Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja

Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja
Bab 137


__ADS_3

"Selamat siang, ada yang bisa kami bantu?" Ucap Pelayan toko Mas yang di masuki oleh Adrian, dan dua bidadarinya itu.


"Saya mau lihat cincin nikah" jawab Adrian tanpa basa basi.


"Baik Tuan, tunggu sebentar kami ambil kan" ucap sopan pelayan itu.


Adrian hanya mengangguk, pelayan tersebut masuk ke dalam ruangan. Untuk mengambil contoh contoh perhisan yang akan di berikan kepada Adrian, dan di sana juga ada kursi tamu untuk para pembeli VIP yang senganja di sediakan untuk para tamu.


"Silahkan menunggu di sana Tuan?" ujar Pelayan lainnya dengan ramah.


Adrian mendorong sang bunda ke arah sofa yang di tunjuk oleh pelayan tersebut, di ikuti oleh Filona dari belakang.


"Duduk sini sayang" ucap Adrian lembut, menyuruh Filona duduk di samping sang Bunda.


Pelayan di sana mentap iri kepada Filona, bagaimana bisa gadis manis yang masih muda itu begitu di sayang oleh Adrian. Mereka tau Adrian adalah asisten Lucas pengusaha sukses dan dia juga mempunyai usaha sendiri, sudah pasti pelayan itu tau dengan Adrian, yang suka wara wiri di majalah bisnis, walau tidak seterkenal Lucas.


"Bang, ini ngak berlebihan, beli perhiasan di toko ini? mahal kali Bang, cari di toko Emas biasa aja yuk bang" ajak Filona yang tidak terbiasa dengan barang barang mewah.


"Sayang, Abang ingin memberikan yang terbaik untuk kamu sayang, apa lagi itu adalah cincin yang akan menjadi sejarah unyuk kita, sekali seumur hidup, kanapa tidak abang beli yang lebih baik, selagi abang mampu, abang ingin yang terbaik sayang." ujar Adrian, memegang tangan Filona.


Filona mau tidak mau hanya mengangguk, mengikuti kemauan calon suaminya itu. Bunda Santi tersenyum melihat tingkah Filona itu, kenapa masih ada wanita yang tidak matre seperti Filona ini, banyak yang mendekati anaknya, yang hanya hartanya saja, namun berbeda dengan calon menantunya ini.


"Silah kan, Tuan." ucap Pelayan datang membawa beberapa contoh cincin nikah yang sangat bagus.


Ada beberapa macam yang di bawa oleh pelayan itu, namun Filano hanya tertarik dengan cincin yang tidak terlalu mencolok, sederhana namun elegan, dia menyukai itu dan mengambil cincin itu dari dalam kotak nya.


"Ini bagus, aku suka ini, sederhana tapi tetap elegan" ujar Filona.


Adrian tersenyum kepada calon istrinya, ternyata pikirannya sama, dari awal datang memang Adrian sudah suka dengan cincin itu, namun dia tidak ingin memaksa Filona, dia biarkan Filona mencari yang dia suka, ternyata apa yang dia inginkan sama dengan Adrian.


"Saya mau ini mbak" ujar Adrian, baik Tuan, ini memang sangat bagus dan hanya tersedia untuk tiga pasangan saja, ini tidak pasaran dan harga nya memang sedikit mahal, karena di hias dengan berlian, satu pasang harganya 575 jt Tuan." ujar pelayan itu dengan ramah.

__ADS_1


"Baik. Tolong bungkus, dan saya minta satu set perhiasan lagi ya" ujar Adrian, sementara Filona ternganga mendengar harga cincin nikah itu, dia tidak menyangka cincin nikahnya bakal semahal itu, hampir hampir menyaingi cincin sang kakak.


Pelayan tersenyum senang, dan kembali cepat cepat masuk ke dalam ruangan, untuk mengambil beberapa set perhiasan yang menurut nya bagus, dan harga luar biasa, sudah di pastikan berapa bonus yang dia dapat bulan ini, klau dia berhasil menjual perhiasan tersebut.


Pelayan tersenyum kembali membawa beberapa set perhiasan ke hadapan Adrian, Filona dan Bu Santi.


"Ini Tuan, silahkan di lihat" ucap pelayan Ramah.


