
"Ada apa ini....!" suara bariton seorang laki laki gagah tiba tiba menggema di belakang orang orang yang sedang berkerumun melihat dua orang yang sedang adu mulut itu.
Zahra melotot tidak percaya dengan orang tersebut, kenapa dia sampai tau rumah Zahra, dan ada perlu apa bosnya itu datang ke sini, dimana saat ini dia sedang tidak baik baik saja.
"Sayang.. ada apa ini, kenapa kau ribut dengan wanita hamil itu, apa yang terjadi?!" ucap Lucas sambil memeluk pinggang Zahra tanpa permisi.
Glek....
"Glek.... apa apaan bos mesum ini selalu cari kesempatan, haduhhh.... masalah satu belum selesai, ini datang lagi masalah baru" dumel Zahra dalam hati.
"Haiii.... kenapa kau dia aja sayang, kenapa kau bengong saja hmmm..." ucap Lucas dengan tatapan lembut ke arah Zahra, di dalam hati Lucas sedang bersorak bahagia melihat wajah kesal Zahra itu.
"Sial... dasar bos mesum bisa bisanya cari kesempatan, ahh....sudah lah, gue emang butuh bantuan dia saat ini" gerutu Zahra, dan ingin memanfaatkan Lucas saat ini, dia sudah muak dengan ke berada Tia di sini.
"Ngak tau itu sayang, dia nuduh aku ngumpetin suaminya, padahal aku sama sekali tidak tau suaminya dimana" jawab Zahra pura pura merajuk
Tia yang melihat Lucas yang tampan dan sepertinya kaya raya di lihat dari penampilannya, mata buaya betinanya lansung jalan dan lupa dengan ke adaan dia yang sedang hamil besar.
"Hai... Ra, itu siapa, kenapa kau tidak mengenalkannya dengan ku" ucap Tia tiada malu, membuat orang orang yang berada menatap jijik ke arah Tia, bukan kah barusan dia berteriak teriak mencari suaminya, sekarang melihat cowok tampan, lupa dengan apa yang dia cari, dan tidak sadar diri dengan perut buncitnya itu.
Zahra hanya menggeleng gelengkan kepalanya, melihat kelakuan mantan sahabatnya itu.
__ADS_1
"Kenapa memang, loe ingin tau dan loe ingin mendekati ke kasih baru gue lagi, apa loe belum puas mengambil ke kasih gue yang dulu" sarkas Zahra, melihat sinis Tia.
Sedangkan Lucas lansung bersorak bahagia, karena Zahra mengakui dia adalah ke kasih gadis cantik itu, tidak penting itu hanya bualan belaka, yang penting Lucas akan selalu membuat gadis itu ada dalam genggamanya, mau Zahra nanti menolaknya, tapi Lucas punya caranya sendiri itu membuat Zahra bertekuk luntut kepadanya.
"Ncek... kau jangan gitu lah Ra, cuma kenalan doang kok ngak lebih, klau cowok loe tertarik sama gue, itu bukan salah gue kok, emang dasar gue aja yang cantik dan menarik, dan dulu gue kan udah bilang sama loe, kita bisa memiliki Ray bersama sama tanpa loe harus putus sama Ray, tapi loe sendiri yang memilih pergi dan putus dari Ray" tutur Tia tidak tau malu.
Orang orang di sana menatap Tia dengan tatapan jijik dan geleng geleng kepala dengan kelakuan Tia itu.
"Dasar perempuan murahan"
"Jadi dia yang pelakor"
"Waduh... sudah gila rupanya ini perempuan, mana ada orang yang mau di duakan"
Banyak cemoohan yang di ucapkan oleh orang orang di sana kepada Tia.
Tia meradang mendengar ucapan orang orang itu.
"Eh... Ibu ibu, itu bukan salah gue kali, cowok dia suka sama gue, trus gue bisa apa, ya kali gue tolak, lagian ya Ibu ibu, dia aja jadi cewek kampungan di ajak *** *** sama pacarnya dia menolak ya terpaksa pacarnya cari kekasih baru, trus ada orang yang bisa muasin pacarnya emang masalah, lagian gue mau kok berbagi pacar sama dia, dia aja yang ngak mau, kan bukan salah gue dong...!" sentak Tia tidak tau malu, malah mendapatkan lemparan botol kosong bekas minuman dari Ibu ibu di sana.
Huu.....
__ADS_1
Sorak ibu ibu di sana sambil melempar botol bekas minum
"Dasar pelakor tidak tau diri"
"Begituan loe bangga, kasian orang tua loe, klau tau kelakuan anaknya kek gini"
"Ada ya orang menjijikan kek gini"
"Pergi loe dari sini!!" usir ibu ibu di sana mendorong Tia.
"Hii... apa apa sih kalian! ngak usah dorong dorong kali, klau gue jatuh gimana! kalian mau tanggung jawab kalau anak gue kenapa napa" sewot Tia.
"Ya udah... pergi loe sana, sebelum kami berbuat kekerasan dan menyiram loe pakai air comberan!" ancam ibu ibu di sana.
Mendengar ancaman ibu ibu itu, Tia bergidik ngeri, ya kali dia mandi air comberan, bau minta ampun menjijikan, akhirnya dia pergi dari sana sebelum itu dia masih sempat sempatnya melontarkan kata kata kepada Zahra.
"Ra, ingat ya kata kata gue, kita bisa kok berbagi, laki laki itu boleh kok beristri dua, dan klau loe ngak mau, loe balikan aja sama Ray, cowok loe yang ini kasih ke gue" ucap Tia tanpa malu.
"Enak aja, gue ngak akan mau calon suami gue sama loe, dasar perempuan sinting, ngak lihat perut loe sudah mau meletus, ya kali calon suami gue mau sama loe" ketus Zahra sambil memeluk tangan Lucas, dia tidak sadar dengan ucapan dan kelakuannya itu, dan dia juga tidak melihat laki laki yang di peluk tangannya itu sudah senyum senyum tidak jelas, mendengar ucapan Zahra.
"Huu... pokonya gue akan mendapatkan apa yang gue mau Ra, lihat saja nanti" ucap Tia percaya diri dan berlalu dari sana tanpa rasa malu.
__ADS_1
Bersambung....