
"Haiii... ngapain di kamar mandi lama banget sih... sayang?" tanya Lucas melihat sang istri ke luar dari kamar mandi dengan malu malu, Lucas tau sebabnya itu.
"Ngeeee... tadi aku ke belet mas..." jawab Zahra sedikit menunduk, karena malu melihat suaminya.
"Ya sudah, bobo yuk.... pasti kamu capek" Lucas menepuk ruang kosong di sebelahnya di atas kasur.
Zahra hanya mengikuti perintah sang suami, melangkah dengan sedikit ragu ragu, dan baik merangkak ke atas tempat tidur.
Melihat sang istri yang malu malu itu, Lucas terkekeh, dia merasa lucu melihat istrinya itu, padahal tadi dengan beraninya dia menyenangkan Lucas di dalam kamar mandi, dan sekarang dia malah malu malu.
"Kenapa masih malu malu hmmm.... kita sudah halal loh, dan tadi kamu sudah ngerasain si tongkat bisboll mas loh" kekeh Lucas.
"Mas... ih... ngeselin deh!" kesal Zahra memukul dada Lucas dengan gemas, sudah tau istrinya itu malu malah di goda.
"Hahaha.... tapi mas suka loh sayang, kamu belajar di mana sih, mas jadi penasaran?" tanya Lucas sambil memeluk istri cantiknya yang sudah bersembunyi di dada bidangnya itu.
Zahra tidak lagi bicara dia malah asik mencium orang mint dari tubuh sang suami, lama kelamaan Zahra malah tertidur di dalam pelukan suami nya itu.
"Sayang... heiii.... kenapa ngak di jawab sih?" Lucas mengintip sang istri yang berada di dalam pelukannya.
"Lah... ternyata kamu sudah tidur sayang, ya ampunnn.... kamu kecapean banget ya, ya sudah tidur lah yang nyenyak biar nanti kamu segar lagi pas bangun dan kembali vit saat di pesta nanti" gumam Lucas.
Cup....
Cup....
__ADS_1
Cup....
Lucas tidak henti hentinya melabuhkan ciuman di puncak kepala sang istri.
Dengan perlahan Lucas pun ikut tertidur sambil memeluk sang istri.
Di luar di balroom hotel tersebut Mommy Lusi semakin geram melihat tingkah Anggia.
"Tan... kok mau maunya sih... punya menantu janda anak satu itu, mana dia miskin pula, ngak sederajat sama keluaraga tante, emang tante ngak takut kalau perempuan itu hanya mencintai harta Lucas saja" Anggia mulai menprofokasi Mommy Lusi.
Mommy Lusi hanya memutar mata jengah mendengar ocehan ngak masuk akal Anggia itu.
Mana ada Zahra mencintai uang Lucas, dia ngak tau saja bagaimana susahnya mereka meluluhkan hati Zahra agar mau menjadi anggota keluarga mereka.
"Oma...." panggil Kenzo kepada Mommy Lusi.
"Iya Oma.... ini Ken mau naik, tapi Ken mau izin oma dulu, biar oma ngak cari cari Ken" cengir Kenzo.
"Aduhhhh.... pintarnya cucu oma, ya sudah sayang, istirahat sana, nanti dandan yang tampan ya..." kekeh Mommy Lusi.
"Ya udah, Ken istirahat dulu ya oma" tutur Kenzo sopan dan ingin pergi ke kamarnya.
"Haii... kau anak kecil, kau anaknya Zahra bukan" tanya Anggia ketus.
"Iya Oma... aku anak Bunda Zahra, nama aku Kenzo" tutur Kenzo yang sudah tau siapa Anggia, tadi dia sudah melihat Anggia saat melabrak Bunda nya.
__ADS_1
"Haiii.... mata kau itu buta ya, masa aku yang cantik ini di panggil Oma, panggil Nona bodoh" ketus Anggia.
Sementara Mommy Lusi dan para saudara dan koleganya melipat bibir ke dalam, melihat perdebatan Kenzo dan Anggia.
"Oh... Maaf Bude, aku pikir Bude sepantaran sama Oma, soalnya dandanan bude lebih tua dari pada oma dan teman temanya, sedangkan Bude dandanannya tebal banget, kaya orang menolak tua, akhirnya pake makeup 7 lapis" ucap Kenzo pura pura menyesal.
"Ya... panggilan macam apa itu, saya ngak suka sama panggilan kampung kaya gitu" kesal Anggia.
"Aduhhhh... giman ya bude, Ken ngak biasa panggil tante sama orang seperti tante, kaya nya gimanaaa.... gitu, kek geli geli gitu rasanya Bude" ucap Kenzo pura pura lugu
Dasar anak kurang ajar kau ya, ngak pernah di didik sama ibu kau, sampai sampai kau itu ngak sopan sama orang yang lebih tua"
"Lah.... Ken mah selalu di didik sama Bunda Ken bude, dari segimananya Ken tidak sopan sama Bude?" tanya Kenzo, padahal anak itu tau, klau orang yang di depannya itu tidak suka di panggil bude.
"panggilan kau itu yang tidak sopan, panggil saya itu Nona, bukan bude, saya tidak suka panggilan kampungan itu!" kesal Anggia.
"Aduhhhh.... gimana ya bude, sayangnya Ken lebih suka panggil bude, gimana dong?" ucap Ken pura pura sedih.
"Aakkggg... dasar anak sialan...!" kesal Anggia meninggal kan tempat itu dengan menghentak hentakan kakinya ke ubin.
"Jalannya hati hati tante, klau jalan kaya gitu bisa bisa tan...."
Brug....
Auuu......
__ADS_1
Bersambung.....