Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja

Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja
Bab 149


__ADS_3

"Kak, berapa hari kita di sini?' tanya Filona, karena sudah dua hari tiga malam dia di kurung oleh sang suami di dalam kamar hotel tersebut, mana di gempur setiap saat, membuat badannya remuk redam.


"Kemana memang hmmm.... ngak suka dekat dekat sama kakak?" tanya Adrian melihat ke arah sang istri.


"Bukan ngak suka, tapi kakak cuma ngurung aku di kamar selama ini, bikin pinggangku mau patah rasanya," keluh Filona, yang mana membuat Adrian terkekeh geli.


"Habis kamu enak sayang, bikin kakak nagih, dan mau lagi dan lagi." kekeh Adrian memeluk sang istri yang masih memakai handuk, sehabis mandi.


"Jangan dekat dekat, nanti minta lagi." omel Filona.


"Hahahah.... ngak kok, kakak janji." ujar Adrian yang tetap memeluk sang istri, dia mencium bau harum yang menguar dari tubuh sang istri, yang sudah menjadi candu untuknya.


"Nanti kakak ada sedikit kerjaan, tapi adek ke spa aja, yang berada di lantai tiga, manjain diri di sana ya, biar ilang capek nya." ucap Adrian, memang hari ini ada beberapa kerjaan, dan juga ada meeting mendadak yang harus dia lakukan, di sela sela bulan madu mereka.


"Serius kak.?" tanya Filona ke girangan, yang dua butuh hari ini adalah merileks kan tubuhnya itu.


"Iya sayang, habis itu baru kita pulang." ujar Adrian.

__ADS_1


Cuppp.... makasih kakak, Filona berbalik dan mengecup bibir sang suami.


"Aaahhh.... kakak jadi pengen lebih." keluh Adrian.


"Tuh kan, ngeselin." ujar Filona yang buru buru menjauh dari sang suami, bagaimana tidak, semalam sudah dan tadi pagi di kamar mandi minta dua ronde, sekarang minta lagi, oh.. tidak bisa, bisa patah benaran pinggang Filona itu.


Adrian jadi terkekeh sendiri, melihat tingkah sang istri. Adrian juga memakai pakaian kerjanya. karena bentar lagi dia akan mengadakan meeting di hotel tersebut.


"Ayo, bareng kakak keluar, sekalian kakak anter ke spa di bawah." Ujar Adrian menggandeng pinggang sang istri.


Banyak mata yang memandang kemesraan mereka, terutama para karyawan Adrian dia takjup melihat bosnya itu yang begitu sayang kepada sang istri, belum ada seorang pun wanita yang dekat dengan dirinya, di perlakukan seperti bersama istri cantik bos nya itu.


"Siap suami ku.." kekeh Filona.


Dengan gemes Adrian mengkusuk rambut istrinya itu.


"Kakak ih.. berantakan tau." dumel Filona.

__ADS_1


Sementara di rumah Bunda Santi lagi bersantai ria di taman belakang, sambil memakan cemilan yang di sediakan oleh para pembantunya.


"Ibu ngak kangen sama pak Adrian.?" tanya Heni hati hati, dia ingin tau perasaan majikannya itu, karena dia tau Bu Santi dan Adrian jarang berpisah lama, apa lagi hanya di dalam kota yang sama, dia lebih suka menghabiskan waktu bersama bundanya. sesekali keluar bersama Adrian.


"Pasti rindu lah, namanya sama anak sendiri." ujar Bun Santi.


"Kenapa ngak di suruh pulang saja bu. Ngapain lama lama di luar sana, sementara kan ada ibu yang harus di perhatikan, susah sih bu, klau punya istri yang hanya mau sama lakinya aja, tapi ngak perduli dengan mertuanya." kompor Heni.


"Namanya orang lagi bulan madu, ya wajar lah, kamu ngak usah menghasut saya dengan menantu saya Heni, ingat kamu di rumah ini di gajin buat dan tidak usah ikut campur urusan rumah tangga saya." ketus Bu Santi, yang mulai risih dengan oceha Heni tersebut.


"Maaf klau saya lancang bu, saya cuma kasihan saja sama ibu." ujar Heni tidak enak hati, padahal malu setengah mati, karena usahanya gagal untuk mengompori majikan nya itu.


"Saya tau apa yang kamu ucapkan Heni, dan saya tidak buta, selama ini saya tau, kamu itu suka mencari perhatian anak saya, tapi mohon maaf anak saya tidak menyukai sembarang wanita." ujar Bunda Santi.


"Satu lagi, klau menantu saya pulang, hormat sama dia, karena kedudukanya tinggi di rumah ini, apa yang di pernikahan oleh dia, lakukan dengan benar, karena dia adalah majikan kamu juga." ujar Bu Santi dengan tegas.


"Baik buk...." ucap Heni, merasa malu, karena dia ketahuan menyukai Adrian, dan terang terangan bu Santi tidak menyukainya, apa lagi perlakuan bunda Santi kepada Filona sangat berbeda, sungguh perhatian, dan memang hanya di anggap sebagai pembantu tidak lebih dari itu, padahal dia sudah berharap menjadi istri Adrian selama ini, namun sayang seribu kali sayang, Adrian tidak pernah melirik dirinya sama sekali.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2