Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja

Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja
Bab 24


__ADS_3

"Bumilll..... Akhirnya dia datang juga, kami sangat merindukan kamu tau" ujar Firda.


"Kemana aja sih, apa ngak rindu sama kami?" ujar Sari memeluk istri bosnya itu.


"Rindu banget malah, cuma ngak di izinin kemana mana, ini aja merajuk dulu baru bisa ikut" ujar Zahra terkekeh.


"Cewek Apa cowok ini?" tanya Angel mengelus perut buncit Zahra.


"Belum tau, kami belum melihat jenis kelaminnya" ujar Zahra ikut mengelus perutnya dengan sayang.


Sementara di rumah Sakit, Filona di buat pusing dengan tingkah Ibu Adrian yang mendesaknya menerima Adrian sebagai pacarnya.


"Bun, jangan gitu, Filona jadi salah tingkah itu" ujar Adrian yang tidak enak dengan Filona.


"Lagian kamu itu kelamaan ngelamar Filona, Bunda yang greget" ujar Bunda Adrian itu.


"Mbak tolong beli makan untuk kami, sekalian untuk kamu ya, dan juga jangan lupa beli minum" ujar Adrian.


"Kamu mau minum apa dek" ujar Adrian bertanya kepada Filona.


"Jus mangga boleh deh" ujar Filona.

__ADS_1


"Jus mangganya dua mbak" ucap Adrian lagi kepada Mbak yang menjaga sang ibu.


"Baik Pak" ujar suster Heni, dengan sedikit keberatan, dia masih ingin berlama lama, di dalam ruangan majikannya itu, dia memang dari dulu sangat menyukai anak dari majikannya itu, ramah baik hati, tapi sayang susah di dekati.


Berkali kali Heni menunjukan rasa suka nya kepada anak majikannya itu, namun tidak pernah di respon oleh Adrian, dan sekarang laki laki itu malah membawa wanita yang


umurnya lebih muda dari dirinya, yang menurut Heni tidak ada menarik menariknya, gadis manja dan merepotkan, sangat tidak cocok dengan bosnya itu.


"Huufff.... Ngesilin banget sih, emang gue ini pembantu mereka, seenaknya nyuruh nyuruh beli makan, sedangkan mereka malah enak enakan ngobrol di dalam sana, apa sih kelebihan gadis ingusan itu, cantik juga ngak, manja begitu.Hih... menyebalkan" kesal Heni menggerutu kesal.


"Bunda makan dulu ya, aku suapin" ujar Filona dengan lembut.


Bu Santi mengangguk dan tersenyum senang, ternyata perempuan cantik itu, dengan inisiatif sendiri mau menyuapinya, tanpa harus di suruh.


Adrian tersenyum senyum sendiri melihat itu. dia merasa klau Filona dan Zahra tidak jauh beda, gadis baik yang penuh kasih sayang, walau kedewasaan Zahra dan Filona kalah jauh, namun di sini terlihat Filona tetap terlihat dewasa.


Begitipun dengan Bunda Santi, dia begitu tersentuh dengan perlakuan Filona itu, tentu saja jauh berbeda dengan perlakuan kelakuan mantan pacar sang anak yang terang terangan menolak ke hadiran dirinya, yang di anggap mengganggu dan menyusahkan dirinya klau menikah dengan Adrian.


Untunglah, sang anak memutuskan pacarnya. Dia lebih memilih ibunya, dari pada meneruskan hubungannya dengan sang kekasih.


"Sayang, kamu baik banget" ujar Bunda susi mengelus kepala Filona.

__ADS_1


"Bunda, aku ingin melakukan hal ini kepada bunda ku, tapi sayang, belum sempat aku melakukannya, Tuhan lebih dulu mengambil dirinya dan aku senang melakukan ini kepada Bunda, serasa menyuapi Bunda sendiri" ujar Filona tersenyum lembut, dan memberi minum kepada Bunda Santi, tak lupa mengelap bibir bunda Santi dengan tisu.


"Benarkah, apa kamu tidak merasa repot melakukan itu kepada bunda" ujar Bunda Santi tidak menyangka gadis cantik yang di taksir anaknya itu tidak keberatan menyuapinya.


"Apanya yang merepotkan, ada ada ajan bunda" kekeh Filona.


"Bunda mau di lap ngak, ini sudah sore" ujar Filona melihat jam dinding rumah sakit itu.


"Boleh, klau kamu tidak keberatan" ujar Bunda Santi merasa sangat senang, mendapatkan perhatian dari Filona.


"Baiklah, aku lap Bunda ya, tunggu sebentar, aku ambil air hangat dulu" ujar Filona masuk ke dalam kamar mandi.


Adrian tersenyum senang melihat perlakuan Filona itu, dia juga tidak ingin diam saja, Adrian juga ikut membantu mengambilkan pakaian sang bunda dan menaroknya di samping sang bunda.


"Gimana menurut Bunda?" tanya Adrian.


Tentu saja Bunda Santi tau pertanyaan sang anak.


"Bunda suka, pepet terus sampai dapat. Bunda ingin dia jadi menantu Bunda, dia sangat baik" ujar Bunda Santi berbinar.


"Do'ain ya Bun, agar dia mau menerima cinta anak bunda ini, aku juga tidak rela dia di miliki laki laki lain" ujar Adrian sedikit kesal mengingat banyak laki laki muda yang menyukai Filona.

__ADS_1


"Tentu saja Bunda akan mendo'akan anak bunda ini" ujar Bunda santi.


Bersambung....


__ADS_2