Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja

Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja
Bab 59


__ADS_3

Sementara itu Zahra di hotel tempat dia menginap sedang melakukan banyak treatment mulai dari luluran, meni pedicure, spa, creambath dan facial yang sengaja di datangkan oleh calon mertuanya.


"Apa semua ini perlu di lakukan ya Mom...? tanya Zahra, sejujurnya dia memang tidak menyukai perawatan diri di salon, beruntungnya Zahra memang mempunyai kulit yang putih mulus alami tanpa banyak melakukan perawatan ini dan itu.


Zahra juga hanya memakai skin care yang banyak di temukan di swalayan swalan dengan harga tentu juga sesuai dengan kantongnya, namun hari ini dia akan melakukan banyak perawat ini dan itu, bisa di tafsir akan menguras isi kantongnya, dia tidak bodoh teman temanya banyak yang melakukan perawatan tubuh di salon, sesekali Zahra juga memanjakan diri di salon, namun tidak sering, tentulah Zahra tau berapa paket perawatan ini, apa lagi salon yang di undang oleh mertuanya adalah salon ternama di kotanya.


"Tentu saja perlu sayang... dan ini akan sering kamu lakukan mulai sekarang, apa lagi kamu bersuamikan Lucas putra Mommy, yang akan banyak ular keket menempel padanya, walau Mommy yakin anak Mommy itu tidak akan menyukainya, namun kamu tetap waspada, berikan servis yang memuaskan untuk suami mu dan rawat tubuh dengan benar agar suami tidak akan mencari jajanan di luar sana" ucap Mommy Lusi panjang kali lebar.


Itu mampu membuat wajah Zahra merah merona mendengar ucapan servis suami mu itu, membuat Zahra sudah menghayal yang tidak tidak.


"Jangan marah ya... Mommy menasehati kamu seperti itu, karena kita sama sama wanita sayang, dan Mommy tidak ingin ada kata kata pelajar dalam rumah tangga kalian, anak anak Mommy, Mommy anti tentang itu" ucap Mommy Lusi dia tau Zahra malu akan kata katanya, namun dia harus mendidik menantunya itu, dia tidak ingin ada orang ke tiga dalam rumah tangga anak anaknya.


"Iya Mommy... terimakasih sudah memberi tahu aku" ucap Zahra terharu, dia begitu bersyukur mempunyai calon mertua yang perduli kepada dirinya.


"Tidak usah berterima kasih sayang, itu sudah kewajiban Mommy memberitahu kamu, kedepannya mungkin Mommy akan sedikit cerewet kepada mu, kamu janga marah dan sakit hati ya" ucap Mommy Lusi.

__ADS_1


"Iya Mommy... tidak apa, kalau aku salah tegur aku, agar aku tau, tidak masalah Mommy marah di depan ku, dari pada Mommy diam namun di belakang Mommy menggosip sama mak mak rempong" goda Zahra.


"Haiii... Mommy ngak gitu ya... Mommy ngak suka menggosip tau, cuma sedikit ngerumpi aja" kekeh Mommy Lusi.


"Hahaha... Mommy bisa aja" Zahra tertawa mendengar celotehan calon Mommy mertuanya itu.


"Ya sudah... kamu ganti baju sana... dan mulai perawatannya, Mommy akan panggil Filona dan Emely dulu, kita akan melakukan perawatan bersama sama" ucap Mommy Lusi


Zahra hanya mengangguk dan berjalan ke ruang ganti untuk mengganti dengan kain yang sudah di sediakan pihak salon, setelahnya Zahra lansung ke luar ruang ganti dan melakukan luluran.


"Iya mbak makasih..." ucap Zahra dan memberikan senyum manisnya.


Zahra lansung naik ke atas tempat tidur khusus yang sudah di sediakan oleh petugas salon itu.


"Nona tubuh mu sangat lembut dan putih mulus, dimana Nona melakukan perawatan selama ini" tanya petugas itu.

__ADS_1


"Ah... mbak bisa aja, saya jarang melakukan perawatan pada tubuh saya" jujur Zahra memang itu adanya.


"Ah... masa sih, kok saya kurang percaya ya, tubuh Nona seperti orang yang suka melakukan perawatan" petugas itu sedikit tidak percaya, mana tubuh Zahra itu mengeluarkan aroma wangi dari tubuhnya.


"Emang kita harus melakukan perawatan juga ya Mom..." ucap Filona yang tiba tiba sudah ada di dalam ruangan yang sama dengan Zahra.


"Tentu saja, biar kalian semakin terlihat cantik" kekeh Mommy Lusi.


"Ayo... Lona, kita ganti pakaian, kapan lagi kita melakukan perawatan dari ujung rambut sampai ujung kuku gratis" ujar Emely menarik tangan Filona ke dalam kamar ganti.


Mommy Lusi hanya mendengus kesal mendengar ucapan sang anak, padahal dia mempunyai kartu member di sebuah salon ternama.


Zahra melihat wajah kesal Mommy Lusi itu hanya terkekeh, setelah beberapa kali bertemu Emely dan Mommy Lusi secara bersamaan ada saja yang akan mereka ribut kan, antara Ibu dan Anak itu.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2