Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja

Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja
Bab 107


__ADS_3

Sudah siap sayang" tanya Lucas di balik punggung sang istri, hari ini mereka akan kembali ke negara mereka.


"Sudah, ini kenapa jadi banyak banget sih, bawaannya" kesal Zahra, melihat tumpukan koper di dalam kamar hotel itu.


"Itu kiriman dari Oma sama para tante, karena kita ngak bisa datang ke tempat mereka dalam waktu dekat, jadi semalam pas kamu tidur orang suruhan mereka mengantarkan ini" ujar Lucas enteng.


"Sebanyak ini...?" kaget Zahra.


"Ngak juga, yang sebagian kan oleh oleh buat Kroco kroco kamu, kemaren kita ngak sempat belanja, jadi mommy yang belanjain oleh oleh nya" ujar Lucas.


"Astaga mas, kok jadi mommy sih, ahh... aku jadi ngak enak sama mommy loh mas" rengek Zahra ngak enak hati, kemarena sehabis makan Zahra pusing dan lansung pulang, ngak jadi mampir untuk beli oleh oleh.


"Ngak apa, mommy senang bisa bantu menantu cantiknya ini" ujar Lucas mencari kesempatan untuk mencium pipi sang istri.


"Loh.. Sayang kamu sakit?" tanya mommy melihat wajah Zahra yang sedikit loyo.


"Cuma pusing doang mom, ngak tau dari kemaren kurang fit aja" ujar Malika.


"Ohhh ya ampun... Luc, jangan di gempur terus dong mantu mommy, lihat lah dia sampai kecapean" ujar sang Mommy sambil memukul pelan bahu Lucas.

__ADS_1


"Enak abisnya mom" kekeh Lucas


"Dasar bujang lapuk, sekali nyobain ketagihan lansung di hajar aja sampai ngak tau waktu" mommy sampai geleng geleng kepala.


Zahra hanya menunduk menahan malu mendengar celotehan ibu dan anak itu.


"Oh... iya mom, itu kenapa mommy beli banyak banget oleh oleh" tanya Zahra.


"Ngak pa apa, sesekali nyenengin teman teman dan karyawan kamu, lagian masa kamu pulang dari luar negeri ngak bawa oleh oleh, ya sudah mommy beliin aja, semoga mereka suka" santai sang mommy.


"Makasih banyak ya mom" ujar Zahra memeluk mertuany itu, mommy Lusi membalas pelukan Zahra sambil menepuk nepuk sayang punggung Zahra.


"Ayo masuk" ajak Daddy Bagas memisahkan mertua dan menantu yang sedang berpelukan itu, karena mereka mau terbang ke negaranya.


Beberapa belasan jam pernerbangan akhirnya mereka sampai juga di jakarta dengan selamat.


"Huufff.... Capek..." pekik Kenzo menidurkan badannya di sofa ruang tamu.


Sementara Mommy Lisa, Daddy Bagas dan Emely sudah lansung kembali ke rumah mereka.

__ADS_1


"Ngak enak ngak ada mommy ya kak" keluh Filona yang sudah terbiasa bermanja manja kepada mommy Lusi, dia kembali bisa merasakan sekapan kasih sayang Ibu dari mertua kakaknya itu.


"Paling juga besok mommy ke sini, mana tahan dia lama lama pisan sama Kenzo" ujar Lucas.


"Iya kah..." sorak Filona bahagia.


Sedang kan Filio hanya menggelengkan kepalanya, dia juga merasakan kasih sayang mommy Lusi bahkan Daddy Bagas, kemana pun Daddy Bagas pergi Filio selalu di ajak, bahkan kini Filio pun aktif dengan olah raga golf sang Daddy.


"Yah... anakku tidur lagi" ujar Zahra melihat kenzo sudah pulas di atas sofa, Lucas lansung siaga mengangkat tubuh Kenzo.


"Biar aku aja bang, sekalian ke atas" ujar Filio mengambil tubuh bocah itu dari tangan sang kakak ipar.


"Kak Loba juga ke kamar ya, mau bersih bersih sama istirahat"


"Hmmm.... istirahat lah" ujar Zahra mengangguk kan kepala.


"Ayo Yang, kita ke kamar juga" ajak Lucas menarik lembut tangan Zahra.


*****

__ADS_1


Jessy mengamuk di beraga belanda sana, karena dia ke colangan dengan ke pulangan Lucas dan keluarga Lucas.


"Aaaggggkkk.... Sialan kenapa bisa ke colongan sih gue, ngak tau mereka pulangnya, sial... ini semua gara gara papi, coba papi ngak larang gue ke kamar Lucas, pasti Lucas sudah masuk jebakan gue" kesal Jessy membanting perabotannya.


__ADS_2