
Hari hari yang di jalanin Zahra hanya di rumah, karena sang suami dan mertuanya tidak mengizinkan dia untuk beraktifitas apa pun, kadang membuat Zahra bete sendiri seperti sekarang ini.
"Mas, aku mau ikut ke kantor" rengek Zahra yang sudah mati ke bosanan.
"Sayang, nanti kamu kecapean loh, mas ngak tega sayang" ujar Lucas membelai perut buncit Zahra yang sudah memasuki bulan ke empat, dia tidak lagi mual mual, Walah suka makanan aneh aneh, tidak masalah bagi Lucas dan mertuanya, mereka akan berusaha memenuhinya.
"Tapi aku bosan mas" ujar Zahra berkaca kaca.
Lucas jadi tidak tega melihat sang istri, mana beberapa bari ini dia juga sangat sibuk, dan banyak mengabaikan sang istri.
"Baiklah, kamu ikut, tapi ngak boleh capek capek" putus Lucas pada akhirnya.
Dia berencana selesai meeting nanti akan membawa sang istri jalan jalan ke mall.
"Makasih mas" ujar Zahra bahagia dan masuk ke dalam lamar ganti, untuk mengganti pakaiannya.
Lucas hanya geleng geleng kepala melihat tingkah sang istri, yang mulai terlihat berisi di beberapa titik, membuat dia selalu ingin menerkam setiap saat, orang hamil itu pesonanya semakin keluar saja.
"Loh. Kamu mau kemana sayang, kok sudah rapi aja?" tanya Sang Mommy yang menyediakan makanan sehat untuk Zahra.
"Mau ikut ke kantor mom?" ujar Zahra takut takut.
__ADS_1
"Oohhh... Ya udah kamu hati hati, jangan capek capek, nanti mommy bikinin makanan biat kamu" ujar sang mertua, dia juga kasihan sama menantunya itu yang selalu di kurung di rumah, takutnya Zahra stres dan berimbas sama kandungan nya.
"Mommy ngak marah?" tanya Zahra.
Mommy Lusi terkekeh mendengar ucapan sang menantu.
"Kenapa harus marah coba, kamu memang harus keluar rumah, suntuk lama lama i tunah, tapi mommy ngak mau klau kamu keluar seorang diri, harus ada temannya sayang" ujar Sang mommy
"Makasih mom" ujar Zahra memeluk mertuanya.
"Sayang. Mommy mau kasih tau kalian" ujar Mommy serius.
"Itu. Tante Nina sepupu papa mu, mau ke sini, sama anaknya yang centil itu, yang tergila gila sama kamu, dia mau nginap di sini selama satu minggu alasannya, anaknya lagi cuti kerja, jadi mau liburan di sini" ujar Mommy Lusi, yang tidak nyaman dengan orang itu, apa lagi sekarang dia mempunyai menantu, dia takut anaknya Nina itu membuat huru hara di rumah ini dan membuat sang menantu tidak nyaman.
"Astaga. Hilang satu tumbuh seribu" dengus Lucas, batu juga selesai huru hara sama Anggia. kini ada lagi yang baru.
"Kenapa papa ngak suruh mereka tinggal di hotel saja sih. aku juga ngak suka sama si belek belek itu" kesal Emely.
Lucas terkekeh mendengar ucapan sang adik, memang dari dulu tidak menyukai gadis itu, yang 11 12 sifatnya dengan Anggia.
"Klau dia bikin ngak nyaman, biar nanti aku nginap di apartemen saja, dan biarin aja mereka di sini" ujar Lucas membuat keputusan.
__ADS_1
"Dia kan tau semua apartemen abang, si belek itu sudah seperti intel saja mencari tau keberadaan abang" dengus Emely kesal.
"Ini ngak akan tau, abang beli apartemen atas nama istri abang kok, dan tingkat ke amanannya sangat ketat, ngak memberi izin sama siapa yang bertamu. mereka akan melepon penghuni apartemen kalau ada tamu" ujar Lucas.
"Ahhh... Syukurlah klau gitu" ujar Daddy Bagas ikut nimbrung.
"Emang seperti apa sih manusianya, kaya takut banget, tenang aja ada Ken yang siap melindungi Bunda" ujar anak kecil itu, yang selalu sensitif klau masalah sang bunda.
"Anak Ayah yang terbaik." ujar Lucas memeluk Kenzo.
"Cucu Oma memang yang terbaik, nanti kita lawan demit bareng bareng ok"ujar mommy Lusi, dia tidak akan diam begitu saja, klau menantunya kenapa napa.
"Kalian. Jangan mau di rendahkan. kalian bertiga adalah tuan rumah, yang tamu itu mereka, jangan mau di injak injak sama orang itu, walau pun mereka saudara Daddy lawan saja mereka" ujar Daddy Bagas memberi tahu sikembar dan juga Kenzo.
"Baik Dad" ular si kembar terharu, sebegitunya mertua sang kakak menghargai mereka.
"Siap Opa, ken yang akan lawan mereka" ujar Kenzo menepuk dada.
Hahaha...
Pecah sudah tawa mereka melihat tingkah sang anak.
__ADS_1