
Grebbb....
Lucas lansung memeluk istri cantiknya saat sampai di kamar hotel.
"Sayang.... Mas lihat dari tadi kamu kenapa seperti orang banyak pikiran, dan seperti orang tertekan hmmm... apa yang kamu pikirkan, padahal ini hari bahagia kita loh, tapi muka kamu kaya ngak bahagia?" ucap Lucas lembut, sebenarnya Lucas tau apa yang di pikirkan oleh sang istri, apa lagi tadi saat mau ijab kabul hampir saja batal, seandainya adik iparnya tak bisa dia yakin kan, dia ingin istri cantiknya itu terbuka kepadanya, dan tidak memendam apa pun seorang diri makanya dia pura pura tidak tau. apakah istrinya itu jujur kepadanya atau berbohong.
"Apa kah... Mas punya hubungan dengan wanita cantik tadi?" tanya Zahra pada akhirnya, dia tidak mau pikirannya terganggu dengan hal hal yang tidak di inginkan, apa bila sang suami memang ada apa apanya dengan wanita itu, dia lebih memilih mengalah dan membatalkan pernikahan ini, dia sudah capek dengan semua masalah, dan tidak ingin lagi menambah masalah baru lagi, hidup sudah rumit dan tau mau bertambah rumit.
"Kenapa bertanya seperti itu hmmm...?" tanya Lucas lembut, sambil mencium tengkuk sang istri yang sudah menjadi candu untuknya.
"Sebelum acara akad nikah tadi dia mendatangi Zahra, dia bilang kalau dia adalah calon tunangan Mas, dan dia bilang klau Zahra adalah pelakor yang merebut Mas dari dia" jujur Zahra.
Lucas tersenyum melihat sang istri.
"Kenapa tersenyum, jawab dengan jujur, aku ngak mau menerka nerka" tegas Zahra yang terlihat serius dan tanpa senyum di wajahnya.
"Klau memang iya, apa yang akan kamu lakukan sayang?" tanya Lucas yang ingin mengerjai sang istri, dia tidak tau saja itu akan merugikan dirinya sendiri.
__ADS_1
"Klau memang iya, kita batalkan pernikahan ini secepatnya, aku tidak ingin menjadi pengganggu dalam hubungan kalian, masalah aku sudah banyak dan tidak ingin di tambah lagi, baik lah aku akan menghubungi adikku, minta tolong mengurus pembatalan pernikahan ini, dan setelah ini jangan ada hubungan apa pun di antara kita, aku akan mengundurkan diri dari perusahaan kalian" ucap Zahra tegas melepaskan pelukan Lucas dari tubuhnya dan berlalu mengambil ponselnya ingin menghubungi sang adik.
Deg....
"Anjir.... salah ngomong gue, haisss.... bego bego" Lucas lansung buru buru merampas ponsel yang ada di tangan Zahra.
"Balikin ponsel aku Pak, aku mau telpon adik ku, dan minta jemput ke sini, tolong Bapak keluar sebentar saya mau ganti baju" ucap Zahra dengan tegas hatinya sakit di permainkan oleh Lucas dan keluarga nya, sudah banyak masalahnya, kini di tambah lagi dengan masalah ini, membatalkan pernikahan itu akan menambah keburukannya di mata orang orang, namun Zahra tidak perduli, dia tidak ingin ada orang ke tiga di dalam rumah tangganya, dan tidak ingin di cap sebagai pelakor.
"Sayang... dengarin mas dulu, jangan begini" panik Lucas ingin menggapai tangan sang istri, namun sayang secepat kilat Zahra menghindar dari nya, Lucas hanya bisa menggapai angin, menyesal sudah dia mengisengi sang istri, kapok sudah dia, tidak lagi lagi dia akan bercanda saat istrinya sedang mode serius gini.
"Sudah tidak ada lagi yang harus kita bicarakan, tolong keluar dan tolong kembalikan ponsel saya" ucap Zahra berbicara formal.
Hati Lucas ikut terluka dan sesak melihat sang istri berpura pura tegar, menyesal dia mengisengi sang istri klau akhirnya akan seperti ini.
Lucas lebih suka melihat sang istri berteriak, memaki dan memukul dirinya dari pada melihat sang istri berpura pura tegar dan seolah olah tidak terjadi apa apa, padahal hatinya hancur.
Greppp....
__ADS_1
Dengan secepat kilat Lucas menangkap sang istri yang sedikit lengah dan memeluknya dengan sedikit kencang, karena sang istri meronta ingin lepas dari pelukannya.
"Lepasin saya Pak...." pinta Zahra dengan suara bergetar.
"Sayang.... dengerin mas dulu sayang, mas tadi hanya bercanda, mas ngak ada hubungan apa apa sama dia sayang, mas hanya ingin mengerjai kamu saja, namun mas ngak nyangka reaksi kamu seperti ini, mas minta maaf sudah bikin kamu sedih, mas mohon jangan batalin pernikahan kita, mas sangat mencintai kamu sayang" ucap Lucas sambil memeluk tubuh sang istri yang sudah bergetar dalam pelukannya.
Hiks....
Hiks....
Hiks....
Akhirnya pecah sudah tangis Zahra, tak bisa lagi dia bandung, pertahanan yang dia bangun sudah luluh lantak tanpa sisa.
"Maaf maafin mas sayang, klau kamu marah, maki mas, pukul mas, sumpah serapahi mas sayang, jangan kamu pendam kaya gini, mas sakit lihat kamu pura pura kuat, di sini sakit sayang" Lucas menunjuk dadanya dan ikut menangis melihat sang istri.
Zahra hanya diam dan menangis sesegukan di dalam pelukan Lucas.
__ADS_1
Lucas kembali merutuki kebodohanya yang membuat sang istri bersedih di hari bahagia mereka itu. "Ahh... ini semua gara gara si Anggia sialan itu" gerutu Lucas yang masih memeluk sang istri.
Bersambung....