
Setelah mereka sampai di rumah Lucas, begitu pun dengan Andrian dan Bu Santi yang di paksa mampir di rumah Lucas, kaget melihat wajah putranya yang cemberut menunggu mereka di teras rumah.
"Sayang..." panggil Zahra, dia berjalan ke arah sang anak, yang wajahnya di tekuk itu.
"Assalamualaikum... ganteng bunda... kok wajahnya di teluk gitu?" tanya Zahra lembut, sambil membelai kepala Kenzo, yang mana Kenzo memang tidak ikut dengan mereka, karena Kenzo sedang ada ulangan di sekolahnya.
"Bunda kenapa lama sekali pulangnya?" ambek si tampan misuh bebuyutan Filona itu.
"Maaf Sayang tadi Bunda habis dari suatu tempat, nanti Ken juga di ajak ke sana." ucap Zahra lembut.
"Itu Aunty cerewet itu juga ikut Bun..." tunjuk Kenzo dengan bibirnya melihat ke arah Filona.
"Iya dong, masa ngak" sahut Filona mencibir cibirkan bibirnya, agar membuat Kenzo semakin kesal, dia lupa klau kelakuannya di lihat sama calon ibu mertuanya dan juga calon suaminya.
"Ncek... kaya gitu mau nikah, kelakuan melebihi bocah, suruh om Adrian cari istri baru aja Ayah, biar aunty nangis bombay di tinggal nikah sama om Adrian." goda Kenza.
"Iyaaaa.... Kenzoooo... awas kau ya...." pekik Filona mengejar Kenzo yang sudah berlari lebih dahulu, yang lain sudah tau endingnya seperti apa, klau dua orang itu sudah bertemu, sementara Adrian dan Bu Sandi tertawa melihat tingkah Filona itu.
"Astaga, apa dia ngak sadar klau ada calon mertua dan calon suaminya di sini." keluh Zahra menggaruk garuk dahi yang tidak gatal.
"Bang, aku harap abang tidak ilfil ya, melihat adikku itu." ujar Filio menepuk pundak Adrian.
"Begitulah Bu, klau mereka sudah bersatu, jangan heran ya, nanti setiap hari ibu juga pusing melihat dia." kekeh Mommy Lusi.
"Biarin lah Bu. Biar dia bahagia" kekeh Bu Santi, dia juga sangat sadar calon menantunya itu masih lah sangat belia, dan di dewasakan dengan ke adaan, baru sekarang ini bisa mengekspresikan dirinya, dia percaya anaknya pasti bisa membimbing Filona, dan Filona pasti lambat laun akan berubah lebih dewasa lagi.
"Astaga, Lona.... apa kamu lupa ada siapa di sini" pekik Lucas memanggil Filona yang sudah berlari mengejar Kenzo.
Krik...
Krik....
Krik...
Tiba tiba Filona lansung berhenti mendadak, mendengar teriakkan abang iparnya.
__ADS_1
Blus....
Wajah Filona lansung merah merona menahan malu, karena dia baru sadar ada calon ibu mertua dan juga calon suaminya yang terkekeh melihat kelakuan kanak kanaknya.
"Bundaaa...." Rengek Filona menjatuhkan kepalanya di atas pangkuan Bunda Santi.
"Kenapa hmmm..." ujar Bunda Santi terkekeh sambil membelai rambut Filona penuh kasih sayang.
"Malu..." ujar Filona yang masih membenamkan kepala di pangkuan calon mertuanya itu.
"Hahaha... Aku Pikir aunty ngak punya urat malu" kekeh Kenzo yang kembali datang menggoda Filona.
"Ken... Ngak boleh gitu sayang" ujar Zahra, menarik Kenzo duduk di sampingnya.
"Habis, auntynya juga bikin kesal Ken" oceh anak laki laki itu.
"Iihhh....Kamu ngeselin tau Ken, awas aja nanti aunty ngak akan ajak kamu nginap di rumah Aunty nantinya" ketus Filona yang mulai terpancing dengan sang keponakan.
"Ncek... Emang aunty punya rumah?" cibir Kenzo.
Adrian terkekeh melihat calon istrinya yang lucu menurutnya itu, selama ini Adrian datang ke rumah itu, tidak pernah melihat tingkah ke kanak kanakan Filona, Filona cenderung pendiam dan lebih memilih menghindar darinya.
