Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja

Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja
Bab 60


__ADS_3

Sore hari saat orang orang sudah pulang dari kantor, Lucas sang bos masih betah berlama lama di dalam ruangannya, untuk menyelesaikan tugas nya, agar besok dia bisa beristirahat dengan tenang tanpa gangguan siapa pun.


"Bos... loe belum pulang" tiba tiba Adrian menyumbulkan kepalanya dari balik pintu, memang sudah biasa Adrian melakukan itu.


"Sialan loe, kebiasaan suka banget bikin kaget gue" dengus Lucas yang sudah hilang bahasa formalnya.


"Lagian loe nya aja yang terlalu serius" ejek Adrian, sambil berjalan ke arah sofa di ruangan itu, dan menjatuhkan bokongnya di sefo empuk itu.


"Ya iya lah... gue kan harus ngeberesin semua dokumen ini, agar hanimun gue ngak ada yang ganggu" ucap Lucas kembali menatap dokumen dokumen itu.


"Oh... ya Luc... gue harap loe perketat penjagaan Zahra, soalnya gue dengar si Anggia sudah pulang, takutnya di akan membuat kacau di acara loe nanti" ujar Adrian.


"Dasar j****g sialan, kok masih hidup aja sih!" dumel Lucas.


Adrian hanya terkekeh melihat tampang kesal Lucas itu.


"Tolong loe cariin pengawal buat menjaga calon istri gue sekalian adik adiknya dan buat anak gue juga" ucap Lucas tanpa beban menyebut Kenzo sebagai anaknya.


"Dan berikan juga mata mata untuk si ular keket itu, agar bisa melaporkan setiap saat apa yang di lakukannya dan juga apa yang dia rencananya.


"Gue ngak yakin, klau cuma dia doang yang beraksi, loe tau sendiri kan keluarga itu sabagt gila hormat, dan sangat ingin masuk ke kelurga gue, pasti mereka bekerja sama, semoga aja Mommy dan Daddy gue cepat tanggap dan tidak terpengaruh oleh orang orang itu" gumam Lucas yang masih di dengar oleh Adrian.


"Gue yakin, Om dan Tante sudah tau niat licik keluarga itu, klau ngak, ngak mungkin Om dan Tante dengan mudah melupakan Anggia secara Anggia begitu dekat sama Tante." ujar Adrian.

__ADS_1


Dan di benarkan oleh Lucas.


"Ya sudah lah... loe bantu gue sekarang, biar kerjaan gue cepat selesai" titah Lucas.


"Njirrr..... ini udah jam pulang kerja, masa gue masih di suruh kerja sih" dengus Andrian.


"Ncek... kerjain aja, nanti gue tambah bonus loe" omel Lucas.


"Nah... gitu dong, dari tadi kek, kan gue jadi semangat, pundi pundi keuangan gue makin nambah, gue kan juga pengen cepat cepat nikah sam kaya loe" oceh Adrian.


"Ncek... nikah nikah, cari pasangan dulu, baru mikir nikah" omel Lucas.


"Gue udah nemu calonnya, tapi gue takut dia ngak suka sama gue, dan gue juga ngak sekaya loe, apa lagi dia masih muda dan masih kuliah, pasti dia maunya sama yang lebih muda dari gue yang sudah bujang lapuk ini" keluh Adrian dengan wajah di tekuk tak semangat.


"Haiii... dasar teman lucnat loe" kesal Adrian melempar pulpen di tangannya dan dengan sigap Lucas menangkap pulpen terbang itu, sambil terkekeh.


"Lah... salah gie di mana coba? kan loe yang ngaku ngak sekaya gue, dan loe juga yang ngaku sudah bujang lapuk" kekeh Lucas merasa tidak bersalah.


"Tau ah... loe ngeselin, gue jadi bujang lapuk gini juga gara gara loe.... sialan!" kesal Adrian.


"Idih.... sendirinya yang ngak laku laku, malah nyalahin orang lagi" ejek Lucas.


"Aaa.... sudah lah, kerjain tugas loe dengan benar, apa loe mau nginap di sini" omel Adrian yang sudah kehilangan kata kata, untuk melawan sahabat sekaligus bosnya itu.

__ADS_1


"Haiii.... di sini gue yang bosnya, kenapa gue yang loe atur" ucap Lucas tidak terima.


"Bodo amat, emang gue pikirin" setelah itu Adrian berkutat dengan berkas berkas di meja Lucas itu, tanpa memperdulikan bosnya itu yang masih menggerutu kesal, dengan tingkahnya.


Lama berkutat akhir dokumen itu selesai satu persatu tanpa ada sisa di atas meja Lucas tersebut.


"Hah... akhirnya kelar juga!" ujar Lucas merenggangkan tubuhnya, karena pundaknya berasa kaku, ya wajar lah, dari jam setengah 5 sore sampai jam 9 malam mereka berkutat dengan dokumen dokumen itu, berhentinya saat sholat magrib saja, dan mereka kembali tenggelam dengan dokumen dokumen di atas meja itu.


"Hmmm... dokumen kelar, tapi pundak gue sudah rasa apaan tau" keluh Adrian.


"Ah... tenang aja loe, nanti tinggal di urut sama si mbok" kekeh Lucas, Adrian hanya mendengus mendengar ucapan Lucas itu.


Eehh... tapi di pikir pikir, ucapan Lucas itu ada benarnya juga, sebaiknya pulang kerja nanti, apa salahnya dia minta urut sama wanita yang sudah di anggap nenek olehnya itu.


"Ya sudah yuk pulang ah..." ajak Lucas. Kemudian dia beranjak dari duduknya, dan berjalan ke luar ruangan kerjanya itu, tak lupa dia mengunci pintu ruangan itu, yang tau kunci ruangan itu hanya Lucas, Adrian dan papanya, lain dari itu tidak ada, berhubung di ruangan itu banyak dokumen dokumen penting di ruangan itu.


Bersambung....


" **Haiii... semua... maaf ya... selama bulan puasa up outhor agak tidak beraturan, berhubung di bulan puasa dan di tambah ke dua anak outhor sedang ujian, jadi outhor harus mendahulukan mereka dulu, di tambah satu anak outhor ujian kelulusan dan berharap bisa masuk sekolah SLB nantinya, karena anak outhor yang kecil ini anak istimewa, kebayang kan ngurusin gimana, kudu punya kesabaran di luar batas😁, tapi outhor tetap bersyukur di titipkan anak istimewa ini, karena outhor yakin Allah percaya outhor mampu mendidiknya, sekali lagi maafin outhor ya, up nya sedikit telat, semoga sehabis lebaran ini, up nya sudah lancar lagi.


Makasih ya... atas dukungan kalian semua


😘😘😘😘😘**

__ADS_1


__ADS_2