"Sayang, menurut kamu mana yang bagus?" tanya Adrian kepada Filona, namun sayang calon istrinya itu sedang asik dalam lamunannya.


"Sayang, sayang, haiii..." panggil Adrian, menggoyangkan tangan Filona.


"Ehh... Iya Bang, udah Ya, yuk pulang" kaget Filona.


Adrian terkekeh melihat calon istrinya yang sedang linglung itu.


"Abang suruh kamu pilih perhiasan ini, bukan pulang" ujar Adrian menunjuk perhiasan yang ada di atas meja sana.


"Maaf" ucap Filona menahan malu, dia tidak sengaja malah bengong di sana, gara gara harga cincin nikahnya.


Filona kembali melihat beberapa set perhiasan di depan matanya, tidak bisa di pungkiri sebagai wanita siapa yang tidak menyukai perhiasan, itu bohong saja, namun klau harga setinggi langit mereka pasti juga mikir mikir untuk membelinya.


"Ini bagus" tunjuk Adrian.


"Baik mbak, saya mau ini saja" ucap Adrian kepada pelayan, tentu saja pelayan tersebut senang alang kepalang, ternyata pilihan perempuan cantik di samping Adrian itu, pilihanya tidak kaleng kaleng, tanpa sepengetahuan Filona itu, harga satu set perhiasan itu sangat lah mahal, baru saja pelayan tersebut ingin menyebutkan harga perhiasan itu, Adrian buru buru memberi syarat tidak usah bicara harga, takut Filona kejang kejang di tempat dengan pilihannya itu, Adrian pasti sudah tau seberapa mahal perhiasan itu.


"Baik Tuan, silahkan melakukan pembayaran di sebelah sana" ujar pelayan tersebut. menuntun Adrian, ke arah kasir.


Selesai melakukan pembayan, Adrian membawa Filona ke sebuah butiq, dia ingin membelikan calon istrinya pakaian.


"Ngapai ke sini bang?" tanya Filona, saat masuk ke dalam butiq tersebut.

__ADS_1


"Pilih lah, beberapa potong pakaian sayang, ujar Adrian.


"Ihh.. Ngak usah bang. Nanti saja" ucap Filona menolak, dia masih tidak percaya dengan harga cincin tadi, sekarang sudah di ajak ke butiq lagi, apa uang calon suaminya itu tidak habis membeli perhiasan tadi, pikir Filona.


"Sudah pilih saja. Nanti kamu pakai saat kita pergi bulan madu, jangan lupa beberapa mantel" ujar Adrian mendorong tubuh Filona.


"Emang kita mau kemana?" tanya Filona.


"Ke korea, tempat impian kamu" ujar Adrian.


"Haaa... Serius" ujar Filona berbinar, dia memang menyukai negara korea, dia ingin makan makanan korea yang di jajakan di pinggir jalan, seperti yang suka dia lihat di film film korea.


"Iya. Makanya cari pakaian sana" usir Adrian.


"Baiklah, klau abang maksa" kekeh Filona, mulai mencari cari pakaian yang dia suka.


"Abang temanin Bunda aja, kasian bunda sendiri, nanti klau sudah dapat aku kasih lihat sama abang" ucap Filona, yang tidak ingin calon mertuanya itu sendirian, dia takut Bunda Santi kenapa napa.


"Baik lah, klau gitu, jangan sungkan, pilih yang kamu suka, jangan lihat harga ok!" tegas Adrian.


"Iya, iya, calon suami bawel" kekeh Filona, meninggalkan Adrian di sana.


"Dasar gadis nakal" kekeh Adrian, dia kembali ke arah sang Bunda yang sedang duduk dan meminum minuman botol di sana.


"Loh, kok kamu ke sini nak, kamu ngak nemanin Filona?" tanya Bunda Santi.


"Di usir aku Bun, katanya suruh nemenin bunda, dia bisa sendiri, dia ngak mau bunda kenapa napa" kekeh Adrian.


Bunda Santi mengangguk dan tersenyum haru, mendengar ucapan Adrian itu, ternyata Filona memperhatikan dia juga, gadis manis itu tidak lah egois, dan selalu mengingat dirinya.


"Haiii Adrian, apa kabar...?"

__ADS_1


Deg....


Bersambung....


__ADS_2