Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja

Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja
Bab 139


__ADS_3

"Loh, kita kemana Bang? ini bukan menuju rumah kak Zahra sama rumah abang." ucap Filona melihat jalan yang mereka lewati, bukanlah jalan kerumah sang kakak, dan juga rumah calon suaminya.


"Abang mau ajak kamu ke suatu tempat dulu" sahut Adrian, yang masih fokus menyetir mobilnya.


Akhirnya Filona hanya diam saja, karena percuma saja bertanya, ngak akan di jawab jujur oleh calon suaminya itu.


Sementara itu Zahra dengan yang lain, begitu terpesona dengan rumah yang di beli oleh Lucas itu, namun tidak dengan Zahra dia malah tidak senang dengan itu semua, karena menurutnya itu hanya buang buang uang saja, sebab mereka sudah mempunyai rumah mewah ya walau masih kalah mewah dengan rumah sekarang ini, karena dia belum tau, klau rumah besar yang persis berada di samping rumah nya itu adalah rumah Adrian yang sengaja dia beli untuk sang istri nantinya.


"Haiii.... Kenapa mukanya di tekuk begitu?" tanya Lucas memeluk sang istri.


"Mas itu kenapa buang buang uang saja sih, kenapa harus beli rumah lagi, rumah kita saja sudah ada, rumah Mami saja jarang di isi, ini malah di beli lagi, mubazir tau ngak sih Mas." oceh Zahra.


Lucas hanya terkekeh mendengar ocehan sang istri, andai saja istrinya itu tau, klau rumah yang di samping itu adalah rumah sang adik, entah apa reaksinya nanti.


"Di tanya malah cengengesan." sewot Zahra.


Mas, beli rumah ini, biar lebih lega lagi sayang sebentar lagi anggota keluarga kita bakal nambah, dan Mas, mau nya Mommy sama Daddy juga ikut kita sajalah, pasti mereka ngak akan mau berpisah sama cucunya, pasti bakal tinggal bareng kita, tambah Emaly dan Juga Filio, dan Maa ingin buat taman bermain buat anak kita." sahut Lucas memberi alasan.


"Astaga Maa, apa rumah kita kurang besar apa ha... jalan dari depan sampai ke dalam saja, bikin kaki ku begal loh mas, apa nanti setiap tambah anak, kamu akan beli rumah lebih besar lagi." ketus Zahra.


"Tentu saja Lucas terbahak mendengar omelan sang istri.

__ADS_1


"sepertinya ide kamu bagus juga sayang." kekeh Lucas.


"Mas... " kesal Zahra.


"Apa..." jawab Lucas yang masih belum reda tawanya.


"Hallooo.... semua. Assalamualaikum...." salam orang dari luar.


"Loh. Filo... kok kamu juga ada di sini.?" tanya Zahra kaget melihat sang adik, sudah berada di dalam rumah yang di beli sang suami.


"Aku di ajak abang ke sini." sahut Filona.


"Ya sudah yuk... berhubung sudah kumpul, yuk... kita lihat lihat ke luar sana" ujar Lucas.


Mereka mengikuti dari belakang ke dua laki laki tampan itu.


Ceklek..


Adrian membuka pintu rumah yang bersampingan dengan rumah Lucas itu.


"Loh, abang kok ada kunci rumah ini?" kaget Filona.

__ADS_1


"Tentu saja punya, ini rumah kita kelak, saat kita sudah menikah, kita akan lansung tinggal di rumah ini, abang tau, kamu itu belum bisa berpisah sama laki laki itu, dan dia juga pasti sungkan tinggal terlalu lama sama kita, apa lagi dia juga punya kakak yang selalu dia sayangi, jadi. biar kalian tidak pada galau. kami memutuskan untuk membeli rumah yang berdekatan dengan Lucas, jadi kalian bisa bertemu setiap hari." ucap Adrian.


"Haa... sampai.segitunya" pekik Filio berkaca kaca, tidak menyangka para iparnya itu juga memikirkan perasaannya.


"Apa pun yang membuat kalian bahagia kami pasti lakukan." ujar Lucas.


"Terimakasih Mas..." serak Zahra, dia begitu terharu dengan sang suami, rupanya suaminya itu membeli rumah untuk dirinya, agar tidak berjauhan dengan sang adik.


Begitipun Filona di buat begitu terkejut dengan apa yang di lakukan calon suaminya itu, dia tidak menyangka bakal mendapatkan kejutan seperti ini, dia pikir setelah menikah akan tinggal jauh dari kembaran dan juga dengan sang kakak, namun itu tidak terjadi, karena calon suami dan suami sang kakak sudah terlebih dahulu menyiapkan rumah yang berdekatan untuk mereka.


"Terimakasih bang..." ucap Filona berkaca kaca.


"Ucapkan Terimakasih kamu dengan benar, saat malam pertama kita sayang." goda Adria.


Blusss....


Wajah Filona lansung memerah bak ceri matang, karena di goda calon suaminya itu.


"Amalan apa yang aku lakukan sampai sampai aku bertemu orang baik seperti kalian, hidupku semudah membolak balikan telapak tangan, baru kemaren aku susah mencari nafkah, hidup pas pasan, beli apa apa harus nunggu uang lebih dulu, namun sekarang aku tinggal tunjuk semua lansung ada." isak Zahra tak terbendung lagi.


"Itu semua buah kesabaran kamu sayang, Tuhan menguji kamu, karena Tuhan tau klau kamu mampu menjalani semua rintangan yang Tuhan berikan, saat kamu lulus, Tuhan pun mendatangkan orang orang baik dan tulus mencintai kamu." ujar Bunda santi membelai Zahra yang sedang duduk di sampingnya. Dia sudah mendengar cerita hidup calon menantunya itu dan juga sang kakak.

__ADS_1


Zahra hanya mengangguk dan tersenyum dalam tangis bahagianya.


Bersambung....


__ADS_2