
Kini mereka sudah di berada di sebuah restoran yang terbilang mewah di kawasan itu, di sana sudah ada Filio dan Filona yang menunggu.
"Maaf sayang... kami telat" ucap Mommy Lisa.
"Ngak apa apa Mommy... kami juga baru sampai kok" tutur Filona, berdiri dari duduknya dan menyalami Mommy Lisa dan Daddy Bagas dengan takzim, secara berganti dengan Filio.
"Ken... kenapa di gendong sih..." ujar Filona.
"Ngak kenapa napa, cuma lagi pengen di gendong aja sama Ayah, kaki Ken lagi males jalan katanya" alasan Kenzo.
Filona lansung memutar mata males, mendengar penuturan ponakannya itu.
Yang lain hanya terkekeh mendengar celotehan Kenzo tersebut.
"Ayo... pesan makanannya" ucap Mommy Lisa.
"Ken, mau apa sayang?" tanya Zahra.
"Mmm.... mau steak, potato dan jus strowbery" pinta Kenzo.
Zahra mengangguk dan mencatat permintaan sang anak.
Setelah itu mereka menulis pesan mereka masing masing.
Sambil menunggu makanan datang mereka bercerita ngalor ngidul menggoda Kenzo, Zahra masih saja kaku karena belum terbiasa dengan orang orang itu kecuali Emely.
__ADS_1
"Sayang... kenapa kamu diam saja?" tanya Mommy Lisa, menegur Zahra.
"Ah... tidak apa apa Tan..."
"Mommy sayang, Mommy... bukan Tante" sela Mommy Lisa.
Zahra hanya mengangguk kikuk karena tidak biasa di perlakukan sehangat ini sama orang lain.
"Ho hooo.... sudah dapat mangsa baru kau gadis penggoda..." tiba tiba datang ibu ibu menghampiri Zahra.
Zahra hanya bisa menghembuskan nafas kasar, dia sudah bisa menebak siapa orang itu.
"Tante... plis... jangan ganggu saya lagi, saya ngak pernah mengejar anak tante, dan saya juga ngak pernah minta uang anak tante, karena saya bisa cari uang sendiri tanpa minta minta sama orang lain" tekan Zahra.
"Cih... dasar gembel, yakin kah bisa biayain adek adek kau itu, secara semuanya kuliah, kerja apa kau ha... paling juga jual diri!!" maki ibu ibu.
Satu tanparan di layangkan oleh Mommy Lisa ke wajah ibu ibu itu. sakit hati dia mendengar ucapan ibu ibu bermulut lemes itu.
Tindakan Mommy Lisa itu, membuat kaget Zahra dan adik adiknya, klau keluarga Lucas sudah terbiasa tindakan bar bar sang Mommy.
"Auusss... kenapa anda menampar saya nyonya" sentak Ibu Ibu itu, melihat kearah Mommy Lisa, sambil memegang pipinya.
"Itu pantas anda dapatkan, nyonya... apa mulut kotor anda itu mau saya bersihkan dengan air cuka" dengus Mommy Lisa.
"Tidak usah anda membela dia nyonya, perempuan itu hanya mencari mangsa untuk membiayai kebutuhan hidup keluarganya dan uang kuliah ade adeknya itu, apa anda tidak akan menyesal nantinya berdekatan sama mereka, yang ada nanti mereka kebiasaan dan membuat anda bangkrut" ucao ibu ibu itu menjelek jelekkan Zahra.
__ADS_1
Mommy Lisa hanya mengeleng geleng mendengar ucapan ibu ibu itu.
"Lebih baik anda jauhi dia dari sekarang nyonya, dari pada nanti anda menyesal" ucap ibu itu lagi.
"Emang Zahra pernah morotin anak anda? sampai segitunya anda menuduh dia" ketus Mommy Lisa.
"Ya belum sih... kan untung saya sadar duluan, yang di sukai anak saya adalah seorang janda, yang tidak tau siapa bapak anaknya dan di tambah dua parasit yang bergantung hidup dengan gadis itu, bayangin dengan banyak pengeluarannya itu, dari mana coba dia bisa menghidupi adik adiknya itu, klau tidak jual diri sama laki laki tajir" hina Ibu itu.
Hati Filona dan Filio menclos mendengar hinaan demi hinaan yang di lontarkan ibu ibu itu.
"HAIII.... NENEK LAMPIR.... KLAU NGOMONG TOLONG DI REM MULUTNYA ITU... JANGAN SUKA MENGHINA ORANG, ASAL NENEK LAMPIR TAU, BUNDA AKU TUH... PUNYA KONTRAKAN DUA RUMAH DI KAMPUNG DAN BEBERAPA KEBUN YANG DI KELOLA OLEH ORANG KAMPUNG HALAMAN KAMI, BUNDA JUGA PUNYA TOKO PAKAIAN, BUNDA JUGA PENULIS NOVEL DI SEBUAH SITUS ON LINE DAN BUNDAKU JUGA BEKERAJA DI LC GRUOP... " PEKIK Kenzo.
"Satu lagi... jangan pernah bilang saya anak haram, bunda memang orang tua saya, tapi bukan ibu kandung saya, orang tua kandung saya sudah meninggal saat saya kecil, Bunda ini adalah adik dari Papa saya ngerti kau nenek lampir!!" sentak Kenzo berapi api dia paling tidak suka Bundanya di rendahkan oleh orang lain.
"Dan tolong jaga ucapan nenek, mungkin gaji bunda saya lebih besar dari pada gaji anak laki laki anda itu" sinis Kenzo.
"Heh... anak bau kencur!! ngak usah ikut campur kau dengan urusan orang dewasa, sekolah sana biar pintar dan tau sopan santun!" omel Ibu itu.
"Seharusnya nenek lampir lah, yang harus kembali belajar dan ikut pengajian biar mulutnya ngak selalu menghina orang, dan juga suudzon sama orang lain, ingat umur... sudah bau tanah" ejek Kenzo.
"Dasar anak kurang ajar kau....!!" ibu itu mengangkat tangan dan melayangkan ke wajah kenzo. Dia emosi mendengar perkataan Kenzo itu.
Plak...
Bersambung...
__ADS_1
Haii.... jangan lupa like komen dan vote ya....😘😘😘😘😘