Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja

Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja
Bab 67


__ADS_3

"Sayang.... sudah ya, jangan nangis lagi, Mas benar benar minta maaf, ngak akan lagi lagi bercanda kayak gini, mas kapok sayang, sudah ya jangan nangis lagi, nanti bisa di amuk mas sama nyi ratu udah bikin nangis menantu kesayangannya" rayu Lucas.


Hiks....


Hiks...


Hiks....


"Mas sana aja, jangan dekat dekat sama aku, aku sebel sama mas, klau mau sama perempuan itu juga ngak apa apa, tapi batalin pernikahan ini dulu" ucap Zahra sesegukan.


"Ngak ngak, enak aja mau main batalin, kamu itu milik mas, istri mas, mas ngak akan ngelepasin kamu, susah payah ngajak kamu nikah, masa udah nikah minta di batalin, ngak ada ngak ada, mas ngak akan mau" ucap Lucas panik, enak saja udah nikah minta di batalin, siapa juga yang mau melepaskan perempuan cantik baik hati dan tangguh itu.


"Lalu perempuan tadi mau mas kemanain, calon mas itu mau mas kemanain, apa mas mau poligami...? aku ngak mau, aku ngak sudi di madu, lebih baik aku ngak punya suami" teriak Zahra.


"Sayang... dengerin mas, mas ngak ada hubungan sama dia, dia itu hanya teman masa kecil mas, dan kami pernah kuliah di luar negeri bersama, dia memang menyukai mas, tapi mas ngak pernah menyukai dia, percaya sama mas sayang, klau kamu ngak percaya kamu boleh tanya sama Adrian dan Emely, mas ngak bohong sayang" ucap Lucas memelas.


"Klau ngak ada hubungan, kenapa perempuan itu bilang mas adalah calon tunangan mas" ucap Zahra yang masih sesegukan, walau zahra sudah mengetahui dari mulut Mommy Lusi dan Emely tetap saja Zahra belum puas, dia mau mendengarkan secara lansung dari suaminya itu.


"Jadi begini ceritanya....." Lucas menceritakan semua tanpa ada yang di tutup tutupi.


"Nah, sekarang udah percayakan, mas ngak ada hubungan sama dia, jadi jangan nangis lagi ya, nanti matanya bengkak, trus saat di pelaminan nanti orang orang bilang mas siksa kamu lagi" ucap Lucas sambil mengusap air mata di pipi Zahra.


"Hmmm... awas mas bohong aku bakal tinggalin mas" rajuk Zahra.


"Ngak akan sayang, mas akan selalu terbuka sama kamu, walau ke jujuran itu akan menyakitkan lebih baik dari pada berbohong, mas ngak mau gara gara Anggia Anggia lainnya kita akan bertengkar, dan kamu juga harus terbuka sama mas ya, jangan ada yang di tutup tutupi, klau ada yang mengganjal di hati kamu, kamu lansung tanya sama mas, jangan diam saja, dan memendam sendiri dan berujung menyakiti hati kamu sendiri mas ngak suka itu" ucap Lucas panjang lebar.


"Hmmm...." Zahra hanya menjawab dengan dehaman saja dan menganggukan kepalanya.

__ADS_1


"Hmm... hmmm... doang dari tadi, udah kek nisa sabyan aja" goda Lucas.


"Bodo..." acuh Zahra dan berjalan ke arah meja rias, untuk membuka, segala macam aksesoris di kepalanya.


Lucas hanya tersenyum dan geleng geleng kepala, Zahra istri cantiknya sudah kembali seperti semula, dia mengikuti sang istri dari belakang.


"Sini mas bantu sayang... biar cepat" Lucas lansung ikut membuka aksesoris di kepala sang istri dengan hati hati takut menyakiti istri cantik nya.


Zahra hanya diam dan tangannya ikut bergerak melepas segala perintilan di kepalanya.


"Nah... sudah beres, nih bajunya juga sudah mas buka kancingnya" ucap Lucas serak melihat punggung mulus sang istri, dan tangan nakalnya malas sudah mengelus elus punggung itu dengan lembut.


Glek...


Zahra menelan salivanya dengan kasar, merasakan elusan sang suami di punggunya yang tanpa kain pembatas.


"Sebentar sayang, mas pengen gini sebentar" ucap Lucas sambil mengendusi curug leher sang istri dan turun kebawah sambil menghirup wangi tubuh istri cantiknya itu, sudah menjadi candu bagi Lucas.


"Mandi gih... dari pada mas terkam sekarang" ucap Lucas serak dengan mata merahnya, dan nafas yang mulai tersengal sengal, mengendalikan hawa nafsunya.


"Apa mas yakin, dan akan baik baik saja?" tanya Zahra yang kasihan, mau melayani dia takut suaminya tidak akan bisa berhenti, di biarkan Zahra juga kasihan.


"Ngak apa apa sayang" ucap Lucas walau sejujurnya dia tidak kuat.


"Apa mau di bantu dengan cara lain" ucap Zahra ragu dan juga malu.


"Apa kamu bisa?" tanya Lucas berbinar.

__ADS_1


"Mmmm..." ucap Zahra malu malu.


"Ok, bantu mas" Lucas lansung menarik sang istri ke dalam kamar mandi.


Zahra membantu sang suami menuntaskan apa yang belum tuntas di kamar mandi sana, walaupun dia malu setengah mati, dan masih kaku, tapi dia tidak ingin sang suami tersiksa.


Lucas keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah segar, berseri seri dan bersiul siul, dia tak menyangka sang istri bisa melakukan adengan tadi, namun Lucas tak ingin menanyakan itu kepada sang istri, dia takut istrinya malu dan merasa terhina.


"Ah.... kamu bisa membuat aku gila Zahra, ini baru awal kau sudah bisa membuat ku terbang melayang" gumam Lucas sambil tersenyum senyum tak jelas.


Sementara itu Zahra di dalam kamar mandi, malu setengah mati, dan merutiki dirinya, yang mau maunya melakukan itu, dia takut di anggap rendah oleh sang suami.


"Ahhh... bodoh bodoh kau Zahra, bisa bisanya kau berbuat semacam itu hi..." Zahra memukul mukul kepalanya.


Tok....


Tok....


Tok...


"Sayang.... kenapa lama sekali, apa kamu belum selesai, apa kamu ke tiduran di dalam sana" teriak Lucas, sudah lebih setengah jam istrinya itu belum juga keluar dari dalam kamar mandi, membuat Lucas khawatir.


"I-iya mas... sebentar aku lagi BAB" pekik Zahra dari dalam kamar mandi, padahal mah dia hanya duduk di atas kloset itu, karena malu bertemu muka dengan sang suami.


"Cepat ya... jangan lama lama... kamu harus istirahat sayang?!" ujar Lucas.


"Iya mas, ini sudah selesai" jawab Zahra berpura pura menyiram kloset agar Lucas percaya kalau dia benar benar habis BAB.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2