
Hari yang di tunggu tunggu sudah datang, pagi ini Zahra sedang di dandani oleh MUA di kamar hotel tempat dia menginap, begitu pun dengan Lucas, yang sudah tampak lebih tampan berkali kali lipat, dengan memakai pakaian pengantin berwarna putih dan berpeci putih.
"Wahhh... loe lebih tampan dari biasanya bro" puji Adrian.
"Sudah pasti itu, klau bukan karena ketampanan dan kekayaan gue mana mau Zahra mau sama gue" sombong Lucas.
"Ncek pede sekali loe bro... loe pikir Zahra cewek matre, bukannya loe yang maksa dia nikah" cibir Adrian, karena sebel sama tingkah bos sekaligus sahabatnya itu.
"Iya juga ya... klau bukan karena gue paksa tu calon bini gue itu ngak bakal mau sama gua, gue beruntung banget dapetin dia, lihat saja nanti orang orang yang pernah nyakitin dia, bakal gue jadiin pergedel" sungut Lucas yang alih alih marah sama Adrian, dia malah membenarkan ucapan sahabatnya itu.
"Loe benar, loe harus jaga dia, dia selama ini berusaha tegar, dan tidak pernah terlihat ada masalah, sebenarnya dia adalah gadis yang rapuh, dia berusaha kuat demi adik adik dan anaknya itu" ujar Adrian.
"Loe tenang aja, gue akan melindunginya sepenuh hati dan gue akan menjadi sandaran buat dia" ucap Lucas menerawang jauh, entah apa yang sedang dia pikirkan.
"Apa loe sudah melakukan tugas loe yang gue perintahkan" tanya Lucas.
"Sudah... semuanya sudah gue kerjain, semuanya gue undang ke pesta ini, tanpa sepengetahuan Zahra, biar orang orang itu tidak akan pernah menghina Zahra lagi" ucap Lucas.
Lucas memang memerintahkan orang orang yang selama ini selalu merendahkan dan menghina Zahra dan adi adiknya, semuanya di undang oleh Lucas tanpa pengecualian, dia ingin semua orang tau klau Zahra sekarang sudah mempunyai orang yang akan selalu ada untuk melindungi dan menyayanginya, lebih kaya dan kedudukannya lebih tinggi dari orang orang yang dulu menghinanya.
"Bagus, kita lihat nanti apa reaksi mereka, apa masih berani mereka menghina istri gue" ucap Lucas dengan gigi menggerutuk menahan emosi.
"Santai bro... loe jangan emosi, ingat loe bentar lagi mau ijab kabul, jangan sampai batal gara gara loe emosi, klau loe batal gue rela gantiin posisi loe" canda Adrian.
Puk....
__ADS_1
"Sialan loe... enak aja main ganti gantiin gue, susah payah gue ngajak nikah dia, udah mau sekarang udah dapat mau loe gantiin O.... tidak bisa" omel Lucas sambil memukul bahu Adrian.
Adrian ingin membalas pukulan yang di layangkan oleh Lucas, namun sayang harus di undur karena pintu kamarnya di ketuk dari luar.
Tok....
Tok...
Tok...
"Hu.... siapa sih, ganggu orang aja, awas klau ngak penting gue lempar ke kutub utara, dan loe... urusan kita belum selesai!" Adrian kesal karena acara membalas pukulan Lucas gagal total karena pintu keburu di ketuk dari luar, dan dia juga masih sempat mengancam Lucas.
Namun orang yang di ancam cuek aja tanpa perduli dengan ancamannya itu, Lucas kembali menghafal ijab kabul nya nanti, agar tidak salah pengucapan saat di depan penghulu.
Adrian berjalan ke arah pintu dengan wajah di tekuk dan mendengus kesal, karena di acuhkan oleh Lucas.
Pintu terbuka, dan menampakan dua laki laki beda usia di depan pintu itu.
"Bang... apa kami boleh masuk?" tanya Filio sopan kepada Adrian, memang mereka sudah beberapa kali ketemu dan Adrian meminta Filio memanggil dia dengan panggilan abang, bukan bapak atau tuan agar terlihat lebih akrab dan tidak ada batasnya, Filio menyetujui itu.
"Ah... kalian....masuk lah" ucap Adrian membuka pintu lebih lebar lagi, dan mempersilahkan Filio dan Kenzo masuk.
"Makasih om ganteng, tapi masih gantengan aku, Ayah dan Om Filio kekeh Kenzo, sambil melangkah riang masuk kedalam kamar Lucas itu.
Lucas terkekeh mendengar ocehan anak Zahra itu, dan memandang remeh ke arah Adrian dan setelah itu kembali menatap lembut calon ayahnya itu.
__ADS_1
"Hai... sayang... kau terlihat lebih tampa hari ini" puji Lucas.
"Tentu saja Yah... aku kan ngak mau kalah dari Ayah, masa ayah sama ibu ku ganteng dan cantik, tapi aku dekil, oh... tidak...! itu bisa mencoreng nama baik ayah, dan mempermalukan diriku sendiri" oceh Kenzo dengan mendramatisir keadaan.
Lucas, Filio dan Adrian terkekeh mendengar ocehan Kenzo itu.
"Ah... benar juga, masa iya anak ayah dan bunda jelek, sementara ayah dan bunda ganteng dan cantik" ucap Lucas, ingin menggendong Kenzo, namun Kenzo lansung mengelak.
"Stop... ayah, jangan gendong aku, nanti baju ayah bisa kusut, masa pengantinnya pakai baju kusut" oceh Kenzo.
"Ah... iya, ayah lupa, ada apa kalian ke sini?" tanya Lucas.
"Kami mau ngomong sama abang, sebelum akad di mulai" ucap Filio dengan mode seriusnya.
"Ada apa...?" tanya Lucas ikutan serius melihat wajah serius Filio.
"Apakah abang serius dengan kakak ku, klau abang hanya untuk mempermainkan hati kakak ku, masih ada waktu untuk membatalkan acara ini, lebih baik batal dari pada kakak ku menderita nantinya, sudah cukup dia menderita selama ini" ucap Filio berkaca kaca.
Deg.....
"Apa maksudmu Lio, tentu saja abang mencintai kakak mu, dan serius dengan pernikahan ini, kenapa kamu jadi begini, apa yang terjadi?" tanya Lucas panik, kemaren calon adek iparnya itu mendukung hubungan dia dan Zahra dan kenapa tiba tiba saat beberapa saat lagi akan ijab kabul, adek iparnya ini meragu, Lucas di buat bingung oleh tingkah Filio itu.
"Tapi tadi ada seseorang yang bilang, klau kakak ku merebut tunangannya!" ucap Filio menggebu gebu dadanya turun naik menahan sesak di dadanya, dia tidak terima kakaknya di anggap pelakor oleh orang lain, padahal keluarga Lucas dan Lucas sendirilah yang datang meminta sang kakak, bukan kakaknya yang ke ganjenan.
Duar.....
__ADS_1
"Apa apaan ini..." gumam Lucas ikutan syok mendengar ucapan calon adik iparnya itu.
Bersambung.....