
"Kita tunggu Daddy dulu ya sayang" ujar Lucas membelai mesra rambut sang istri.
"Loh... emang janjian sama Daddy juga?" tanya Zahra, soalnya tadi Lucas tidak bilang klau ada Daddy di sini, klau tau mending tadi mengajak sang mommy ke perusahaan.
"Tadi Daddy dadakan ke sini, ada sedikit kendala sama pekerjaan yang di tangani oleh Daddy, tadinya kan Daddy mau main golf" ujar Lucas memberi tahu sang istri.
"Ohh..." ujar Zahra manggut manggut tanda mengerti.
"Kamu cantik sekali sayang, tadi perawatan apa aja?" tanya Lucas membelai kulit mulus sang istri, beruntungnya Lucas memesan ruang VIP jadi Zahra tidak merasa risih.
"Perawatan seluruh badan" ujar Zahra dengan jujur.
"Bagus, sering sering lah ke salon sama mommy dan ikut shoping sama dia ya, kartunya kan sudah mas kasih sama kamu, nanti mas bilang sama Mommy agar membuatkan kamu member di salon itu" ujar Lucas mengelusi kulit mulus sang istri.
"Sudah mommy bikin member ini, ngapain coba, aku kan bisa luluran atau perawatan sendiri di rumah, sesekali boleh lah, ngak setiap minggu juga" keluh Zahra cemberut, membuat Lucas terkekeh, dia tau istrinya itu baru mulai beradatasi, lama lama juga keracunan sama mommy nya itu.
"Ngak pa apa, biar tambah cantik dan tambah glowing istri mas ini" ujar Lucas memang itu adanya, dia saja dari tadi ngak bosan bosan melihat wajah sang istri, klau tidak ingat siang ini ada miting penting dengan dewan direksi sudah pasti dia akan menerkam sang istri di kamar pribadinya yang ada di perusahaan.
"Mau nya mas" kekeh Zahra.
__ADS_1
"Ya iya dong, nyenengin suami istri perlu sayang, apa lagi nyenening yang bikin mende*** bisik Lucas sambil meraba kue apem di sela paha sang istri.
"Mas..." keluh Zahra saat tangan Lucas menari nari di bawah sana.
"Apa sayang....?" tanya Lucas menggoda.
"Diam dong mas, klau Daddy tiba tiba datang gimana!" kesal Zahra melihat suami nya itu.
"Hehehe... kelepasan" cengenges Lucas, membuat Zahra memutar mata males.
Ceklekkk....
"Hayyyy... sayang, maaf ya, Daddy telat" ujar Mertuanya itu sambil mengelus kepala Zahra, Zahra berdiri dan menyalim takzim tangan mertuanya itu, membuat Daddy Bagas terharu, selama ini anak anaknya, tau mencium tangannya cuma saat lebaran saja, namun menantu setiap saat, dia pergi atau pulang dari mana pun pasti menantu cantik dan keluarganya yang lain menyalim mereka, kini Emely pun sudah mulai mengikuti gaya Zahra dan si kembar.
"Ngak pa apa kok Dad, kami juga belum lama?!" jawab Zahra sopan.
"Belum lama apanya, perutku sudah kelaparan tau" dengus Lucas tak terima, dari tadi Daddynya itu hanya perduli dengan istrinya saja, sementara dia di abaikan saja, Lucas jadi berfikir siapa sebenarnya anak Daddynya itu.
"Ncek... alasan banget, dulu sebelum ada Zahra kamu biasa aja, kadang seharian ngak makan" cibir sang Daddy.
__ADS_1
Lucas hanya mendengus kesal mendengar ejekan dari Daddynya itu, sementara Zahra hanya terkekeh melihat suaminya, entah sejak kapan Boss sekaligus suaminya itu berubah jadi manja kaya gini, padahal dulu mukanya bak kanebo kejemur berhari hari jadi kaku, namun sekarang lihat gampang sekali merajuk.
"Ternyata kamu nomor Luc, Daddy kemaren kemaren sampai takut loh..." kekeh Daddy Bagas kembali meledek Lucas.
"Maksudnya Dad... aku ngak ngerti" ujar Zahra yang kepo.
"Daddy fikir itu wajahnya cuma satu ekspresi kaku bak kanebo kering, lurus bak jalan tol ngak ada belok besoknya, eh... ternyata dia bisa berekspresi juga sekarang, syukurlah... Daddy jadi lega" ujar Daddy Bagas dengan mengelus dada, seolah olah memang sedang melepaskan bebannya.
"Daddy....!" kesal Lucas, bisa bisanya dia di ejek habis habisan oleh sang ayah di depan sang istri, hancur sudah harga diri Lucas.
"Buahahahahaha....." Zahra sampai terpingkal pingkal mendengar curahan hati mertuanya itu, juga semakin terpingkal melihat wajah kesal sang suami, Zahra sampai sampai meneteskan air mata gara gara terlalu geli melihat tingkah konyol ayah dan anak itu.
"Ara.....?! tekan Lucas melihat sang istri tak jua berhenti tertawa, Zahra dengan terpaksa menelan tawanya, sambil menggigit bibir dan memegang ujung dresanya, sungguh bukan dia ingin menertawain sang suami, namun itu bagi Zahra sangat lucu, bahkan tawanya sangat susah di tahan.
"Lepasin aja tawanya sayang, ngak usah di tahan, sakit klau kaya gitu, ngak usah di dengerin suami ngak ada akhlak itu" ujar Daddy Bagas.
Seolah mendapat lampu hijau dari mertuanya, suara tawa Zahra kembali pecah tanpa di minta dua kali.
"Maaf Mas...." ujar Zahra di sela sela tawanya, yang sedikit mulai mereda.
__ADS_1
Bersambung....