
"Huuufff.... Kenapa kita punya lalu yang bar bar gini ya sayang, bikin mood hancur aja" gerutu Lucas saat masuk ke kamar hotel.
"Ntah lah aku juga bingung" ujar Zahra yang memang bingung dengan orang orang di sekitarnya yang terkesan bar bar.
"Sayang... Apa kamu marah?" tanya Lucas dengan lembut memeluk sang istri dari belakang, dia sungguh takut dengan kejadian tadi membuat sang istri marah, berjuang dengan olah raga ranjangnya akan ada kendala.
"Tidak... Ini baru satu orang yang ada di dekat Mas, lalu bagaimana dengan aku yang selalu ada perusuh, di tambah lagi semua keluarga mas ngak ada yang suka sama perempuan tadi, dan aku melihat sendiri wanita itu mas dorong itu sudah cukup membuktikan klau mas tidak lagi ada hubungan dengan dia, tapi... Mas tetap hati hati sepertinya ayah dan anak itu bisa menghalalkan segala cara" ujar Zahra agar sang suami tetap waspada.
"Mas juga berfikir seperti itu, mas takut dia akan memanfaatkan setiap kelengahan kita, mulai sekarang klau ada pertemuan kamu ikut ya, mas takut kaya yang di novel novel itu di kasih obat perangsang hiii...." ujar Lucas bergidik ngeri.
Zahra terkekeh ternyata suaminya itu terlalu jauh pikirannya.
"Jangan tertawa sayang, di jawab pertanyaan mas, apa kamu rubah licik itu menyosor sama mas, buktinya aja ada keluarga dan istri mas saja dia tidak tau malu main peluk, apa kamu mau!" omel Lucas bersungut sungut karena kesal dengan sang istri.
"Iya iya aku akan ikut sama mas, ngak mau lah aku milik ku di sosor cabe cabean, bisa aku ulek ulek dia di jadiin sambel terasi" sungut Zahra.
__ADS_1
"Cieee..... yang udah mulai bucin..." goda Lucas mencolek colek pipi sang istri yang sudah memerah karena malu, tapi hati Lunas berbunga bunga di cemburui oleh sang istri, dia fikir dia aja yang cinta sama istri cantiknya itu, namun kini istrinya pun sudah mulai bucin.
"Mas.... ihhh..." rengek Zahra lari ke atas kasur dan mengulung tubuhnya dengan selimut tebal, karena malu di goda sang suami.
"Hahaha..." Lucas terbahak melihat tingkah menggemaskan sang istri.
Di kamar yang berbeda di hotel yang sama, tampak Jessi dan Ayahnya sedang menyusun rencana untuk memisahkan Lucas dan istrinya.
"Ini semua gara gara papi... Klau bukan papi yang menyuruh aku putus sama Lucas pasti sekarang aku sudah menjadi nyonya muda di keluarga itu" kesal Jessy menyalahkan ayahnya, sambil mondar mandir karena kesal.
"Papi ngak tau klau dia bakal jadi pewaris LC grup, lagian siapa suruh dia ngak bilang klau dia pewaris LC grup dan kamu juga kesal sama dia yang ngak bisa memberikan apa yang kamu mau, dan kamu juga mau papi kenalkan sama teman papi, ya... Jadi semua ini bukan salah papi, itu juga salah kamu" ujar papi Jessy yang tidak mau di salahkan.
"Baiklah baiklah, kita akan cari cara untuk memisahkan mereka, tapi kamu harus ambil hati nenek tua itu, luluh kan hati wanita tua itu, baru kamu bisa masuk ke dalam kehidupan Lucas lagi, setelah kamu masuk ke dalam keluarga itu, siapa yang tidak memihak dengan kamu, bisa kamu singkirkan agar jalan kamu mulus menjadi Nyonya muda di istana mereka hahahaha..." ujar Ayah Jessy tidak berperasaan, karena harta segala cara dia batalkan.
"Hah.... Bagaimana caranya, sementara nenek sialan itu sudah tidak mau bertemu dengan ku" kesal Jessy.
__ADS_1
"Kamu tenang saja, kamu merengek lah sama nenek kamu yang matre itu, pasti dia mau membantu kami, asal kamu iming imingi dengan hadiah" ujar Tuan Markus dengan sumringah, dia sangat tau mertuanya itu selalu haus hadiah.
"Benar juga, kenapa aku tidak ingat ada Oma yang dekat dengan si tua bangka itu" ujar Jessy tersenyum penuh arti.
"Sayang.... Maaf ya, bulan madu kita tertunda lagi, kita harus pulang ke negara kita, ada pekerjaan yang tidak bisa mas tinggalkan" ujar Lucas dengan wajah penuh sesal.
"Tidak apa mas, lagian tampa bulan madu mas juga melakukan berulang kali, bikin badanku remuk redam" dengus Zahra, walau dia pergi ke banyak negara itu juga percuma menghabis kan uang ngak jelas saja, karena mereka hanya berpindah tidur di kamar hotel tanpa kemana mana, sang suami lebih memilih dirinya di kurung di dalam kamar dari pada melihat lihat pemandangan negara tersebut, membosankan.
Lucas tentu saja terbahak mendengar gerutuan sang istri.
"Jangan cemberut dong, nanti siang kita jalan jalan ke luar sekalian beli oleh oleh buat sahabat sahabatmu di sana, dan cari pakaian buat kerja sekalian" ujar Lucas.
"Benar mas, kita keluar ya nanti, ya kali nanti mereka nanya di belanda jalan kemana aja?, masa aku jawab di kamar rumah Oma sama kamar hotel aja, kan malu mas" celetuk Zahra kesal.
"Hahahaha.... Kamu bisa aja sayang, baik lah sebelum mas ajak jalan jalan dan kamu menguras dompet mas, sekarang kamu beri mas vitamin dulu" ujar Lucas lansung menyerang sang istri.
__ADS_1
"Masss..."
Bersambung....