
Hari pernikahan Zahra dan Lucas tinggal dua hari lagi, kini Zahra sengaja di umpetin oleh Mommy Lusi di sebuah hotel berbintang dan itu tentu saja membuat Lucas uring uringan.
Bagaimana tidak calon istrinya tidak bisa dia temui dan tidak pula dapat dia hubungi, karena hp Zahra sengaja di sita oleh sang Mommy. Mommy Lusi sangat tau anaknya itu pasti akan nekad mencari Zahra klau dia tau Zahra berada dimana.
"Aaakkkggg.... dasar Mommy... tega banget sama anak sendiri, bisa bisanya dia ngimpetin Zahra" dengus Lucas yang kini sedang duduk di meja kebesarannya, untuk memeriksa berkas yang sengaja dia kerjakan, agar dia bisa pergi hanimun dengan tengan dan tidak ada yang mengganggu hanimunnya untuk beberapa minggu kedepan bersama sang istri.
"Siang Bos..." ucap Adrian sambil membawa tumpukan File di tangan nya, membuat mata Lucas melotot sempurna.
"Apa apaan loe Yan..." omel Lucas.
"Ini semua sangat penting, dan klau loe ngak ngerjain ini, gue jamin haninum loe akan terganggu" kekeh Adrian.
"Aagggkkk.... dasar wedus loe Yan..." kesal Lucas menatap Adrian dengan nyalang, namun Adrian hanya santai dan bodo amat.
"Nih... bos, kerjain kapan perlu loe lembur, lusa loe sudah nikah dan bisa senang senang sama istri cantik loe" ucap Adria dan meletakan File itu di tumpukan File ada di atas meja Lucas, saking banyak nya file yang akan di periksa Lucas sampai sampai tumpukan itu ada dua tumpukan dan saat duduk di kursinya kepala Lucas tidak kelihatan saking tingginya file file tersebut.
"Ya.... gue bosnya di sini! kenapa jadi loe yang ngatur ngatur gue!!" kesal Lucas.
Adrian hanya acuh mengangkat ke dua bahunya dan meninggal kan Lucas yang masih mengoceh di dalam sana dengan santainya.
"Dasar asisten ngak ada akhlak... bisa bisanya dia ngerjain gue kaya gini, yang bos itu sebenarnya siapa sih, dia apa gue?" dengus Lucas sambil melirik dua gunungan file di atas meja kerjanya, dia hanya mendengus kesal dan pasrah dengan semua itu.
mau tak mau Lucas tetap mengerjakan tugasnya itu sampai selesai, dan besok hari dia sudah tidak masuk kantor lagi, dia akan beristirahat sebentar sebelum acara pernikahannnya.
__ADS_1
Tok...
Tok....
Tok....
"Ya... masuk" teriak Lucas dari dalam"....
Ceklek....
Pintu terbuka dari luar.
"Permisi Pak...?!" sopan Angel.
"Ya... ada apa Gel...?" tanya Lucas.
"Tidak! tolong kamu pesankan saya makan siang saja, dan bawa kemari! kamu tidak lihat... pekerjaan sangat menumpuk, besok saya sudah istirahat di rumah" ucap Lucas.
"Baik Pak" ucap Angel dan berlalu dari ruangan bosnya itu, sementara itu Lucas kembali mengerjakan pekerjaannya dengan fokus.
"Loe dari mana sih... lama banget, kita kita sudah lapar lho" gerutu Firda kepada Angel yang baru sampai.
"Tadi gue nemuin bos dulu" ucap Angel apa adanya.
__ADS_1
Firda hanya mengangguk tanda mengerti, karena Angel memanglah sekretaris bosnya.
"Nanti kita jadi bridesmaide mereka kan?" ucap Sari kegirangan.
"Iya dong, kata Zahra pakaian kita nanti sore di anter sama suruhan Nyonya Lusi" ucap Firda tak kalah semangat.
"Mereka kira kura hanimun kemana ya?" tanya Angel menerawang.
"Zahra bilang sih, rahasia gitu" kekeh Angel.
"Mudah mudahan setelah menikah, hidup Zahra selalu bahagia ya, sudah cukup dia selama ini menderita" ucap Sari tercekat, dia tau banget perjalanan hidup sahabatnya itu.
"Aamiin...." saut teman temanya.
"Ya udah, mau makan apa nih?" tanya Firda yang memang sudah sangat lapar.
"Gue mau soto babat sama minumnya jus jeruk aja deh" ucap sari.
"Gue nasi pecel sama teh manis anget" Angel.
"Ok... gue pesan dulu ya" ucap Firda berlalu pergi memesan makanan.
"Eh gue pesan makan buat bos dulu deh" ucap Angel dan ikut pergi memesan makanan buat bosnya itu.
__ADS_1
"Lah... gue di tinggal sendiri" dumel Sari sambil menjatuhkan kepalanya di meja kantin itu.
Bersambung......