Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja

Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja
Bab 132


__ADS_3

Tidak menunggu waktu lama, minggu itu Adrian lansung melakukan lamaran ke rumah Lucas, karena dia benar benar sudah sangat ingin Filona menjadi pendamping hidupnya.


"Sayang, kenapa adik kakak ini menangis?" tanya Zahra kepada sang adik yang terlihat muring dan menitikan air matanya.


"Aku sedih, sebentar lagi aku akan di bawa sama suami ku, lalu. Bagaimana dengan Filio?" ujar Filona serak.


"Haii... Walau kamu sudah menikah, kalian tidak akan berpisah jauh, dan ngak mungkin juga Filio sakit, kalian sudah besar, sudah saatnya berpisah, hidup dengan pasangan masing masing sayang" ujar Zahra lembut.


"Aku ngak kan pergi kemana mana, gadis cengeng, dimana kamu berada aku akan berada di dekat kamu, dan jagain, kamu itu cuma menikah, bukan pergi kemana mana, klau aku rindu, aku hanya tinggal mendatangi rumah mu, kenapa harus menangis sih" ujar Filio berpura pura tegar.


Mana mungkin Filio akan menggagalkan pernikahan kembarannya, walau berat berpisah dari orang yang selalu ada saat masih di kandungan sampai sekarang, dia juga ingin melihat adik kembaranya menikah, dan mempunyai kehidupan bahagia, seperti sang kakak, suatu saat nanti dia juga akan menemukan pendamping hidupnya.


"Abang janji tidak akan sakit!" ujar Filona." menatap dalam sang kembaran.


"Janji. Bawel, masa sudah besar masih sakit, karena pisah sama kamu" cibir Filio.


"Ayo keluar, sebentar lagi calon kamu datang" ujar Filio, memang di datang memanggil dua wanita kesayangannya itu.


"Aunty, aunty nanti tinggalnya ngak di sini lagi dong?" tanya Kenzo lesu.

__ADS_1


"Klau Aunty sudah menikah, aunty tinggalnya sama om Adrian sayang, nanti Ken bisa main dan tinggal sama Aunty, klau aunty sudah menikah" tutur Filona, berat sungguh dia harus berpisah dengan orang orang terkasihnya itu.


"Serius Aunty Ken, boleh nginap di rumah aunty" ujar Kenzo kesenangan, dia kira Filona tidak akan mau dia tinggal bersamanya.


"Tentu saja boleh sayang, kan Ken ponakan aunty yang paling ganteng untuk sementara ini" kekeh Filona.


"Kok sementara sih?" dengus Ken tidak terima.


"Iya. Nanti klau dedeknya lahir, kegantengan Ken kan tersingkir sama dedek" ledek Filona.


"Biarin, klau di rebut dedek, Ken Ikhlas kok" ujar Kenzo mengelus perut buncit sang bunda, tidak lupa mengecup sang adik yang masih berlindung di dalam perut sang bunda.


"Aahhh... Akhirnya Ibu datang" ujar Mommy Lusi memeluk Bunda Adrian.


"Iya, Bu, maaf ya kita mengganggu" ujar Bunda Santi yang duduk di atas kursi roda, mereka datang dengan dua mobil, satu untuk Adrian dan sang Bunda, yang satu untuk di isi dengan seserahan untuk Filona.


"Ngak kok Bu. santai aja, Filona sudah kami anggap anak sendiri" ujar Mommy Lusi mendorong kursi roda Bunda Santi untuk masuk ke dalam rumah Lucas.


Sementara Adrian, meminta tolong para penjaga Lucas, untuk memindahkan seseraham ke dalam rumah.

__ADS_1


"Ciee... Teman gue nyusul juga" ujar Lucas memukul bahu Adrian.


"Iya dong, masa loe doang yang ngerasain *** ***, gue juga mau lah" kekeh Adrian.


Lucas hanya geleng geleng kepala melihat gaya tengil Adrian itu.


"Calon bini gue mana? kok ngak kelihatan?" ujar Adrian celingak celinguk.


"Ada tenang aja, masuk sana" ujar Lucas.


Di dalam sana Filona sudah di peluk dan di ciumi oleh calon mertuanya.


"Haduuhhh... enak banget jadi bunda, bisa cium cium calon bini gue, gue aja belum pernah" keluh Adrian melihat sendu adengan itu.


Lucas terkekeh dengan curahan hati Adrian itu.


"Buruan di halalin, jangan kan di cium, di tusuk juga bisa, kalau sudah halal" kekeh Lucas meninggalkan Adrian yang sedang kesal ulahnya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2