
"Sayang.... Bangun, mas sudah bawain bakso yang kamu mau loh" ujar Lucas membangunkan Sang istri.
Zahra menggeliat merasakan tidurnya di ganggu seseorang, lansung membuka mata, namun penciumannya kalah tajam dari mata, buru Zahra menutup hidung karena mencium bau bakso yang menyengat di hidungnya.
"Mas bawa apaan, bau banget, bawa keluar" pekik Zahra sambil menutup hidungnya dengan tangan.
Lucas menjadi bingung sendiri, tadi istrinya yang minta makan bakso, sudah di bawain malah di suruh bawa keluar.
"Mas..." pekik Zahra lebih kencang karena suaminya itu hanya diam di pinggir kasur.
"Tadi kan kamu minta bakso sayang. sekarang kok ngak mau" ujar Lucas masih kekeh duduk di pinggir kasur tersebut.
"Bawa keluar, aku ngak tahan sama baunya huek.... huek...." Zahra lansung mual, dan berlari ke kamar mandi, tentu saja membuat Lucas panik melihat istrinya itu.
Dia membawa Bakso tadi ke luar sambil memanggil para pelayan di rumah itu.
"Bibi... Bi...." suara Lucas menggelegar di rumah besar yang masih sunyi itu, maklum masih subuh, belum ada aktifitas apa pun, mungkin masih pada sholat subuh atau mengaji.
Setelah memanggil bibi, Lucas kembali berlari ke dalam kamar mandi mencari sang istri.
Huekkk....
Huekkk....
Suara Zahra sampai terdengar keluar kamar mandi membuat hati Lucas semakin cemas, melihat wajah sang istri sudah pucat pasi, memuntahkan isi perut nya.
"Sayang...." panggil Lucas sampai meneteskan air mata melihat orang terkasihnya itu muntah muntah, dia berfikir istrinya punya penyakit berbahaya di dalam bayangan Lucas
Lucas memijit punggung Zahra dengan pelan, tangan sebelahnya memegang rambut sang istri yang tidak ada ikatannya.
"Mas ngapain kesini, keluar sana, jorok tau" ujar Zahra pelan, tenaganya sudah habis untuk memuntahkan isi perutnya.
"Ngak ada jorok sayang, kamu kenapa sih sayang, kamu sakit apa bilang sama mas, kita ke rumah sakit ya, biar bisa di periksa sama dokter, mas ngak mau kamu sakit sayang" ujar Lucas dengan wajah sendu nya.
__ADS_1
Zahra hanya mampu menggeleng dan mengangguk, dia benar benar sudah tidak punya tenaga sama sekali.
"Sudah selesai" tanya Lucas melihat sang istri sudah menyender di dinding kamar mandi.
"Hmmm... aku ngak kuat jalan" ujar Zahra sambil memicingkan matanya.
"Iya, biar Mas gendong" ujar Lucas ingin menggendong sang istri.
Namun tiba tiba Zahra mendorong Lucas, dan kembali muntah muntah...
Huekkkk....
Huekkk....
"Astaga..." kaget Lucas.
"Mas jauh jauh... badan mas bau bakso, huek...." Zahra semakin muntah muntah, karena bau bakso di baju sang suami.
Sementara di luar kamar orang orang sudah heboh di depan pintu kamar Lucas dan Zahra.
"Ada apa sih....?" tanya Filio ikutan kaget mendengar suara abang iparnya.
"Ngak tau, tadi Tuan teriak teriak, tapi orangnya ngak ada, yang ada cuma ada bakso ini di lantai, ada apa ya?" tanya salah satu Bibi di sana.
"Apa jangan jangan...."
"Nyonya muda muntah gara gara bau bakso ini"
"Haa... serius, berarti Nyonya yang semalam aneh, minta jus tadi subuh beneran isi ya, aku harus kasih tau nyonya besar takut di marahin" ujar Si bibi buru buru kabur ke lantai bawa untuk menelpon Nyonya besar mereka.
Filio kaget mendengar ucapan si bibi, sang kakak minta jus dini hari.
"Jangan bingung, beneran kakak aneh, masa dini hari bangunin aku minta di bikinin Jus" ujar Filona yang baru datang.
__ADS_1
"Ini beneran ini mah" ujar Filio dengan muka berbinar.
"Beneran apa?" bingung Filona.
"Anak kecil ngak boleh tau" canda Filio terkekeh melihat wajah jutek kembarannya.
"Beda duit menit doang" gerutu Filona.
"Ayo kasih tau, kakak kenapa" desak Filona.
"Kasih tau ngak ya...." ujar Filio meledek sang kembaran.
"Iihhhsss.... Abang...." kesal Filona.
"Ngapain rame rame di sini" ujar Kenzo yang baru datang, biasa anak itu sehabis sholat subuh tidak akan bisa tidur lagi, malah asik bermain kucing cantik di belakang rumah, maksudnya anak harimau, hadiah dari kakek buyutnya Opa Jordane, karena Kenzo merengek minta yang di belanda di bawa pulang, tentu saja tidak bisa, akhirnya di beliin sampai di sini.
"Tadi Ayah kamu teriak teriak, tapi ngak berani pada masuk, coba ketuk pintunya" ujar Filio.
"Haaa... Serius..." ujar Kenzo lansung mengetuk pintu kamar orang tuanya.
Tok...
Tok...
"Ayah..."
Tok...
Tok...
"Bunda..."
Bersambung...
__ADS_1