Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja

Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja
Bab 110


__ADS_3

"Sayang...." panggil Lucas saat melihat istri cantiknya sedang berkutat di dapur, di bantu oleh beberapa orang pelayan di rumah itu.


"Mas sudah pulang?" tanya Zahra melihat sang suami yang bercucuran keringat habis lari pagi, sehabis shubuh tadi.


Lucas hanya menganggukan kepala, dan Zahra lansung memberikan satu gelas air putih, kepada sang suami.


"Kamu masak banyak banget sayang, seperti orang mau ngadain hajatan saja" ujar Lucas sambil mengambil gelas di tangan sang istri, dan lansung meminumnya.


"Ini sebagian mau di tarok di pantry kantor mas, bias sudah tanggung bulang gini, anak anak kantong mereka pasti sudah menipis, kasian dari pada mereka nyeduh mie melulu" ujar Zahra yang kembali mengaduk aduk masakannya di kompor.


"Apa setiap bulan kamu selalu seperti ini sayang?" tanya Lucas yang penasaran dengan sang istri, memang Lucas belum terlalu tau kebiasaan sang istri, namun sedikit sedikit mulai tau, apa yang Zahra suka maupun yang tidak di sukai.


"Iya, tapi ngak sebanyak ini, biasanya ya... paling yang aku masak di rumah dan aku bawa sebagian ngak kaya di sini, di sini apa apa kan melimpah, apa salahnya kita berbagi sama orang orang yang telah menghasilkan uang untuk kita" ujar Zahra yang masih fokus memasak.

__ADS_1


Lucas hanya mengangguk anggukan kepala, sambil memindai semua masakan sang istri, ada lauk pauk yang tahan untuk beberapa hari, ada puding, ada cookies yang tadi malam dia bikin, dan beberapa minuman botol yang memang tangan cantik sang istri yang membuatnya.


"Kenapa kamu selalu baik sama mereka?" tanya Lucas yang ingin tau.


"Dulu saat aku masih karyawan magang di perusahaan, aku dapat musibah, kontrakan dab usaha ku di hancurin sama orang orang yang tidak bertanggung jawab, sementara itu aku butuh uang untuk biaya kuliah si kembar dan biaya sekolah Kenzo, aku bingung bagaimana caranya menyelesaikan itu semua, teman teman satu tim kh tau aku dapat musibah, kan aku tinggal di kontrakan Sari, Sari bercerita tentang aku sama teman teman, selama tiga bulan teman teman satu tim ku bahu membahu membantu baik itu secara tenaga mau pun ke uangan tanpa mau di bayar kembali"


"Begitu pun, sama para karyawan karyawanku, tidaka da mau meninggalkan aku yang lagi ke susahan, mereka rela tidak di gaji sampai masa pemulihan toko kembali, mereka rela di kasih makan sehari tiga kali, sampai sampai mereka tidur di toko bagi yang laki laki, karena di usir dari kontrakan, karena tidak mampu bayak kontrakan, mereka itu yang mendukung aku dari dulu mas, makanya saat aku sudah berada sedikit lebih baik, aku ingin membalas apa yang mereka perbuat sama aku" tutur Zahra mengingat masa lalunya, yang sangat sangat hancur, bersyukurnya dia juga di kelilingi oleh orang orang baik di sekitarnya.


"Rupanya seperti itu" ujar Lucas, yang memang sempat memprotes cara Zahra menggaji karyawannya, tak apa bagiannya sedikit asalkan karyawannya sejahtera, Lucas pernah bilang lepaskan saja toko itu, dia mampu menghidupi Zahra dan anggota keluarganya, ujar Lucas saat mereka mau menikah, karena terlalu banyak orang orang tak bertanggung jawab mengusik toko Zahra dia tidak nyaman, namun Zahra menolaknya, Zahra bilang bagaimana dengan karyawan karyawannya, dia tidak ingin karyawan yang sudah di anggap saudara itu tidak mempunyai pekerjaan, sampai akhirnya sang mommy memberikan sebuah ruko besar untuk Zahra.


"Jadi aku mohon jangan larang aku membahagiakan mereka dengan caraku, selagi itu masih wajar" pinta Zahra memelas.


"Tidak sayang, mas dukung kamu, sekarang mas baru tau, kamu ingin membalas budi sama mereka, mas juga akan bantu mereka yang telah sudi menemani istri cantik mas ini di masa masa sulitnya" ujar Lucas memeluk Zahra dengan sayang.

__ADS_1


Dia berjanji akan membantu orang orang yang telah berbuat baik kepada sang istri dengan caranya sendiri juga, karena mereka semua sang istri bisa bertahan sampai titik ini.


Di belakang sana sepasang anak kembar saling berangkulan menahan tangis mereka, mereka tau bagaimana kakanya itu beruang demi kelangsungan hidup mereka, sempat mereka ingin berhenti kuliah, Zahra malah marah dan mengabaikan mereka beberapa hari.


"Semoga kakak selalu bahagia ya bang" ujar Filona.


"Iya, sudah cukup kakak menderita dan menangung beban seorang diri, dia tidak ingin melibatkan kita, sekarang waktunya dia bahagia" ujar Filio ikut berkaca kaca.


"Kalian ngapain di situ, ayo kemari" ujar Lucas merentangkan tangan sebelah kanannya, yang sebelah kiri masih memeluk sang istri, ke dua anak kembar itu juga ikut berpelukan dengan kakak dan kakak iparnya.


Para pelayan ikut terharu melihat drama pagi ini di keluarga Tuan Muda mereka.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2