Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja

Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja
Bab 24


__ADS_3

"Kita mau ke toko buku dulu apa mau makan dulu?" tanya Zahra kepada ke dua jagoannya itu, persisnya sih kek Kenzo.


"Kayaknya es cream dulu deh bu, soalnya tenggorokan Ken, kayak kering banget deh" kenzo memelas sambil memegang tenggorokan nya.


"Buahahahah..."


Pecah sudah tawa Zahra dan Filio, mendengar keluhan sang anak.


"Dasar alai, mana ada orang tenggorokan kering makan es cream, yang ada minumnya air putih yang banyak, bilangan aja kamu pengen beli es cream pakai alasan tenggorokan kering lagi" kekeh Filio mengkusuk rambut ponakanya itu.


"Is.... si om ngak percayaan" elak Kenzo.


"Klau tenggorokan nya kering, lebih baik kita beli air mineral aja ya dek?!" goda Zahra sambil tersenyum tipis.


"Iya iya Ken pengen beli es Cream" cengir tanpa dosanya" membuat Zahra gemes pengen cubit.


Melihat tawa dan senyum manis Zahra membuat teman teman kantornya menganga tak percaya, ternyata cewek cantik itu klau tersenyum tambah manis, membuat siapapun terpesona.


Mereka juga baru kali ini melihat wajah bahagia Zahra, dan tawa lepas tanpa beban, biasanya hanya senyum tipis, dan sedikit menunduk tanda hormat aja kalau di tegur sesama teman kantornya.


Membuat seseorang di ujung sana, yang melihat senyum manis dan tawa bahagia zahra menjadi pusat perhtian orang orang di luar sana, tiba tiba hatinya memanas, dia tidak suka orang lain memganggumi wanita cantik itu.

__ADS_1


"Sial, kenapa dia senyum senyum kayak gitu, bikin gue marah aja sih" gerutunya.


"Sudah... klau suka tembak aja, kelamaan mikir di gondol orang baru tau rasa" ledek asisten kurang akhlak itu, membuat sang boss terlonjak kaget karena kelakuannya.


"Sialan, loe... bikin kaget gue aja!!" omel Lucas kepada Adrian.


"Hehehee.. sorry, lagian loe ngapain ngintip ngintip ngak jelas, mending samperin gih, sana" kekeh Adrian.


"Bodo..." kesal Lucas, dan meninggalkan Adrian yang masih terkekeh di sana.


Zahra sudah sampai di stand penjual es cream.


"Adek mau beli yang rasa apa?" tanya Zahra.


"Ok, tunggu ya..." ucap Zahra.


"Biar aku aja yang ngantri kak, kakak cari tempat duduk aja, kakak mau pesan apa?" sela Filio.


Zahra mengangguk.


"Kakak mau burger sama jus strowbery deh" jawab Zahra.

__ADS_1


"Ken tambah ayam upin ipin om" mendengar sang bunda memesan makanan Kenzo pun ikut memesan lagi.


"Baik lah, baginda raja, perintah saya jalankan" ucap Filio seolah olah dia sedang melayani raja di sebuah kerajaan.


Membuat keponakan kesayangannya itu tertawa girang.


Sambil menunggu makanan dan es cream datang, zahra menanyakan tentang sekolah kenzo.


"Sekolah adek gimana, lancar ngak?" tanya Zahra yang memang setiap hari menanyakan itu, dia tidak mau ada masalah sedikit pun dengan sang anak.


"Lancar Bun, tadi Ken ulangan matematika nilainya 100" bangga Kenzo.


"Waaw... anak bunda pintaaarrt...." Zahra mengacungkan ke dua jempolnya.


"Iya dong... anak bunda... sama papa dan mama" bangga Kenzo, akan selalu membawa nama ke dua orang tuanya, walau pun ke dua orang tuanya sudah meninggal, Zahra dan adik adiknya, selalu memberi tahu tentang mama dan papanya, bahkan zahra memajang foto kakak dan kakak iparnya, di kamar kenzo, agar sang anak tidak lupa dengan ke dua orang tua kandungnya.


Kakak dan kakak iparnya, dulu juga sama orang orang pintar, sekolah juara kelas dan kuliah pun mendapat bea siswa hingga tamat, bekerja pun mereka lansung di minta oleh perusahaan tempat kakaknya dulu pernah magang, sebuah perusahaan property yang lumayan bagus di kotanya.


Semoga saja kenzo suatu saat juga menjadi anak yang pintar dan sholeh seperti ke dua orang tuanya.


"Makanan datang...." heboh Filio membawa makanan di atas nampan, membuat mata Kenzo lansung berbinar.

__ADS_1


Kenzo makan dengan lahap, tanpa memperdulikan om dan bundanya.


Bersambung....


__ADS_2