
Oma Catherina sangat bersemangat menunggu cucu mantunya yang akan datang, dia sibuk mendekor kamar cucu mantunya, agar cucu mantunya itu nyaman tinggal di sana.
"Kalian harus rapi menyusunnya, jangan sampai ada kesalahan" ujar Oma Catherina memerintah para pelayan.
"Baik Nyonya..." ujar Pelayan yang sangat sabar mendengar kecerewetan sang majikan.
"Baju bajunya sudah selesai kalian tata?" tanya Oma lagi.
"Sudah Nyonya" jawab pelayan lagi, dan tangannya tetap bergerak degan lincah merapikan kamar pengantin baru itum
"Ahh... baik lah, klau sudah selesai pindah ke ruang sebelah untuk cicit tampan ku" ujar Oma, karena dia tau klau Zahra sudah mempunyai anak, tepatnya keponakan tampan.
"Hah... kenapa saya jadi lupa sesuatu" gerutu Oma dan pergi begitu saja dari kamar yang bakal di tempati oleh Zahra.
"Huufff.... Segitu sayangnya Oma sama cucu menantunya, padahal ketemu juga belum" ujar salah seorang pelayan.
"Tentu saja Oma sayang, orang istri Tuan Lucas itu cantik sekali, aku pernah tidak sengaja melihat Nyonya sedang vicall dengan cucu mantunya, dia cantik suara lembut dan juga sopan" tutur pelayan tersebut.
"Benar kah... dia ngak seperti ular keket itu kan? yang suka merintah merintah kita dan ngak sopan pula, belum jadi menantu aja kelakuan sudah seperti nyonya besar di sini" keluh satu pelayan lagi.
"Hiii... Amit amit jangan sampai deh!" ucap salah satu lagi dengan mengedikan bahu kegelian.
__ADS_1
Sementara di bawah Oma Chaterina sedang mengumpulkan para bodyguard nya, untuk memberitahu ada seseorang yang tidak di izinkan masuk ke dalam rumahnya.
"Saya tidak mau tamu wanita ini, namanya Jessy, klau dia datang usir saja, saya tidak ingin dia mengacaukan pesta cucu saya" titah Oma.
"Baik Nyonya..." ucap Bodyguard dengan serempak, apa yang di ucapkan oleh majikannya itu adalah perintah.
"Ya sudah... Kembali berjaga ucap Oma, dan dia menggeloyor masuk dengan cuek nya, meninggalkan para Bodyguard yang masih berkumpul di depan sana.
Para Bodyguard yang sudah tau sifat majikanya itu hanya geleng geleng kepala, dan membubarkan diri dengan sendirinya
Sementara Lucas dan rombongan sudah sampai di bandara, sedang menunggu jemputan.
"Capek sayang..." ucap Lucas kepada sang istri, yang sudah melakukan perjalanan berjam jam dengan pesawat.
"Aku juga capek Yah... Jangan bunda aja yang di perhatiin, lupa ya sama anak, gimana klau punya adik bayi, bisa ketinggalan kali, klau yang di perhatiin cuma bunda, tapi sama anak lupa" cerocos Kenzo tanpa Jeda.
"Astaga... Anak ini" gumam Lucas tentu saja berani dalam hati.
"Oalahhh.... anak Ayah capek ya, ya sudah gendong sama Opa sana" ujar Lucas tanpa beban.
Daddy Bagas tentu saja mendelik tidak suka, emang dia pikir Kenzo doang yang capek, dia sendiri sampai encok kumat gara gara kelamaan duduk.
__ADS_1
"Opa itu sudah tua, tulang saja hampir keropos masa aku tengga minta gendong sama Opa, Ayah saja yang gendong aku, klau Ayah tidak kuat, bearti Ayah juga sudah tua, malang benar nasip bunda aku dapat suami aki aki" keluh Kenzo.
"Haiii.... sembarangan kamu ya... mana ada Ayah tua, sini.... Ayah sanggup gendong kamu sampai ke rumah" kesal Lucas tidak terima di katai tua, dan tulang keropos sama anaknya itu.
"Yeeesss...." gumam Kenzo dalam hati.
"Ngak usah Ayah... klau Ayah ngak ikhlas percuma saja gendong aku" ucap Kenzo pura pura menolak.
"Ayah tidak keberatan kok, sini Ayah gendong, Ayah akan buktikan klau Ayah ini laki laki kuat" ucap Lucas penuh semangat.
"Baik lah... klau Ayah memaksa" ujar Kenzo mendekat ke arah Lucas dan masuk ke dalam pangkuan Ayahnya, sambil menatap ke arah belakang, tepatnya ke arah Daddy Bagas sambil mengedipkan mata dan tersenyum lebar penuh kemenangan.
"Astaga... Anak itu....bisa bisanya dia menprofokasi Lucas" gumam Daddy Bagas terkekeh, dia yang tadinya kesal dan ingin marah, akhirnya malah terkekeh melihat tingkah cucu nya itu.
"Ya ampun... Abang gue bisa bisanya di bodoh bodohi Kenzo" kekeh Emely.
"Anak ini... selalu saja memanfaatkan ke adaan" kekeh Filona sambil geleng geleng kepala.
zahra sangat tau akal licik anaknya itu, dia Hanya berani tertawa di dalam hati, klau sampai dia memperlihatkan tawanya sekarang, bisa bisa semalaman dia di bikin tidak tidur oleh sang suami.
"Hahaha....kau memang pintar memprofokasi orang nak" gumam Mommy Lusy.
__ADS_1
Sementara Filio hanya gelang gelang kepala dengan kelicikan keponakannya itu.
"Nah... Itu jemputan sudah datang, ayo..." ucap Mommy yang sudah melihat sopir pribadi sang mama.