"Iya, ada. Ken boleh kok main di rumah Aunty nanti, asal ngak bikin aunty kesal, nanti om bikinin kamar yang bagus untuk Ken." sahut Adrian dia tidak membela calon istrinya dan juga tidak membela Kenzo dia ingin adil dengan ke dua orang yang menjadi kesayangannya itu.
"Iyeee.... Tuh kan Aunty aku boleh main ke rumah aunty, kita baikan yooo... Aunty." ujar Kenzo mendekati Filona, dan dia memeluk auntynya itu dengan sayang.
Filona pun membalas pelukan Kenzo dengan sayang.
"Dasar bocah." kekeh Filio melihat kelakuan kembaran dan keponakannya itu, sebentar berantam, sebentar baikan.
"Hallooo.... Semua kami datang...!" pekik dua orang tamu yang tidak di harapkan, mengganggu kebahagian mereka.
"Ncek.... Rubah ini." kesal Lucas melihat dua orang yang tidak dia sukai dari dulu.
"Astaga, di pikir orang orangan sawah ini ngak jadi datang, udah senang padahal, ehhh... malah nongol sekarang, dasar menyebalkan." gerutu Mommy Lisa dalam hati, sungguh dia tidak menyukai sepupu suaminya itu.
__ADS_1
"Hiiisss.... Demit sialan, ngapain sih datang kesini." kesal Emely.
"Haaiii... kalian pasti nunggu kami ya?" pede tamu tak di undang itu dengan senyum mengembang di bibirnya.
"Maaf, kak. Kami terpaksa kemaren mengundur liburan kami, biasalah, bisnis ku itu ada sedikit kendala, makanya kami terlambat datang kemari, jadi membuat kalian kecewa." ujar sepupu sang Daddy.
"Dih... Siapa dia yang sok penting." gerutu Emely..
"Pede mu terlalu tinggi, aku malah bersyukur kalian tidak datang, kalian datang saya was was dengan menantu saya." gumam Mommy Lusi.
"Kalian lagi ada acara apa nih, kok banyak orang asing sih di sini!" ujar sepupu Daddy bagas itu, memang saat Lucas menikah tidak mengundang dirinya, karena khawatir akan membuat malu di saat pesta pernikahan Lucas, apa lagi Lucas banyak mengundang para kolega kolega bisnis mereka.
"Mereka bukan orang asing, ini Rumah istri Lucas. Kenalkan ini istri Lucas, menantu kami." ucap Mommy Lusi memperkenalkan Zahra kepada ke dua tamu yang baru datang itu.
"APA....."
Pekik ke dua orang itu, mereka benar benar syok mendengar ucapan Mommy Lusi, itu bagai mimpi buruk untuk ke dua wanita itu, padahal dia dari rumah sudah dengan hebohnya bilang ke tentangga, klau dia ke jakarta mau menemui calon menantunya, yaitu Lucas.
"Kenapa kalian teriak teriak sih, berisik sekal." kesal Daddy Bagas.
"Gimana kami ngak teriak coba, kami kaget tau, kok bisa bisanya Mas nikahin lucas sama orang asing sih, lalu. ngak ngabarin kami pula." sewot Siti kepada Daddy Bagas.
"Lah, apa hubungan dengan bibi, klau saya nikah sama istri saya, lagian kita ngak sedekat itu kok, udah gitu oma dan keluarga besar saya saja merestui saya, kenapa jadi tante yang sewot." ketus Lucas, yang tidak suka dengan kelakuan sepupu jauh Daddynya itu.
"Haaa... saya ngak terima dengan penghinaan ini. ya kali saya ngak di undang, udah gitu ini perempuan turunan siapa, dari keluarga siapa." cerocos Bi Siti dengan gaya sok berkasta.
"Tentu saja kami keturunan manusia, ya kali keturunan nye mot..." gerutu Kenzo.
"Husss... ngak boleh gitu." bisik Zahra.
"Habis ngeselin orangnya bun." bisik Kenzo.
"Biarin aja, biar Ayah dan yang lain yang menghadapi mereka." ucap Zahra.
"Hmm.... Baik lah..." keluh Kenzo, yang tidak bisa memangsa lawannya saat ini.
__ADS_1
Bersambung.....