
"A-aku...." ujar Filon tiba tiba tidak melanjukan ucapannya, karena tidak tau harus menjawab apa, karena dia sendiri bingung dengan perasaannya sendiri.
"Aku apa dek" ujar Adrian yang tidak sabaran, jujur dia ikutan tegang dengan jawaban yang akan di berikan oleh Filona itu.
Sungguh gadis cantik itu sudah membuat dia jatuh cinta, dan tidak bisa berpaling lagi, di tambah melihat sang Bunda juga antusias mengenal Filona, dan perlakuan Filona terhadap Bundanya semakin dalam cinta yang Adrian punya untuk Filona.
"Aku, ngak tau apa yang aku rasakan sama abang, yang aku tau, setiap berdekatan dengan abang, jantung Lina suka berdetak lebih kencang, dan Lina merasa deg degan, makanya Loba selalu menghindari abang, karena Lona takut sakit jantung dan tiba tiba mati, Loba ngak mau mati muda, kasian kakak dan Ken" polos Filona, gadis cantik itu memang belum pernah merasakan jatuh cinta, dan dia tidak tau cinta itu seperti apa, dia kita jantungnya yang berdetak lebih kencang apa bila berdekatan dengan Adrian itu, adalah sebuah penyakit.
Mendengar ucapan Filona itu, wajah tegang Adrian jadi luntur yang ada wajah geli dan ingin tertawa sekencang kencangnya, andai dia tidak ingin Filona malu.
"Astaga. Gadis ini benar benar polos" gumam Adrian.
Tanpa banyak pikir Adrian lansung memegang tangan Filona, semakin menjadilah jantung Filona berdisco ria.
"Lona. Itu, tandanya kamu suka sama abang. dan jantung kamu yang berdetak lebih kencang itu bukan karena sakit, tapi karena kamu sedang jatuh cinta" ujar Adrian memberi pengertian.
"Haa... Ooh... Begitu" ujar Filona polos.
"Hmmm... Angguk Adrian.
"Lalu. Apa jawaban kamu?" desak Adrian yang sudah tidak sabaran.
"Ngak tau..." jawab Filona santai.
"Loh, kok ngak tau sih" ujar Adrian mulai sebel sendiri, susah payah dia mencari waktu agar bisa mengungkapkan rasa di hatinya kepada Filona. jawaban Filona sungguh membuat dia kesel setengah mati, susah memang menyukai gadis polos.
__ADS_1
"Abis Lona bingung, Loba suka tapi, Loba masih kuliah, Lona juga takut klau kakak ngak izinin Lona menikah muda" jujur Filona.
Seketika wajah masan Adrian kembali cerah dan dia tau apa yang akan dia lakukan sekarang, hanya Lucas yang bisa membantunya.
"Jadi Lona mau menerima abang, klau Zahra dan Filio merestui kita" tanya Adrian.
Filona meng anggukan kepalanya.
Tanpa Banyak tanya lagi Adrian lansung menyambungkan faralel hpnya dan setelah terlihat wajah wajah orang di sana, dia lansung bersimpuh di hadapan Filona.
"Filona, dengan di saksikan oleh kakak kakakmu dan juga bunda ku, walau mereka tidak ada di sini, namun mereka bisa melihat kita dari hp ini, aku Adrian melamar mu. WILL YOU MERRY MY." ujar Adrian lantang sambil membuka kotak cincin di tangannya.
Filona kaget dengan perlakuan Adrian itu, dia hanya bisa menggigit bibirnya, dia tidak tau harus menjawab apa, namun suara dari dalam hp itu membuat dia merona.
"I WELL..." ujar Filona dengan suara kecil dan hampir tidak terdengar.
"Apaa... abang ngak dengar" ujar Adrian berpura pura padahal telinganya itu sudah di pasang setajam mungkin olehnya, mana mungkin tidak mendengar ucapan Filona itu.
"AKU MAU MENIKAH SAMA ABANG..." ucap Filona dengan suara lantang, dan setelah itu dia menutup wajahnya karena malu, sementara orang orang yang mendengar di sana ikutan bersorak, lamaran Adrian di terima oleh Filona, tentu saja Adrian bahagia dan sangat senang, dia langsung memasang kan sebuah cincin mas bertahta berlian di atasnya.
"Terimakasih..." ujar Adrian mengecup jari Filona dengan lembut, dan tentu saja membuat Filona semakin malu.
"Sudah, antar adik gue pulang, nanti loe bisa kebablasan, kalian belum sah" ujar Lucas menyela Adrian dari hpnya.
"Ncek. mengganggu saja" omel Adrian dan mematikan hpnya.
__ADS_1
"Bang, pulang yuk..." ajak Filona yang tidak enak dengan abang iparnya itu.
"Nanti saja, abang pengen malam mingguan sama calon istri abang" ujar Adrian.
"Tapi kan ngak enak sama bang Lucas, nanti dia marah" ujar Filona yang tidak enak hati.
"Tidak akan, dia juga tau kali, gimana rasanya lagi jatuh cinta, kalau dia marah, dan menyuruh kita menikah, ya sudah besok pagi kita lansung ke KUA" kekeh Adrian.
"Ncek. maunya" kesal Filona.
"Tentu saja maunya abang sayang, emang kamu ngak mau" bisik Adrian di telinga Filona.
Blesss....
Wajah Filona lansung memerah mendengar ucapan Adrian itu.
"Hahaha... kamu menggemaskan sayang" ujar Adrian menarik Filona ke dalam pelukannya, sungguh dia tidak tahan, klau tidak memeluk gadis cantik yang berstatus calon istrinya itu.
"Abang...." rengek Filona ingin melepaskan pelukan Adrian itu.
"Biar begini saja sebentar sayang" pinta Adrian tanpa mau melepaskan pelukannya dari Filona, dia nyaman dengan bau tubuh Filona itu, yang menenangkan hatinya.
Filona hanya bisa pasrah dan menerima pelukan Adrian yang juga nyaman baginya.
Bersambung....
__ADS_1