
"Waahhh.... pagi pagi udah ada yang ngambang di kolam renang, aku pikir tadi **k tau taunya tante ondel ondel yang sudah berada di kolom renang." kekeh Kenzo melihat Wati yang sedang berenang di kolam renang dengan pakaian yang sangat mencolok, warna kuning.
Kenzo sungguh tidak menyukai wanita itu di rumahnya, bagai mana tidak, dia selalu saja mencari cara untuk menggoda ayahnya, beruntungnya sang ayah tidak tergoda, dengan ulat bulu itu.
Akan tetapi Kenzo tetap waspada, namanya ikan asin di suguhin ke kucing tetap aja tidak menolak.
Seperti saat ini, para laki laki sedang berkumpul di rumah, dengan sengaja perempuan kurang se ons itu berenang di kolam renang dengan pakai cukup mini, beruntungnya para laki laki itu, lebih memilih di balkon lantai tiga rumah Lucas itu, dan di sana tidak ada yang boleh masuk kecuali keluarga inti mereka.
"Haaiii... ngak sopan sekali kau bocah! kau pikir aku ini kotoran!" kesal Wati.
"Lah, aku ngak ada ngomong tante kotoran, aku cuma menduga duga tadinya, soalnya baju tante itu kaya yang suka ngambang ngambang di kali." kekeh Kenzo, tentu saja ucapan Kenzo tersebut membuat murka Wati.
"Kurang ajar kau anak sialan, anak pungut. kemari kau!!" kesak Wati mengejar Kenzo, sungguh kesal sekali dirinya di katain t*i oleh Kenzo, dasar anak ngak sopan memang, pikir Wati.
"Hahaha.... jangan marah dong tante ondel ondel, klau ngak mereka **k jadi ngak usah marah, tapi klau tante merasa diri tante Memang lah seperti **k ya wajar tante marah." ujar Kenzo sambil berlari lebih kencang, supaya tidak bisa di tangkap oleh ulat bulu itu.
__ADS_1
"Dasar anak sialan, kemari kau... gue kutuk lu jadi guguk." maki Wati.
"Widiiihhh... mainan tante kutukan, tapu sayang ngak berlaku sama aku, soalnya tante itu bukan siapa siapa bagi ku, aku ngak takut ngak takut..." ledek Kenzo.
"Astaga anak itu kenapa lagi sih, usil sekali." kekeh Filio, yang melihat sang ponakan di kejar oleh Wati, pasti ada sesuatu yang membuat Wati murka.
"Biarin aja, ada mainan baru dia, dari pada aunty nya terus yang di isengin, lumayan buat hiburan." kekeh Daddy Bagas, dia tidak pernah memarahi Kenzo, karena dia tau anak itu menjaga mereka dari orang orang yang ingin mengganggu kesejahteraan mereka.
Sementara Lucas terbahak bahak melihat tingkah sang anak, bagaimana tidak, dia sempat mendengar Kenzo, mengatai Wati **k, tentu saja wanita itu murka, tapi dia tidak ingin melarang sang anak.
"Gimana ngak ngamuk tuh, mbak ondel ondel. masa di katain seperti yang suka ngambang di kali, sama anak ku." ujar Lucas yang masih belum reda dari tawanya.
"Buahahahaha...."
Kini bukan hanya Lucas yang tertawa lepas, tapi ke tiga laki laki itu ikut menyemburkan tawanya.
__ADS_1
"Astaga, anak itu, kok aku bisa bisanya punya ponakan kaya gini." ucap Filio yang tidak habis pikir dengan Kenzo, salah kasih makan apa kakaknya waktu dia bayi.
"Harusnya kamu bersyukur punya keponakan kaya gini, dia bisa menjaga orang orang yang dia sayangi dari pengganggu." ujar Daddy Bagas menepuk bahu Filio.
"Mentalnya sudah terlatih sejak dini, dia sering melihat bundanya di sakiti orang, jadi dia tidak ingin lagi bundanya bersedih dan terluka, makanya dia jadi garda terdepan untuk bunda dan auntynya." ujar Lucas.
Filio menganggukan kepalanya, dia ingat bagaimana terlupanya Kenzo saat Zahra di labrak, di hina, dan di sakiti oleh orang orang dulunya, saat itu dia masih terlalu kecil, belum mampu membela sang bunda, yang dia bisa hanya menangis, namun seiring waktu berjalan, bocah itu mulai menampakan taringnya saat orang lain menyakiti sang bunda dan auntynya.
Bersambung....
Haiii para rayders maaf ya kemaren tidak up, dan hari ini aku cuma up pendek, agar kalian tidak kecewa, fikiran saya belum fokus untuk menulis, soalnya anakku baru menjalankan operasi kemaren siang, jadi mohon pengertian nya yaπ hari ini masih mual dan merengek, kadi aku ngak bisa fokus.
Sekali lagi terima kasih atas dukungan kalian, dengan nolehku yang masih anak bawang iniπ
Love πππππ sekebon buat kalian, terimakasihπππ
__ADS_1