
Ceklek....
Pintu ruangan Lucas terbuka dari luar, menampakan wajah perempuan cantik dari balik pintu itu, siapa lagi klau bukan istri cantiknya.
"Kamu sudah selesai dengan teman teman kamu sayang" ujar Lucas yang lansung berdiri dari duduknya menghampiri istri cantiknya itu.
"Hmmm... Sudah" ujar Zahra memeluk suami ganteng nan bucin parah itu.
"Kamu sudah melepas rindu dengan teman mu kan, jadi sekarang kamu harus melepaskan rindu mas kepadamu" ujar Lukas yang tangannya sudah bergerak ke sana ke mati di tubuh sang istri.
"Iss... Jangan ngadi ngadi deh, cuma pisah lima belas menit doang ngak lebih, pakai rindu segala" sewot Zahra melepaskan tangan sang suami yang sedang bergerilya di tubuh montoknya itu, bukan tidak tau permintaan sang suami, justru Zahra paham betul isi kepala suami selain bucin tapi tingkat ke mesumannya itu juga parah.
"Sebentar aja..." rengek Lucas seperti anak kecil.
"Astaga mas, 10 menit lagi kamu ada rapat" kesal Zahra.
"Huufff.... iya deh, tapi abis rapat boleh ya, rapatnya sama kamu" oceh Lucas dengan wajah mesumnya.
Zahra hanya mendengus kesal dan berjalan kemeja kerjanya yang sudah tertata rapi di ruangan sang suami.
__ADS_1
"Haiii.... jangan lari, jawab dulu" desak Lucas mengikuti dari belakang.
"Iya iya... sudah puas" sewot Zahra.
"Yesss... lanjut kerja" ujar Lucas ke girangan dan balik ke meja kerjanya, namun baru dua langkah dia kembali mendekat ke arah sang istri, dan tanpa ba bi bu lansung meraup bibir sang istri dengan semangat.
Terserah lah decapan decapan di ruangan itu untuk beberapa menit.
"Nah klau gini kan enak, sudah dapat vitamin C, jadi semangat kerja" ujar Lucas melepas pagutannya dan me lap bibir sang istri yang basah karena salivanya juga sedikit bengkak.
"Dasar kamu ini ya mas, ngak ada puas puasnya" sungut Zahra yang sedang menormalkan detak jantung dan pernafasannya, yang tiba tiba dapat serangan mendadak"
"Klau soal ini mana ada puas sayang, pengennya lagi dan lagi" kekeh Lucas berjalan ke arah mejanya, takut dekat dekat sama sang istri, setiap dekat sama sang istri, si perkutut sedang tidur pulang bisa terbangun dan ingin keluar dari sangkarnya.
"Ayo, ikut mas ke ruang rapat, dan bawa berkas ini" ujar Lucas kepada sang istri.
"Baik Tuan" ujar Zahra dengan profesional.
Mereka melangkah ke ruang rapat di ikuti oleh Adrian dan Angel di belakang.
__ADS_1
"Bu Boss makin cetar membahana ya" bisik Angel kepada Adrian.
"Hmmm... dapat suami sultan dan di sayang mertua ya wajar lah, kamu klau cari jodoh nanti, cari lah seperti Zahra, jangan hanya kamu yang mencintai suamimu, tapi dia lebih mencintai mu percayalah pasti kamu di ratukan, apa lagi klau mertua juga sayang sama kamu, uuu tambah nikmat hidup mu" ujar Adrian menasehati Angel, dia tau Angel sangat mencintai ke kasihnya, namun hanya Angel saja yang terlalu cinta sementara kekasihnya biasa aja, dan lebih parahnya Angel mau maunya di poritin oleh calon adik ipar dan mertuanya itu.
"Hmmm.... Benar juga ya pak" ujar Angel yang mulai berfikir.
"Kamu kan temanan sama Firda dan sekarang bagaimana hidup Firda dan itu kan bisa kamu jadikan pelajaran walau beda versi" ujar Adrian lagi, bukan bearti Adrian menyukai Angel, tapi dia hanya kasihan sama wanita itu selalu di porotin oleh lintah tak berguna kasihan masa depannya masih panjang.
"Makasih Pak, Bapak sudah membuka mata saya, saya tidak ingin jadi orang bodoh lagi, saya akan ambil sikap mulai sekarang, saya ingin di cintai bukan mencintai lagi" ujar Angel berkaca kaca, walau hatinya sakit tidak apa, lama lama sakit itu akan hilang dia ingin berubah ingin bahagia, dia baru ingat dua bulan ini belum mengirimi uang untuk orang tuanya, sementara di kampung sana ada dua adiknya yang masih sekolah membutuhkan bantuan dari dirinya, sementara di sini dia di poriti oleh orang yang tidak ada talian darah dengannya.
"Bagus itu yang saya harapkan dari kamu, jadi lah wanita kuat, jangan lemah karena cinta semu, dan di percaya oleh orang orang serakah, ingat tujuan kamu datang ke kota ini untuk apa, buang laki laki yang tidak mencintai mu, suatu saat nanti pasti ada laki laki setia dan tulus mencintai mu, lihat lah Zahra tanpa berjuang dengan keras dia bisa dapatkan boss dingin kita, di cintai dengan sepenuh hati dan di sayangi oleh seluruh keluarga suaminya, jadi lah diri sendiri" ujar Andrian menepuk bahu Angel.
Angel mengangguk pasti dan mengeluarkan hpnya, mencari nomor nomor orang orang toxic yang selalu mengganggunya, satu persatu nomor itu di delete olah Angel, membuat senyum di bibir Adrian terbit, begitu pun dengan dua orang di depannya, mereka dari tadi mendengarkan pembicaraan dua orang di belakang mereka, tanpa ingin ikut campur, apa yang di bilang oleh Adrian memang ada benarnya.
"Selesai..." ujar Angel dengan wajah penuh binar, tidak ada wajah penuh beban seperti biasanya, senyumnya mengembang sangat manis.
"Loe berhak bahagia kak, dan keluarga loe butuh loe" ujar Zahra pada akhirnya.
"Eehhh..." kaget Angel malu, baru sadar klau ada sepasang suami istri merangkap boss nya itu.
__ADS_1
Buahahahaha....
Semua tertawa melihat wajah kaget Angel.