
"Waahhh... Bu boss udah masuk kerja ini" ujar Filda ke girangan, karena Zahra yang sudah di anggap adik baginya sudah kembali masuk kerja, bukan hanya Firda yang senang, tapi teman teman satu timnya pun senang.
"Hooh, makin kinclong aja dia, mana pakaiannya makin modis aja"
"Liat deh, Boss ngak mau lepasin tangan Bu Boss, bucin parah Boss kita.
"Ya ampun, enak banget jadi Zahra"
"Hooh, sudah cukup penderitaan dia selama ini"
"Iya, saatnya dia bahagia"
"Senyum Bu Boss makin manis aja ngalahin gula"
"Woiii... Hati hati lu muji Bu Boss ngak lihat noh Boss ngeliat kita sudah kaya harimau lapar"
Begitulah bisik bisik yang masih sampai di telingan Zahra dan Lucas itu.
"Mas aku nemuin anak anak dulu ya?!" ujar Zahra dengan malu malu meong karena semua orang menatap dia dan Lucas, mana sang suami tidak sedikit pun mau jauh darinya, selalu menempel bak perangko.
"Baik lah, tapi sebentar aja ok, ingat kamu sekarang ruangannya di ruangan mas" ujar Lucas.
"Iyaa... Sudah tau suamiku yang cerewet" ujar Zahra entah sejak kapan bosa dingin dan irit bicara itu jadi cerewet.
Lucas membolakan mata nya melihat ke arah Zahra, "mau di gigit sekarang juga" bisik Lucas di kuping Zahra.
__ADS_1
Sekarang gantian mata Zahra yang di buat membola dengan kata kata suaminya itu.
Lucas hanya terkekeh melihat wajah kesal sang istri, Lucas memang suka melihat wajah kesal itu, menurutnya sangat imut.
"Udah sana, tu di tungguin sama teman teman kamu sayang" ujar Lucas.
Zahra hanya mengangguk dan berjalan meninggalkan Lucas untuk menghampiri teman temannya.
"Akkkk... Gue kangennn...." pekik Sari dan Firda yang berada di sana, sementara Angel sudah ada di ruangannya.
"Gue juga kangen tau sama kalian hu... uuu..." ujar Zahra pura pura menangis sambil memeluk ke dua temannya itu.
"Kami juga pengen di peluk?" manager sama teman cowok Zahra dengan muka memelasnya.
"NGAK...." kompak ke dua laki laki itu.
"Nona muda, ini mau di tarok di mana?" tanya dua pengawal Lucas membawa oleh oleh untuk para sahabat Zahra.
"Oohhh iya taro di sini aja pak" ujar Zahra sopan.
"Bawa apaan Bu Boss...?" tanya Sari yang mulia kepo, melihat bawaan dua pengawal bosnya itu yang lumayan banyak.
"Oleh oleh buat kalian" ujar Zahra membongkar isi kerdus tersebut dan membagi bagi kan oleh oleh"
"Akk... kita dapat tas hersem...." pekik Firda dan Sari kesenangan, kapan lagi mereka bisa memakai barang brandit, bukan tidak mampu mereka membeli, dengan gaji mereka yang lumayan besar di perusahaan itu, namun kebutuhan hidup lebih penting bagi mereka, apa lagi Firda yang seorang janda beranak satu, dengan sari yang masih membantu ke uangan keluarga nya, ada adiknya yang masih kuliah.
__ADS_1
"Kami dapat ngak boss" melas dua cowok yang ada di dekat mereka itu, siapa lagi klau bukan Manager dan karyawan laki laki yang masih setia menunggu oleh oleh dari Zahra itu.
"Tentu saja dapat" ujar Zahra.
"Waahhh... kami dapat jam tangan" pekik dua laki laki itu dengan senang hati.
"Ini juga ada keju, coklat dan permen, bagi sama rata" ujar Zahra.
"Makasih banyak Bu Boss" pekik mereka kegirangan.
"Kalian suka, soalnya bukan gue yang pilihan, mommy yang pilihin, soalnya pulangnya dadakan, pas lagi mau beli oleh oleh gue nya pusing jadi balik ke hotel" tutur Zahra apa adanya.
"Suka banget Bu Boss, ini kan keluaran terbaru, walau pun kita ngak pernah beli nih barang, tapi suka lihat lihat katalog aja biar bahagia" kekeh Firda, yang memang hoby sekali melihat lihat produk produk terbaru dari brand brand ternama.
"Syukur lah kalau suka, ini bagi bagi sama yang lain ya, sisain buat orang orang rumah, gue mau ke atas dulu" ujar Zahra.
"Makasih ya Bu Boss" ujar mereka serempak dengan wajah berseri seri.
"Ohhh... Iya Sar, gue nitip buat Cinta ya" ujar Zahra lagi memberikan bingkisan untuk sahabatnya yang kini juga sudah menikah dan tinggal di kontrakan bekas Zahra dulu, melanjutkan usaha Zahra di sana, sayang aja klau di tutup soalnya pelanggan Zahra sudah banyak.
"Ok, nanti gue kasihin" ujar Sari.
Zahra hanya mengangguk dan melangkah pergi ke luar ruangan menuju lantai ruangan Ceo.
Bersambung....
__ADS_1