
Zahra deg degan menunggu hasil tespeck itu keluar, dan tidak kalah deg degan nya dengan Lucas, namun Lucas masih bisa bersikap tenang.
"Gimana Mas....?" tanya Zahra.
"Sabar ya sayang" ujar Lucas lembut dan membantu sang istri keluar dari kamar mandi.
"Bun. Apa adek Ken ada di kamar mandi?" tanya Kenzo yang tidak sabaran.
"Haaaa...." kompak sepang suami istri itu kaget mendengar ucapan sang anak.
"Iya. Kata Aunty dan Om Lio, bunda sama ayah lagi cek adek Ken" polos Kenzo pergi ke kamar mandi, mencari di setiap sudut kamar mandi itu.
Empat orang di sana hanya terbengong melihat ulah Kenzo, sampai sampai lupa dengan hasil tespeck tadi.
"Bun. Kok adiknya ngak ada, emang di tarok di mana?" tiba tiba Kenzo menyumbulkan kepala dari dalam kamar mandi.
"Astaga. Anak ini benar benar deh" gumam Filona yang kesabarannya setipis tisu makanya Kenzo suka mengusilinya.
"Sini sayang, sini. Bunda kasih tau" panggil Zahra agar Kenzo mendekat ke arahnya.
Dengan patuh anak ajaib itu mendekat le arah sang bunda.
"Denger bunda baik baik, jangan di potong klau bunda masih bicara, ok" ujar Zahra.
"Hmm... Baik lah" ujar Kenzo sok serius.
"Adik Ken itu, masih ada di sini" ujar Zahra memegang perut ratanya.
__ADS_1
"Tadi. Bunda sama Ayah memastikan adek Ken itu sudah ada apa belum di sini, sekarang aja belum Ayah sama Bunda lihat, ini kita mau lihat sama sama" ujar Zahra dengan pelan kepada sang anak.
"Ohhh... Begitu, ayo sekarang kita lihat" ujar Kenzo.
"Iya, sabar sayang, Ayah ambil dulu" ujar Lucas mengeluarkan tespeck dari dalam kantong celananya.
Filio terkekeh melihat abang iparnya itu, pikir dia, apa abangnya itu tidak jijik dengan tespeck yang sudah terkena air seni itu.
"Tunggu.... Kami juga ingin lihat" pekik seseorang dari pintu kamar, ternyata sudah ada Mommy Lusi. Daddy Bagas, dan Emely yang masih berpakaian tidur, datang pagi ini, karena di hubungi salah satu pelayan, mengatakan klau Zahra muntah muntah, dan bersikap aneh, dengan tidak sabarnya Mommy Lusi memaksa suami dan anaknya datang kerumah Lucas tanpa mengganti baju terlebih dahulu.
"Mom, dad, Ly. Kalian kapan sampai?" kaget Zahra melihat ketiga orang itu.
"Baru sampai sayang, sudah. Diam di sana, biar kami yang ke sana" ujar Mommy Lusi yang tau menantunya ingin turun dari kasur, untuk menghampiri mereka yang baru datang.
Zahra hanya tersenyum dan mengangguk patuh.
"Bismillah..." Bisik Lucas dan membuka genggamannya yang sudah ada tespeck.
Deg.... Deg...
Deg.... Deg....
Bunyi jantung mereka bertalu talu.
"Alhamdulillah...." pekik mereka bersama sama, dan memeluk Zahra dengan kompak.
Hiks..
__ADS_1
Hiks...
"Aku hamil mom" ucap Zahar memeluk mertua baiknya.
"Iya sayang. Terimakasih sudah memberikan kami, cucu ke dua" ujar Mommy Lusi, yang tetap menganggap Kenzo cucu pertamanya.
"Hari ini kita periksa ke rumah sakit ya, biar tau sudah berapa minggu, klau kamu ngak sanggup untuk kerja, jangan di paksakan, diam di rumah, kami akan pindah ke sini, agar bisa menjaga kamu" putus Mommy Lusi yang tidak ingin menantunya kenapa napa, apa lagi ini ke hamilan pertama bagi Zahra.
Zahra sungguh terharu dengan mertuanya itu, begitu baik kepadanya, ke dua adik kembaran dan juga Kenzo, apa lagi tadi mertuanya bilang klau Kenzo tetap cucu pertamanya, sungguh Zahra begitu terharu, anak abangnya di terima dengan baik oleh seluruh keluarga besar sang suami.
"Selamat boy. Akhirnya berguna juga kau jadi anak" kekeh Daddy Bagas.
"Ncek, memang selama ini aku ngak berguna sama Daddy" kesal Lucas.
Daddy Bagas hanya mengedikan bahu acuh.
"Sayang, terima kasih sudah hadir di perut bunda kamu, baik baik di dalam ya sayang, minta apa pun yang kamu inginin, susahin aja mbah mu itu, minta buka ambon yang lansung beli di medan sana, minta jeruk Bali yang lansung beli di bali, minta mpek mpek palembang yang beli harus di palembang, Papi sangat mendukung mu sayang, susahin aja mbak mu itu, biar dia ada kerjaan" ujar Lucas mengajak perut istrinya bicara.
Puk..
"Dasar anak si alan, bisa bisanya kau menyuruh cucuku seperti itu" dengus Daddy Bagas, tak terima.
Lucas hanya acuh melihat sang Daddy kesal.
Zahra hanya geleng geleng kepala melihat suami dan mertuanya itu, selalu rame kalau sudah bertemu.
Bersambung....
__ADS_1