Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja

Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja
Bab 49


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, Lucas semakin gencar mendekati Zahra, dia membuktikan ke sungguhannya, klau dia memang menginginkan Zahra sebagai kekasihnya.


Seperti saat ini, tanpa tau malu, Lucas yang biasanya menjaga wibawanya dan selalu menjaga jarak dengan yang namanya wanita ke cuali Ibu dan adiknya, dan sesekali dengan Angel yang memang sekretarisnya.


Lucas mendatangi divisi ke uangan untuk mencari ke kasih yang dia klaim sendiri.


"Sayang... ayo makan siang bareng" ucap Lucas tiba tiba sudah berdiri di samping meja kerja Zahra.


Zahra lansung melotot kaget dengan ke datangan Lucas yang datang tiba tiba di ruangannya, dan mendengar ucapan Lucas yang tanpa filter itu, dan suara sengaja di beraskan agar semua orang di dalam ruangan itu mendengar ucapannya.


Melihat wajah panik Zahra, Lucas tertawa dalam hati, dia tau pasti Zahra kesal dengan ucapannya itu, namun Lucas tidak perduli, dia memang benar benar menginginkan Zahra sebagai ke kasihnya, dan dia kesal dengan tatapan penuh minat para karyawan laki laki di kantor itu kepada Zahra.


"What.... apa kita ketinggalan berita...!" tanya Firda si ratu kepo dan mulut tidak bisa di rem, dan itu yang di inginkan Lucas, dia yakin sebentar lagi gosip itu akan menyebar di kantor.


"Bohong mbak ih..." kesal Zahra.


"Ayo lah sayang... apa kau masih malu mengakui saya kekasihmu, tega banget sih kamu..." cemberut Lucas.


Tentu saja semua karyawan yang berada di ruangan itu melotot tidak percaya melihat wajah imut Lucas terebut, yang tidak pernah mereka lihat selama ini, mereka merasa bukan bosnya yang berada di sana saat ini.


"Wahhh.... Zahra benar benar hebat, bisa membuat wajah kaku bos jadi lentur gitu" kekeh Gina.


Manager ke uangan yang baru ke luar dari ruangannya langsung cengok melihat tingkah bos besarnya itu.


"Astaga... mimpi apa gue semalam bisa lihat wajah imut bos" gumam manager itu.


"Waahhh... Ra... loe diam diam bae jadian sama bos, traktiranya mana Ra..." seru Sari.


Zahra hanya mendengus kesal dengan kelakuan bos dan teman teman nya itu


"Siapa yang jadian ngak ada tuh.." sewot Zahra.

__ADS_1


"Kakak ipar...." tiba tiba Emely sudah ada di depan pintu ruangan Zahra.


Membuat Zahra semakin tersudutkan, karena semua orang tau Emely adalah adik kandung bosnya itu.


"Haii... menantu Mommy... apa kabar sayang..." datang lagi Mommy nya Lucas dari belakang Emely dan lansung menghampiri Zahra dan lansung mencium pipi kiri dan pipi kanan Zahra dan memeluk hangat Zahra.


Zahra lansung membeku di sana, sudah lama dia tidak mendapatkan pelukan hangat dari seorang ibu, kali ini dia dapatkan dari Mommy Lucas itu.


"Haii... kenapa diam" tanya Mommy Lisa sambil mengharapkan gerakan tangannya di depan wajah Zahra yang masih bengong itu.


"Haa.... eee... Ngak kok tan..."


"Mommy... Mommy, bukan tante sayang" sela mommy Lucas itu menyela ucapan Zahra.


Zahra hanya bisa garuk garuk kepala yang tidak gatal, kenapa keluarga Lucas ini bisa seenaknya saja" pikir Zahra.


Lucas memang sudah merencanakan ini bersama keluarganya, dia akan makan bersama si sebuah restoran tentu saja bukan hanya dengan Zahra akan tetapi juga dengan ke dua adik kembar Zahra itu dan kenzo, Mommy Lucas itu sudah jauh jauh hari mendekati Filio dan Kenzo tanpa sepengetahuan Zahra.


