
"Ayah... minggu depan ada acara di sekolah Ken, itu mengadakan perlombaan Ayah dan Anak, apa Ayah bisa datang?" ujar Kenzo yang tidak enak.
"Tentu saja bisa sayang, nanti kita akan bermain dan mengalahkan orang orang di sana" ujar Lucas memberi semangat kepada anaknya.
"Akk.... Terimakasih... Ayah" ujar Kenzo memeluk Ayahnya itu.
"Nanti Oma sama Opa boleh datangkan di acara sekolah Ken" ujar Mommy Lusi dan Daddy Bagas yang baru datang ikut duduk di meja makan tersebut.
"Tentu saja boleh" ujar Kenzo bersemangat.
"Mom, Dad" sapa Zahra mendekat ke arah mertuanya dan menyalim takzim tangan ke dua mertuanya secara bergantian, begitu pun dengan si kembar ikut menyalim tangan mertua sang kakak.
"Filio sama Filona kapan mulai magang" ujar Sang Mommy.
"Aku minggu depan mom" ujar Filona.
"Aku dua minggu lagi mom, soalnya masih ada yang belum selesai" ujar Filio
"Lona magang dimana?" tanya sang Daddy.
"Bareng sama Emely Dad" jawab Filona.
Mereka sarapan dengan tenang menikmati masakan Zahra yang tidak pernah gagal di lidah mereka.
Setelah itu mereka pergi ke aktifitas masing masing, Kenzo di anter oleh mommy Lusi dan juga Daddy Bagas, karena pagi ini Zahra dan Lucas akan mengadakan pertemuan dengan perusahaan lain di sebuah Resto.
__ADS_1
"Tuan Lucas, Nyonya Zahra, silah kan duduk" ujar seseorang menyambut sepasang suami istri tersebut dan juga pengusaha sukses yang mereka tunggu tunggu.
Ternyata di meeting kali ini juga ada dari perusahaan Reno, dan Reno sendiri yang lansung turun tangan
Zahra dan Lucas melakukan meeting dengan profesional, mengenyampingkan masalah mereka, hanya Reno yang sering curi curi pandang kepada Zahra yang semakin cantik dan Zahra tidak sama sekali menatap Reno dia malah sibuk pencatat point point penting
di laptopnya.
"Mas aku mau ke toilet dulu ya" bisik Zahra di telingan Lucas, saat ini mereka sedang makan bersama peserta meeting.
"Iya sayang, mau mas temani" ujar Lucas.
"Ngak usah, aku sendiri aja" ujar Zahra.
"Baiklah hati hati ya..." ucap Lucas membelai rambut sang istri, Lucas memang tidak segan segan mempertontonkan kemesraannya di depan orang banyak, sepertinya Zahra mulai terbiasa dengan kelakuan Lucas tersebut.
"Tentu saja saya sangat menyayangi istri saya untuk mendapatkan dia saja sangat susah" ujar Lucas.
"Apa kalian belum menginginkan momongan, mengingat pernikahan kalian sudah sedikit lama" tanya yang lain.
"Tentu saja ingin secepatnya, namun klau tuhan belum berkehendak ya kami santai aja, jadi masih ada waktu berduaan untuk saya dan istri saya" ujar Lucas.
Reno mendengar itu panas hatinya, seharusnya Zahra itu menjadi miliknya bukan orang lain, namun apa daya sekarang nasi sudah menjadi bubur.
"Loh... katanya mau ke toilet tapi kenapa malah bawa banyak rujak sayang, mana kelihatan pedes banget lagi" oceh Lucas melihat sang istri membawa sepiring rujak mangga muda dan jambu, melihat itu saja Lucas lansung bergidik ngeri"
__ADS_1
"Hehehe... tadi ke toilet, pas lihat rujak ini, aku pengen" ujar Zahra tanpa basa basi lansung melahap buah mangga muda itu.
"Sayang... itu asam dan pedas, nanti kamu sakit perut" ujar Lucas melihat sang istri yang tidak henti hentinya memasukan mangga muda ke dalam mulutnya, seolah olah mangga tersebut tidak lah asam.
"Ngak kok, ini manis mas coba saja" ujar Zahra menyuapi mangga tersebut ke dalam mulut Lucas.
Mpuihhh....
Mpuiihhh...
Lucas lansung memuntahkan rujak tersebut, rasanya luar biasa asam dan pedes, membuat muka Lucas berubah merah.
"Sayang.... ini ngak bagus" ujar Lucas berusaha mengambil piring rujak di depan sang istri, dia takut istrinya akan sakit perit gara gara rujak itu.
Namun apa yang terjadi, Zahra malah ingin menangis melihat piring rujaknya sudah jauh dari hadapannya.
"Loh... kenapa menangis" kaget Lucas melihat tingkah sang istri yang lain dari biasanya.
"Mau rujak hiks... hiks..." tangis Zahra.
"Kasih aja Tuan, sepertinya sudah ada yang tumbuh di perut istri anda, ujar salah satu orang di sana, yang melihat kelakuan Zahra tersebut.
"Apanya yang tumbuh, pohon... emang istri saya kebun" ujar Lucas yang tidak mengerti.
Mendengar jawaban Lucas itu, semua orang hanya bisa tepuk jidat berjamaah.
__ADS_1
Bersambung....