Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja

Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja
Bab 100


__ADS_3

"Huuuffff.... Capek...." gumam Zahra menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur yang di siapkan di hotel tempat mereka melakukan resepsi.


Sementara Lucas masih berada di ball room hotel bercengkrama dengan para tamu undangan, tidak etis rasanya dia harus naik ke kamar, karena di sana banyak kolega koleganya.


"Lucas, kamu dapat istri cantik begitu dari mana" ujar salah tamu undangan.


"Dia bekerja di perusahaan saya, di antara para wanita wanita yang saya temui hanya dia yang cuek dan tak memandang saya, terkesan acuh tak acuh, paling bicara saat bekerja saja, tanpa minat ingin menggoda saya" ujar Lucas membayangkan istri cantiknya itu.


"Iya, terlihat kok, dia bukan wanita yang gampang di sentuh, lembut sih tapi tegas kelihatannya.


Lucas hanya tersenyum dengan ucapan ucapan para tamu menilai sang istri, memang benar itu adanya, sedangkan dia mendapatkan Zahra harus turun semua keluarganya, dan harus meluluhkan tiga tamengnya itu.


"Hallo... Lucas selamat ya atas pernikahannya, semoga langgeng, walau pun kamu sudah menikah, kami masih mengizinkan kamu bersama Jessy kok, walau dia jadi yang ke dua kami ngak masalah" ujar Ayah Jessy dengan tidak tau malunya.


"Terimakasih atas do'a Tuan, tapi maaf saya tidak ada niat untuk menduakan istri saya, dan saya juga tidak berminat dengan anak anda" ujar Lucas dingin.


"Halah... Bukanya dulu pernah menjadi kekasih anak saya, kenapa sekarang jual mahal, ngak masalahkan di negara istri anda itu suami mempunyai istri lebih dari satu, yang penting anda bisa menafkahinya sudah bereskan masalahnya" ujar Ayah Jessy tidak tau malu.


Tamu undangan di sana hanya melongo mendengar penuturan Ayah Jessy itu dengan geleng gelang kepala.


"Astaga... Kok ada ya orang tua menginginkan anaknya jadi pelakor"

__ADS_1


"Ini orang lagi mabuk apa stres..."


"Kenapa dia merendahkan harga diri anaknya sendiri, orang tua macam apa ini"


Tamu tamu Lucas hanya bisa gelang geleng kepala mendengat celotehan tak perbobot Ayah Jessy tersebut.


"Hallo.... Tuan Marcus, apa anda masih ingat sama saya?" tanya seseorang tamu.


"Oh... Hallo... Juga Tuan Gerry apa kabar anda?" tanya Ayah Jessy dengan ramah.


"Seperti yang anda lihat sekarang sangat sehat, ternyata sifat anda belum berubah ya Tuan, masih suka menjajakan anak anda dengan orang orang kaya, tidak perduli anak anda akan menjadi pelakor di rumah tangga orang lain" sinis Tuan Gerry.


Dan Ayah Jessy memang dasar dablek mah santai seperti tidak ada masalah.


"Klau ada yang mau sama anak saya kenapa ngak sih, secara anak saya cantik dan sangat elegan" ujar Ayah Jessy santai.


"Hahahah.... Saya akui anak anda itu cantik tuan, tapi bukan elegan, tapi murahan, secara mau melempar tubuh di ranjang laki laki kaya. yang penting dapat uang banyak, dan tidak perduli dia harus berurusan dengan istri orang" Skakmat Tuan Gerry.


"Haiii... Tuan jaga bicara anda, anak saya tidak seperti itu" kesal Ayah Jessy, dia tidak ingin rupanya bobrok sang anak di ketahui oleh Lucas, karena dia ingin Lucas mau menjadikan anaknya jadi yang ke dua.


"Hahaha... Apa yang harus saya jaga, yang saya bicarakan itu memang fakta, bahkan saya pernah menjadi sugar baby anak anda saat dia masih duduk di bangku SMA, tapi saya juga bukan orang pertama buat anak anda tuan, dia sudah dol saat bersama saya" kekeh Tuan Gerry, yang memang suka bergonta ganti wanita.

__ADS_1


"Ha...." Lucas lansung terbengong mendengar fakta yang baru dia dapat, bersyukurnya dia lepas dari perempuan itu, Lucas bergidik sendiri mendengar penuturan Tuan Gerry.


"Astaga... Ini sangat sangat memalukan" ucap Oma yang entah dari kapan sudah ada di sana bersama keluarga yang lainnya, dia juga ikut terkejut mendengar fakta itu, sungguh dia sudah di tipu oleh sahabatnya itu.


"Ehh... Nyonya jangan di dengarkan ucapan Tuan Gerry dia mungkin sedang mabuk" ujar Tuan Marcus, yang kaget melihat sudah banyak keluarga Lucas yang berkumpul di sana.


"Bagaiman saya bisa mengenal orang orang seperti anda" ujar Oma Chaterine yang merasa tertipu.


"Memalukan" ucap Opa Jordane merasa harga dirinya di injak injak oleh teman istrinya itu.


"Sudah lah Dad, jangan terlalu di fikirkan, yang penting Lucas sudah lepas dari wanita itu, dan mendapatkan istri yang lebih cantik, baik hati" ujar Mommy Lusi.


"Ah... Jangan terlalu percaya sama orang kalangan bawah Nyonya, takutnya dia hanya memanfaatkan harta anak anda" ujar Tuan Marcus mencoba mengompori keluarga Lucas.


"Lebih baik anda keluar dari sini tuan, jangan mengacau di acara kami" usir Mommy Lusi.


"Baiklah saya akan keluar, tapi penawaran saya tadi masih berlaku loh Lucas" ujar Tuan Marcus dengan santai nya, lalu beranjak pergi dari sana.


"Astaga namanya sangat cocok dengan kelakuaanya, rakus" gerutu Mommy Lusi


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2