"Astaga... kenapa kamu ada si sini nak, sama siapa ke sini" kaget Zahra melihat ke arah sang anak.


"Tadi di jemput Opa di sekolah, kata Opa kita mau makan siang barengan nanti Om Lio sama Aunty Lona nyusul ke restoran, tunjuk Kenzo kepada Daddy Lucas yang tersenyum hangat kepada Zahra.


"Ooo... Astaga keluarga ini..." keluh Zahra dalam hati, dia tidak bisa berkata kata lagi, pikiranmu buntu, bukan hanya Lucas saja yang pemaksa ternyata keluarganya juga sama, buktinya Kenzo yang susah di dekati orang saja bisa luluh dengan keluarga Lucas itu.


"Haii... sayang... apa kabarmu nak" tanya Daddy Lucas menghampiri Zahra dan memeluk Zahra hangat.


"Baik Tu..."


"Panggil Daddy... ok" ucap Daddy Lucas yang dulu adalah mantan bos Zahra itu.


Tentu saja apa yang di lakukan keluarga Ceo kepada Zahra itu jadi gosip panas di kantor tersebut.

__ADS_1


"Astaga apa keluarga ini semuanya pemaksa" keluh Zahra.


Klau boleh jujur Zahra belum siap dengan semua ini, dia takut ini hanya mimpi, dia takut akan berakhir seperti yang sudah sudah.


"Haii....ganteng... apa kau baru pulang sekolah?" tanya Lucas kepada Kenzo.


"Iya... Ayah, aku baru pulang, kata Opa kita mau makan bareng" jawab Kenzo melihat ke arah Lucas.


Tentu saja senyum Lucas mengembang sempurna, karena anak itu mau menerima dia, apa lagi sebelumnya anak laki laki itu menentangnya dan bersikap dingin kepadanya, entah apa yang sudah di lakukan Mommynya itu kepada Kenzo sampai sampai Kenzo dengan mudahnya memanggil dia Ayah.


Zahra lansung shok mendengar anaknya memanggil Lucas Ayah, sejak kapan anaknya itu menerima orang baru dengan mudah, Zahra tidak habis pikir dengan semua ini.


Lucas lansung menggendong Kenzo dan mencium pipi Kenzo dengan gemes, membuat wajah anak itu memerah, dia langsung menyurukan wajahnya di leher Lucas.


Lucas terkekeh melihat tingkah anak itu, dia tau Kenzo pasti malu mendapat ciuman darinya, dia sudah tau dari Emely anak itu sok dewasa dan tidak mengizinkan orang lain menyentuh wajahnya, apa lagi menciumnya seperti yang dia lakukan tadi.


Zahra semakin melotot melihat itu semua, dia menggeleng gelengkan kepalanya merasa tidak percaya dengan yang dia lihat barusan, bagaimana bisa anaknya mau di cium oleh Lucas, sementara di rumah saja, di cium oleh Filona saja anak itu bisa ngamuk.


Lucas melihat ke arah Zahra dan tersenyum manis, seolah olah dia bicara saya pemenang nya.


Zahra hanya mendengus kesal melihatnya.


"Ya sudah ayo kita makan siang" ajak sang Mommy dan menggandeng tangan suaminya. di ikuti oleh Emely dari belakang.


Lucas lansung memeluk pinggang Zahra, tangan sebelah masih menggendong Kenzo dan membawa Zahra ke luar dari ruangan itu, mereka terlihat seperti keluraga bahagia.


Zahra memberontak ingin lepas dari rangkulan Lucas, namun sayang tangan Lucas tidak mau lepas dari pinggangnya.


Orang orang yang berpapasan dengan mereka hanya tertegun tidak percaya melihat pemandangan itu, apa lagi di depannya juga ada orang tua Lucas.


"Anjay... Zahra dapat ikan kakap..." kekeh karyawan Lucas itu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2