
Pagi ini seperti biasa, Zahra membawakan sarapan untuk bosnya itu.
Zahra naik ke lantai atas menggunakan lift karyawan, dia datang lebih awal untuk menghindari bosnya..
Tapi sayang seribu kali sayang, ternyata Lucas sudah lebih dulu berada di dalam ruangan itu menunggu Zahra, niatnya sudah bulat akan menaklukan gadis cantik itu.
Ceklek....
Pintu ruangan Ceo itu terbuka dari luar, Zahra masuk dengan santainya, dia tidak tau klau bosnya itu sudah duduk manis di kursi kebangsaannya.
Lucas memperhatikan kan gerak gerik Zahra yang sedang menata kanan di atas meja tamu di depan Lucas.
Zahra hanya fokus dengan kerjanya tanpa melihat ke sana ke mari, membuat Lucas menggeleng heran dengan gadis itu.
Lucas berjalan ke arah Zahra dan memeluk Zahra dari belakang tanpa permisi.
"Astaga...." kaget Zahra, dan melepaskan pelukan Lucas, namun sayang Lucas tak ada niat melepaskannya.
"Masak apa sayang... dari baunya sangat lezat" bisik Lucas di kuping Zahra membuat buku kuduk Zahra merinding.
"Tolong lepasin Tuan..." kesal Zahra, merontan minta di lepasin dari pelukan Lucas.
"Tidak akan, sebelum kau menerima cinta saya" jawab Lucas santai, masih memeluk Zahra dan membenamkan kepalanya di curuk leher Zahra, tentu saja membuat Zahra merinding, karena tiupan nafas Lucas, dan nakalnya Lucas dia mengecup leher Zahra.
"Tuan apa yang kau lakukan!" kesal Zahra, karena bosnya itu suka sekali menciumnya tanpa permisi.
__ADS_1
"Mencium calon istri saya, emang kenapa?" jawab Lucas enteng.
Itu tentu saja membuat Zahra kesal.
"Siapa yang calon istri Tuan, saya tidak pernah mengatakan kalau saya calon istri tuan!" kesal Zahra.
"Nah... barusan sudah bilang calon istri" kekeh Lucas dan membopong tubuh Zahra dan membawanya untuk duduk di sofa, tepatnya Lucas yang duduk di sofa dan Zahra duduk di pangkuan Lucas.
"Tuan... apa yang anda lakukan, turunin saya...!" kesal Zahra dan memukuli dada bidang Lucas dengan tangannya, Lucas hanya terkekeh sambil memeluk pinggang Zahra, dia suka melihat wajah marah gadis yang telah mencuri hatinya itu.
Cup...
Lucas mengambil tangan Zahra dan mencium punggung tangan Zahra berulang kali, membuat Zahra melotot marah.
Lucas tersenyum melihat wajah kesal Zahra.
Cup...
Tanpa ba bi bu, Lucas mencium pipi Zahra.
"Tuan...!!" bentak Zahra, dan mengangkat bokongnya ingin turun dari pangkuan Lucas, namun sayang Lucas kembali menekan pinggul Zahra dan Zahra kembali terduduk di pangkuan Lucas.
Zahra bergerak gerak di atas paha Lucas agar bisa lepas dari Lucas, malah Lucas semakin mengeratkan pekukannya.
"Diam sayang... klau kau masih bergerak gerak, dia akan menerkam kamu sekarang juga, apa kau tidak merasakannya sudah bangun" serak Lucas menahan sesuatu di bawah sana, karena terbangun oleh gerakan bokong Zahra.
__ADS_1
Zahra lansung diam bak patung di atas paha Lucas, karena dia merasakan sebuah barang yang berkedut kedut di bokongnya.
"Astaga laki laki mesum ini, apa sih maunya" kesal Zahra yang hanya bisa bergumam dalam hati, karena sekarang otaknya sedang tidak karuan merasakan sesuatu di bawah Sana sedang bergerak gerak mengenai bokongnya.
"Zahra ... ayo kita menikah" ajak Lucas, dia tidak ingin menyia nyiakan kesempatan ini.
"Tuan anda dengan saya berbeda, saya hanya rakyat biasa, yang banyak tanggungan hidup, anda bisa mencari gadis yang selevel dengan anda tuan, saya belum ada keinginan untuk menikah" jawab Zahra, dia tidak ingin menghindar terus dari Lucas, lebih baik dia bicara baik baik dari pada menghindar, yang ada semakin menghindar Lucas semakin nekat mengejarnya.
"Kenapa kau tidak ingin menikah, apa kau tidak ada sedikitpun perasaan kepada saya" tutur Lucas menatap manik mata Zahra dengan tajam.
Bohong saja Zahra tidak tertarik dengan bosnya itu, namun dia sadar diri siapa dia, dia tidak ingin tersakiti untuk ke sekian kalinya, dan di maki maki oleh keluarga Lucas, membayangkan itu saja Zahra sudah bergidik ngeri duluan.
"Jawab, kenapa diam" tuntut Lucas yang masih menatap Zahra yang mulai salah tingkah karena tatapannya.
Zahra melihat Lucas ragu ragu, ingin bicara tapi takut, dia tidak tau harus bicara apa.
"Jawab sayang.... kenapa masih diam hmmm... apa diam kamu ini bertanda kau menyukaiku hmmm..." Lucas memajukan wajahnya ke wajah Zahra.
Membuat Zahra memundurkan kepalanya ke belakang, Lucas semakin maju dan Zahra semakin mundur di pangkuan Lucas itu.
Bruk....
"Aiisss...."
Bersambung...
__ADS_1