhi panggilan Ibu, silahkan kembali ke kelas dan belajarlah dengan baik.. "


"Terimakasih banyak Bu.. Pak, saya permisi.. Assalamualaikum.. " Berlalu keluar ruangan.


"Waalaikumussalam.." Ucap Bu Intan.


Fatim meninggalkan ruang Bk dengan senyum penuh kebahagiaan, dan diluar teman - temannya yang tadi sama - sama dihukum sudah menunggu dengan cemas tak terkecuali Yati, wajahnya sudah penuh linangan air mata.


"Hei.. Fren gue kenapa, perasaan nggak ada hujan tapi kenapa disini dah banjir aja.." Menepuk pundak Yati.


"Bagaimana loe pren., gue sangat khawatir..? " Tanya Yati masih terisak.


"Seperti yang loe lihat gue baik - baik saja, sudah ah nggak udah lebay pake hujan segala tu muka.." Sambil tertawa.


"Teman - teman, makasih ya udah khawatir sama gue, gue nggak apa - apa kok, sekarang semuanya bubar ya, kita kembali ke kelas untuk belajar.. " Ucap Fatim.


Akhirnya mereka semua bubar dan kembali ke kelas untuk belajar.


*Alhamdulillah semua dapat berjalan lancar, terimakasih ya Allah, batin Fatim lega.*


Dan diujung koridor Gladis menangis histeris karena tidak terima bisa dikalahkan Fatim dengan telak.


Bersambung....


Terimakasih ya sudah membaca karyaku ,jika suka tinggalkan jejakmu berupa like dan komen karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.


Jangan lupa Mampir juga ke Karyaku Nyanyian Takdir Aisyah dan novel favoritku Arsitek Cantik. Aku tunggu ya.

__ADS_1


__ADS_2