
" Masih sakit sayang...?" tanya Lucas saat Zahra keluar dari kamar mandi dengan masih memakai batdrobe dan kepalanya di lilit handuk.
"Sudah mendingan kok, mas mandi gih..." usir Zahra dengan wajah bersemu merah, dia sedikit kesal sama suaminya itu, bisa bisanya masih menanyakan hal seperti itu, yang membuat dia malu.
"Iya... iya, ini mas mau mandi, galak amat sih, istri mas ini" ujar Lucas menggodang sang istri, dia tau istrinya itu sedang malu, dengan pertanyaannya barusan.
"Tau ah... buru mandi ih... aku sudah lapar ini...!" emel Zahra.
"Oh... ya ampun, maaf sayang, ya sudah mas mandi dulu ya, kamu diam di sini" ujar Lucas dengan rasa bersalahnya, yang sudah membuat sang istri kelaparan.
"Hmm..." jawab Zahra yang lansung melangkah ke arah meja rias, untuk mengeringkan rambutnya.
"Astaga... ini kenapa tubuh gue ngak ada mulus mulusnya lagi, kini udah kaya macan tutul aja sih..." keluh Zahra melihat dada, leher dan bahunya sudah penuh dengan tanda kepemilikan oleh sang suami.
"Apa dia keturunan vampir kali ya..." gerutu Zahra.
"Kenapa marah marah sayang...?" tanya Lucas yang tiba tiba sudah berada di belakang Zahra sambil memeluk pinggang ramping sang istri dengan sedikit erat dan meletakan kepalanya di bahu sang istri, membuat Zahra sedikit geli karena terpaan nafas sang suami.
"Mas....pake baju ih..." rengek Zahra malu melihat sang suami hanya melilit handuk di pinggangnya, sementara itu bagian atas masih telanjang.
"Mau pake apa...? kita ngak di kasih baju, kayanya mommy sengaja deh... ngak ngasih kita baju, biar Lucas atau Zahra junior cepat berada di sini" bisik Lucas sambil mengelus perut rata sang istri.
"Mas...?!" rengek manja Zahra, karena merasa geli dengan bagian perutnya di elus elus oleh Lucas.
"Apa sayang... kamu mau?" goda lucas yang sebenar menginginkan Zahra mengangguk iya.
"Aku sudah kelaparan loh mas... masih aja di godain, klau aku masuk angin gimana" rajuk Zahra.
"Aiss... maaf maaf....kenapa mas klau dekat dekat kamu jadi pelupa gini sih... malah ingat cuma yang kita lakukan semalam aja" kekeh Lucas lansung menjauh dari sang istri, sebelum Zahra melayangkan cubitan mautnya.
Zahra hanya menatap horor sang suami yang otaknya hanya berisi 21+ aja.
"Tunggu sebentar lagi ya... mas sudah pesan kok, duduk sini" Lucas menepuk pahanya.
"Ngak mau... ntar mas aneh aneh lagi" tolak Zahra.
__ADS_1
"Menolak ajakan suami itu dosa loh sayang" ujar Lucas dengan tersenyum penuh kemenangan, karena istrinya sudah berjalan buru buru ke arahnya.
"Kalau ngak ngancem kenapa sih...?" kesal Zahra yang sudah duduk di atas pangkuan sang suami.
"Kamu emang sukanya di ancam, klau ngak di ancam ngak mau nurut" ujar Lucas sambil menowel hidung mancung Zahra itu.
Cup...
Cup....
Cup...
Lucas lansung melakukan serangan mendadak ke bibir sang istri, dan tangan mulai begerilya memainkan dua squishy sang istri.
Tok...
Tok...
Tok...
"Haisss... siapa sih kerjaannya ganggu aja!" kesal Lucas karena permainannya harus terhenti.
"Lihat dulu siapa tau penting" bujuk Zahra melihat wajah kesak sang suami yang tangannya masih setia di dalam bathdrobe memegang yang lembut lembut di dalam sana.
