
Sah.....
Gema suara kata Sah... terdengar dari dalam balroom hotel tersebut.
Acara ijab kabul Lucas dan Zahra berjalan dengan lancar, walau tadi ada sedikit kendala, dan beruntungnya tidak membuat acaranya sampai gagal.
Namun hati Lucas masih deg degan, karena belum melihat wajah sang istri, membuat dia tidak tenang.
"Sabar bro... bentar lagi juga sampai kok, ngak bakal kabur kok bini loe, kan ada Mommy dan Emely yang jagain dia" bisik Adrian.
"Tetap saja gue belum tenang, apa lagi ada sedikit kendala tadi, huff... awas saja perempuan gila itu akan gue beri pelajaran nanti" gumam Lucas yang masih kesal, bisa bisanya Anggia mengacaukan acara pernikahannya.
"Loe tenang aja, pasti Daddy sudah bertindak, loe tau sendirian betapa Daddy sangat menyayangi menantunya itu" ucap Adrian menenangkan bos sekaligus sahabatnya itu.
"Iya juga ya, mana mungkin Daddy bakal tinggal diam.
Tak...
Tak....
Tak....
Terdengar suara hentakan highils semakin mendekat ke arah mereka.
Mata Lucas tak bisa berkedip melihat gadis cantik yang telah sah menjadi istrinya itu, di gandeng oleh adik dan adik iparnya, istrinya itu sangat cantik dan sangat memukau hari ini, karena Zahra yang tidak pernah ber dandan, dan hari ini wajahnya di dandani sedemikian rupa, membuat Zahra pangling dan sangat cantik, sampai sampai mata Lucas tak berkedip melihat sang istri, apa lagi baju kebaya yang di pakai oleh Zahra sangat pas di tubuh sang istri membuat Zahra semakin anggun.
__ADS_1
Ingin rasanya Lucas mengurung sang istri di dalam kamar saja agar tidak ada mata mata nakal para laki laki hidung belang menatap lapar sang istri, sungguh Lucas tidak rela.
"Huuffff... pengen gue congkel aja tuh mata yang ngeliatin bini gue kek gitu" garutu Lucas, yang masih bisa di dengar oleh Adrian.
"Lah... wajar bini loe di lihat orang, dia cantik gitu" ucap Adrian, dia tidak sadar saat ini kepala Lucas sudah berasap, apa lagi mendengar istrinya di puji oleh sahabatnya itu.
Klau tidak ingat hari ini hari istimewa bagi dirinya, sudah pasti Lucas akan mengamuk kepada orang orang yang menatap istrinya penuh minat itu, Lucas hanya bisa menahan emosinya yang setebal tisu itu agar tak meledak saat ini.
Zahra semakin mendekat ke arah sang suami, dengan langkah sedikit gugup karena di lihat oleh orang banyak, sungguh dia tidak suka, namun apa lah daya.
Dia menatap Lucas dan ternyata Lucas pun sama sedang menatap kepadanya dengan pandangan memuja, membuat pipi Zahra merona karena malu di tatap oleh sang suami seperti itu.
"Hmmm... nanti pandang pandangannya, sekarang pasang kan cincin dulu kepada pasangan kalian dan tandatangni surat nikahnya, setelah itu boleh deh lansung di bawa ke kamar" goda pak penghulu, membuat ke dua mempelai itu tersipu malu.
Lucas mengabil jari sang istri dan memasangkan cincin emas bertabur berlian di jari tengah sang istri dan begitu pun sebaliknya Zahra juga memasang kan cincin nikah mereka di jari tengah Lucas namun Lucas hanya memakai cincin perak di jarinya.
Setelah itu Zahra mencium takzim tangan Lucas dan Lucas membalas dengan mengecup dalam jidat sang istri sedikit lama, membuat gelayar indah dalam lubuk hati mereka, sehingga Zahra tanpa sadar memejamkan matanya meresapi kecupan sang suami.
"Ehemmm... nanti di lanjut lagi ya, kita selesaikan ini dulu" tegur penghulu lagi, menyadarkan ke dua pengantin baru itu.
membuat yang ada di ruangan itu ikut terkekeh melihat Lucas tak mau melepaskan kecupanya di jidat sang istri.
Lucas hanya mendengus sebel karena acaranya di ganggu oleh penghulu, dan dia duduk dengan sedikit cemberut, namun beda dengan sang istri yang menunduk malu karena terbuai oleh suasana dan tidak tau tempat dan menjadi tontonan banyak orang.
"Yang mana mau di tanda tangani" ucap Lucas sedikit ketus, membuat Daddynya geleng gelang kepala, pak penghulu hanya tersenyum canggung dan menunjuk mana saja yang akan di tanda tangani oleh Lucas dan bergantian dengan Zahra.
__ADS_1
Setelah selesai acara penandatangan nan dan pembacaan do'a dan serangkaian acara kini sepasang pengantin itu sedang duduk di pelaminan bersalaman dengan para tamu undangan yang tidak seberapa itu, karena di acara akad nikah memang tamu undangan di batasi dan hanya di hadiri keluarga dekat dan kolega kolega penting mereka saja, dan pesta pernikahan akan di adakan sore nanti hingga malam hari.
"Istri mas cantik banget, pengen mas kurung di dalam kamar aja" bisik Lucas.
Itu berhasil membuat Zahra tersipu malu, apa lagi tangan Lucas kini meremat tangan dengan lembut.
"Mas... malu ih..." bisik Zahra.
"Ngapain malu, kan kita sudah sah" ucap Lucas tanpa beban.
"Iya tau, tapi ngak gini juga tangan mas tolong kondisikan" omel Zahra gara gara tangan Lucas sudah merambat di bokong Zahra.
"Hehehe... ngak sengaja" cengenges Lucas.
Zahra hanya memutar matanya malas.
"Lucas, jangan gangguin mantu mommy" ketus sang Mommy, dan menarik menantunya menjauh dari luas.
"Mommy... kenapa istri ku di bawa" pekik Lucas.
Mommy Lusi tidak menghiraukan teriakan sang anak, dia membawa Zahra ke arah saudara saudaranya memperkenalkan menantu kesayangan nya kepada mereka semua.
Lucas bersungut sungut kesal, sambil mengikuti sang Mommy dari belakang.
Bersambung....
__ADS_1