
"Tenang lah Om... jangan terbawa emosi, aku sudah merekam perempuan itu, apa Om yakin, ayah ku ini menyukai perempuan itu, bahkan pakaianya saja tak layak pakai, pakai baju anak tk seperti itu, masa ngaku ngaku orang kaya ngak selevel dengan kita yang cuma rakyat jelata, namun kita ngak pernah makai pakai yang kesempitan kaya gitu" cibir Kenzo.
Adrian terkekeh mendengar celotehan Kenzo itu, dia tau siapa yang di bilang oleh Kenzo itu.
"Haii... kenapa loe tertawa bukannya bantuin gue" dengus Lucas kesal dengan sahabatnya itu.
"Gue yakin itu si Anggia dia baru pulang dari luar negeri dua hari yang lalu, gue lupa kasih tau loe" kekeh Adrian.
"Aiss... sialan loe" kesal Lucas, bisa bisanya dia kecolongan.
"Apa kamu punya foto perempuan itu sayang!" tanya Lucas.
"Punya..." Kenzo mengambil hp di kantong celananya, dan meyodorkan ke tangan Lucas.
"Nih..." ujar Kenzo santai.
Adrian dan Lucas gegas melihat foto perempuan pembuat onar tersebut.
"Nah kan... benar, ini ulah Anggia" ucap Adrian yang masih fokus melihat ke arah dada Anggia yang hampir tumpah itu.
Melihat tingkah Adrian yang tak berkedip itu, membuat Lucas kesal, dan dengan sengaja dia menoyor kepala Adrian sedikit kasar.
"Aduhhh.... sakit sialan...!" kesal Adrian.
__ADS_1
"Bodo amat, lagian mata loe itu ngak bisa di kondisikan!" dengus Lucas.
"Abis yang di anggurin, rezeki depan mata" ucap Adrian cengengesan.
"Udah jadian aja loe sama dia, kan lumayan pepaya bangkok" ketus Lucas.
"Ogah gue, liatin doang sih ngak masalah, mau di jadiin milik pribadi oh no.... itu besarnya sudah ngak alami, sudah biasa di kasih pengembang sama jari jari nakal kucing garong di luar sana, lagian itu yang bawah entah sudah selonggar apa secara sudah berapa banyak ular sawah, ular kadut, ular piton, pentungan hansip bahkan tongkat bisbol keluar masuk dari sana, hi..." ucap Adrian bergidik ngeri yang sudah tau sepak terjang Anggia di luar sana.
Mereka melupakan dua makhluk yang sedang menunggu penjelasan Lucas itu, Kenzo yang masih polos ngak tau apa topik yang di bicarakan dua lelaki itu, sementara Filio yang sudah dewasa tentu paham apa yang di ucap kan ke dua laki laki itu, sehingga membuat pipi Filio merona, mendengar ucapan vulgar calon abang ipar dan asistennya itu.
"Apa sudah bisa kasih tau kami ayah, apa benar dia calon tangan ayah, apa selera ayah memang seperti itu, cantik sih, tapi kok bajunya kekecilan banget, masa keluar rumah pakai baju keponakannya yang masih tk, kan ngak muat, ngakunya orang kaya, tapi baju aja ngak ke beli, mending Bunda ku kemana mana, walau di katai kismin tapi bunda ku ngak pernah tuh... pakai baju kekecilan gitu" oceh Kenzo memanyunkan bibirnya.
Filio juga memandang Lucas dengan tatapan tajam, dia ingin tahu apa jawaban calon abang ipar yang terrancam batal itu.
"Maaf sayang?! ayah lupa ada kalian, jadi gini... wanita itu, dulu teman masa kecil ayah, seiringinya waktu, kami tumbuh besar dan kami kuliah di luar negeri di kampus yang sama, dia menyukai ayah, namun ayah tidak pernah menyukai dia, karena ayah tau dia gadis yang buruk tidak bisa menjaga mahkotanya dengan baik dan terkesan meng obral murah, karena kami tinggal di luar negeri dia hidup dengan budaya orang luar dan melupakan budaya negeri sendiri"
"Ayah tidak pernah bertunangan dengan dia, cuma orang tuanya memang ingin menjodohkan kami, namun ayah menolaknya mentah mentah, dan itu terjadi jauh sebelum ayah mengenal bunda mu..." ujar Lucas panjang lebar.
"Jadi kesimpulannya apa...?" tanya Filio yang belum puas dengan jawaban Lucas itu.
"Abang bukan tunangannya dan juga bukan kekasihnya, abang tidak menyukai wanita itu, wanita yang abang sukai hanya kakak mu seorang" ucap Lucas tegas.
"Benar kah... apa kah abang ngak bohong?" tanya Filio yang takut klau suatu saat nanti kakanya akan tersakiti di masa mendatang.
__ADS_1
"Iya benar... abang ngak bohong" ucap Lucas meyakinkan.
"Baik lah... aku percaya abang, tapi ... ingat, klau abang menyakiti hati kakak ku, aku akan membawa pergi kakak ku dari sisimu, dan aku tidak akan pernah mempertemukan kalian lagi" ancam Filio.
"Iya abang janji" ucap Lucas meyakinkan.
"Aku pegang janji abang" ujar Filio.
Tok...
Tok...
Tok...
Pintu kamar Lucas di ketuk dari luar oleh seseorang.
Ceklek....
"Ada apa...?" tanya Adrian membuka pintu.
"Pengantin Pria di suruh ke lantai bawah, penghulu sudah datang" ujar kerabat jauh Lucas itu.
"Baik lah... kami akan ke bawah" jawab Adrian.
__ADS_1
Bersambung.....