"Awas saja klau ngak penting, mas... return ke afrika sana" dengus Lucas kesal dan berjalan ke arah pintu, sebelumnya menurunkan Zahra dari atas pangkuannya lalu meletakan Zahra di atas sofa empuk sana.
Ceklek....
"Iya siapa?" tanya Lucas ketus dengan membuka sedikit pintu kamar mereka.
Buk....
Pintu tersebut lansung di buka kasar dari luar, siapa lagi pelakunya, klau bukan mommy Lusi yang bar bar itu.
Dug....
__ADS_1
"Aduhh... siapa sih... sakit tau, mana masuk kamar orang tampa permisi lagi, mau di pecat kamu!!" bentak Lucas karena belum melihat siapa yang datang, sebab Lucas sendiri sampai tersungkur di buat orang itu.
Zahra sampai kaget dan membuka mulutnya lebar lebar karena syok melihat sang suami yang jatuh, tapi tak bisa berbuat apa apa, karena pakaiannya juga tidak memungkinkan untuk berdiri.
"Apa kamu...! siapa yang mau kamu pecat!!" omel mommy Lucas.
"Astaga... hehehe... ngak kok mom, cuma bercanda doang" kekeh Lucas, mana berani dia melawan kanjeng ratunya, bisa bisa di kutuk dia, walau hatinya gondok setengah mati, karena ulah sang mommy.
"Hallo sayang... kalian baru bangun ya? gimana sukseskan belah durennya semalam, trus berapa ronde kalian ngadon, Lucas ngak letoy kan sayang, apa perlu mommy belikan obat kuat" ujar Mommy Lucas tiada henti bagaikan mobil melaju dengan rem blong.
Pipi Zahra lansung bersemu merah dan tak lama matanya melotot mendengar sang mertua akan membelikan obat kuat, tanpa obat kuat saja tenaga luar biasa kuatnya, menyerang Zahra tanpa ampun, apa lagi di tambah pakai obat kuat, bisa rontok persendiannya.
"Mommy apa apaan sih... tanpa obat kuat aku bisa kok bikin istri ku mende**h nikmat dan menceracau memanggil namaku" sungut Lucas tak terima di katai letoy.
"Ahh... benarkah... Syukurlah klau gitu, jadi bentar lagi mommy bakal gendong cucu dong, abis mau gendong Kenzo, mana mau anak itu, di cium saja marah" keluh Mommy Lusi yang memang sudah menginginkan cucu sejak lama.
Zahra hanya tersenyum lembut, apakah dia bisa memberi cucu kepada mertuanya secepat itu, dia takut mengecewakan mertuanya itu.
"Mommy apa apaan sih... klau belum di kasih aku juga belum mau kok, aku masih ingin pacaran tampa gangguan siapa siapa dulu" sela Lucas dia tau sang istri tidak nyaman dengan ucapan sang mommy.
"Ahh... iya iya lakukan sesuka hati kalian, mommy ngikut aja, jangan di ambil hati ya sayang, mommy cuma bercanda kok" ujar mommy Lusi, yang baru sadar, gara gara ucapannya membuat sang menantu tidak nyaman.
"Ngak pa apa kok mom" ucap Zahra sopan.
"Ya sudah mommy mau keluar dulu" ujar mommy Lucas.
"Mommy kesini cuma mau nanya itu doang, ngak bawa pakaian kami" tanya Lucas.
"Ah... iya mommy lupa, ini pakaian kalian, kami nanti sore pulang, kalian mau nginap di sini, apa mau bulan madu?" tanya mommy Lusi.
"Kami mau ke villa di puncak 3 hari my.. sebelum kita berangkat ke rumah oma" ujar Lucas.
"Ok... kalian hati hati ya, ini pakaian kalian, jagain mantu mommy Luc jangan sampai lecet" titah sang mommy.
Bersambung....
__ADS_1