Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja

Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja
Bab 74


__ADS_3

"Sayang...." panggil Lucas dengan suara seraknya, sudah lah menahan pentungan hansip yang tak mau tidur, kini dia di hadapkan dengan sang istri yang memakai saringan tahu, membuat Lucas semakin kelojotan.


"Kamu sengaja menggoda mas ya sayang" ujar Lucas mendekat ke arah Zahra yang berdiri kaku di depan pintu kamar mandi.


"N-ngak kok, cuma baju di dalam tas aku tiba tiba berubah menjadi pakaian seperti ini semuanya" ujar Zahra dengan wajah tegangnya, karena Lucas semakin mendekat ke arahnya dengan tatapan lapar ingin memangsa.


Otak pintar Lucas lansung berfikir, ini semua pasti ulang sang mommy yang sudah tidak sabar ingin mempunyai cucu.


"Aahhh... mommy tau aja apa yang gue inginin, gue harus kasih mommy hadiah ini, sudah membelikan istri gue baju kaya gini" kekeh Lucas dalam hati sambil melihat tubuh sang istri tanpa kedip.


"M-mas mau ngapain...?" tanya Zahra gugup, karena sang suami semakin mendekat ke arahnya.


"Kamu cantik banget pakai baju ini, mas suka, nanti kapan kapan kita beli lagi yang banyak ya" ujar Lucas yang sudah mengendusi curug sang istri dan tangannya sudah merajalela kemana mana, membuat wajah Zahra memerah mendengar ucapan sang suami, dan apa lagi kini tangan dan bibir Lucas sudah tidak diam di tubuhnya, semakin membuat Zahra gelisah dan mengeluarkan suara suara aneh dari mulutnya.


Mendengar suara merdu dari bibir manis sang istri, membuat Lucas semakin mabuk kepayang, dan ingin melakukan ritual malam pertama secepatnya.


Lucas menuntun sang istri ke arah kasur tanpa melepaskan pagutannya, Zahra hanya pasrah dengan apa yang Lucas lakukan kepada dirinya, apa lagi tadi siang saja Lucas hampir tidak bisa menahan dirinya agar tak menyentuh sang istri, apa lagi sekarang yang sudah tidak ada acara apa apa lagi.

__ADS_1


"Sayang... kayanya mas melanggar janji mas deh, mas sudah ngak tahan klau tidak melakukannya" ucap Lucas serak, dengan mata yang sudah di penuhi kabut gairah, ada rasa sesal di wajahnya, yang tidak bisa memberi waktu istirahat untuk sang istri.


Zahra mengangguk pasrah, tidak ada lagi yang harus dia takutkan, karena sudah seharusnya dia melayani sang suami, mereka sudah sah secara agama mau pun negara, justru klau dia menolak justru akan mendapat dosa fikir Zahra, dan tubuh Zahra pun tidak dapat berbohong, karena sentuhan sentuhan lembut yang Lucas berikan, Zahra juga menginginkan hal yang lebih.


"Makasih sayang, maaf kan mas yang tidak bisa menahan diri" ujar Lucas sambil menidurkan sang istri di kasur empuk itu, dan mulai mencumbui sang istri mulai dari atas sampai ke bawah, dari depan dan belakang, dari samping dan belakang ahh... sudah lah... itu urusan mereka, kita cukup berhayal saja ya, apa yang pengantin baru lalukan hehehe....


Skip...


Di pagi hari yang bukan di katakan pagi lagi, karena jam sudah menunjukan pukul 11 siang, namun ke dua pengantin baru itu belum juga ada tanda tanda bangun dari tidur lelapnya.


Bagaimana tidak, Lucas menggempur sang istri sampai dini hari, berhenti berhenti pas saat mau shubuh, setelah subuh baru lah dia melepaskan sang istri untuk beristirahat.


"Ly... kamu ngapain di situ?" tanya Filona yang bingung melihat tingkah Emely yang mondar mandir di depan kamar kakaknya.


"Itu bang Lucas apa ngak ingat makan apa, kasian itu kak Zahra ngak di kasih makan, baru juga sehari jadi istrinya, sudah di siksa ngak di kasih makan" dumel Emely, dengan wajah kesalnya, menghawatirkan kakak iparnya.


Filona lansung tepuk jidat, melihat tingkah lugu Emely itu.

__ADS_1


"Astaga Ly, Ly... jadi kamu dari tadi itu nungguin mereka mau makan" kekeh Filona.


"Hmmm..." angguk Emely polos.


"Udah biarin aja mereka, namanya juga pengantin baru, klau lapar juga nanti mereka bisa pesan lewat telepon, kenapa kamu repot sih, ayo masuk, kurang kerjaan kamu" kekeh Filona menarik tangan Emely ke dalam kamar mereka.


"Kamu ngak kasian sama kak Zahra?, padahal kamu itu adik kesayangan dia loh, tapi kamu tega banget kakak kamu ngak di kasih makan sama abang aku, kamu malah cuek aja, ngak ada rasa cemas sedikit pun" kesal Emely.


"Astaga ini anak, gimana cara jelasin sih... sama dia" gerutu Filona menatap Emely dengan pandangan sulit di artikan.


"Kenapa lihat aku kaya gitu" omel Emely.


"Gini ya Ly, mereka itu kan pengantin baru, kita kan ngak tau mereka itu tidur jam berapa, mungkin aja mereka tidur hampir pagi, atau bisa jadi belum tidur" terang Filona.


"Loh... kok bisa, kan kasian kak Zahra, abang bener bener deh, emang kak Zahra di suruh ngapain sama dia, kok sampai ngak tidur, apa di suruh mijitin abang sampai pagi, karna kelamaan berdiri kemaren" kesal Emely.


"Aakkkggg... ngak tau ah... susah jelasin sama kamu, intinya kamu ngak usah mikirin mereka, mendingan kita berenang aja yuk...!" Filona di buat frustasi oleh Emely yang kelewat polos itu.

__ADS_1


"Ayo lah... kita berenang" semangat Emely melupakan pengantin baru itu.


Bersambung....


__ADS_2