Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja

Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja
Bab 118


__ADS_3

Lucas sudah sampai di rumah sakit, dia berjalan terburu buru, karena sang istri dan ke dua orang tuanya sudah berada di poli kandungan. Dia tidak sabar ingin melihat calon anaknya.


Brukkk....


Tak sengaja Lucas menabrak seseorang di depannya, yang berjalan berlawanan arah dengan Lucas.


"Ehh... Maaf maaf" ujar Lucas membantu ibu ibu itu yang sedang merapikan bawaannya.


"Lucas.." ujar Ibu ibu dengan mata berbinar binar, menatap Lucas.


"Ehhh... Tante, ngapain di sini?" tanya Lucas juga kaget dengan orang yang tidak sengaja dia tabrak tadi.


"Kamu mau besuk Anggia ya?" ujar su ibu, dengan hati yang senang.

__ADS_1


Lucas menggerinyitkan jidatnya, tanda tidak mengerti.


"Maksud tante?" tanya Lucas bingung.


"Anggia sedang sakit. Dia di rawat di sini, kamu pasti sudah tau, makanya kamu datang melihat dia, walau bagaimana pun, Anggia tetaplah teman masa kecil kamu, yang tidak bisa kamu lupakan, makanya kamu datang ke sini diam diam, biar istri kamu tidak tau kan." ujar Si Ibu bicara panjang kali lebar, dan dengan pede nya.


"Maaf tante, saya tidak tau klau Anggia sakit. lagian saya ke sini, bukan untuk besuk Anggia, tapi saya ke sini karena istri saya, bukan menemui siapa siapa." tegas Lucas, karena ibu dan anak itu, memang tidak bisa di ajak basa basi, dan suka salah arti dengan sikap baik orang.


"Masa sih, kamu ngak usah bohong deh, kamu kan cinta mati sama Anggia, kamu itu cuma marah sama Anggia nak, makanya kamu menikah dengn perempuan kampung itu" ujar Si Ibu dengan tidak tau dirinya.


"Astaga tante. Sedikit pun saya tidak pernah menyukai anak tante itu, waktu kecil itu bukan saya yang mau berteman dengan dia, tapi anak tante yang selalu datang kerumah saya, dengan alasan ingin bermain dengan Emely kecil" kesal Lucas, ini ibu ibu hanya menghabiskan waktunya saja.


"Jangan bohong kamu Lucas, Anggia sendiri yang bilang sama kami. klau kamu mau menikahi dia setelah besar nanti, tapi apa nyatanya kamu menikah dengan gadis kampungan itu, membuat anak saya sikit hati dan di permalukan di pesta pernikahan kamu itu, oleh semua orang, tapi kamu tidak sama sekali membantu dia, kamu jahat Lucas, sudah membuat anak saya menderita" pekik Ibu Anggia tersebut.

__ADS_1


"Astaga tante, tante dapat gosip dari mana itu? dan ingat tante, tidak ada yang mau mempermalukan Anggia, tapi dia sendiri yang mempermaluka dirinya sendiri, dan ingin mencelakai istri saya, jadi. Jangan salahkan saya, sudah ya tante, saya tidak punya banyak waktu untuk meladeni tante, saya permisi." ujar Lucas tanpa memperdulikan Ibu Anggia yang berteriak teriak memanggil dirinya.


"Huufff.... Apes banget sih, gue hari ini" kesal Lucas dengan tampang kusutnya.


"Mas..." panggil Zahra yang melihat sang suami yang sudah datang.


"Sayang...." ujar Lucas lansung memeluk sang istri, untuk mencari ketenangan.


"Ada apa hmm....?" tanya Zahra yang tau, suaminya itu sedang tidak baik baik saja.


"Nanti mas ceritakan, sekarang mas mau peluk dan cium aroma kamu dulu" ujar Lucas yang terus memeluk sang istri, menghirup dalam dalam aroma tubuh sang istri, yang membuat dia candu sekaligus mendapatkan ketenangan di sana.


"Haiii.... kau pikir, dunia milik kalian berdua, yang lain ngontrak gitu!" ketus Daddy Bagas yang kesal melihat tingkah manja sang anak yang tidak tau tempat itu.

__ADS_1


"Ncek. Daddy mengganggu saja" kesal Lucas.


"Sudah sudah jangn berantam mulu, malu sama orang, lihat lah kalian jadi tontonan gratis" lerai sang mommy.


__ADS_2