Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja

Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja
Bab 86


__ADS_3

Saat semua orang sudah kembali dengan aktifitas masing masing, mommy lansung mengajak Renat untuk ke salon.


"Ayo sayang, kita berangkat sekarang" ujar Mommy.


"Ok my, aku ganti baju dulu, sekalian ambil tas" jawab Zahra santun, dan kembali naik kelantai atas ke kamarnya.


"Dasar mantu, padahal ada lift di sedian in, malah hoby naik turun tangga" kekeh mommy Lusi melihat menantu nya yang sudah sampai di tangga paling atas.


Mommy Lusy juga masuk ke dalam lift untuk ke kamarnya yang tidak terlalu jauh dari kamar Zahra.


Zahra mulai terbiasa dengan kemewahan yang di berikan oleh Ibu mertuanya itu, sebelum menikah Mommy Lusi selalu membelikan barang barang bermerk buat Zahra.


"Loh.. My, katanya mau ke salon, tapi kok malah lewat sini sih?" tanya Zahra yang bingung, karena salon tempat mereka biasa datangin berlawanan arah dengan jalan yang mereka lalui.


Mommy Lusi hanya tersenyum mendengar pertanyaan menantunya itu, dan juga terkekeh melihat wajah bingung Zahra yang terlihat begitu menggemaskan.

__ADS_1


"Sebelum ke salon, kita mau ke suatu tempat dulu sayang" ucap Mommy Lusy dengan suara lembutnya.


Zahra tidak lagi bertanya, karena percuma saja, dari pada penasaran lebih baik dia mengikuti saja kemana mertuanya itu membawanya.


"Sudah sampai, ayo turun" titah mommy Lusy yang sudah bersiap siap turun.


"Ngapain kita ke sini My?" tanya Zahra, di sana berdiri dengan kokoh, sebuah bangunan yang tinggi menjulang, ruko tiga lantai menjual beraneka ragam pakaian, mulai dari anak anak sampai dewasa yang Zahra lihat dari luar.


"Ayo masuk..." titah Mommy yang tidak dapat di tolak, Zahra mengikuti langkah sang mommy dari samping, karena Mommy Lusi menggandeng erat tangan menantu kesayangan nya itu.


"SELAMAT DATANG KAK ZAHRA, DI TOKO BARUNYAA" teriak karyawan karyawan Zahra yang sudah berkumpul di sana, termasuk sang suami, Daddy, Emely, Duo kembar hanya minus Kenzo yang sedang ujian hari ini.


"Selamat datang sayang... semoga tokonya semakin laris, dan bisa menambah koleksi jualan lainnya, mudah mudahan sebentar lagi kamu bisa pakai merk sendiri" ujar Lucas dengan tulus dan memberikan buket bunga mawar putih kepada sang istri.


"Aamiin..., tapi aku ngak merasa punya toko ini mas" ujar Zahra yang masih belum yakin.

__ADS_1


"Ini kado pernikahan yang Daddy sedia in buat kamu sayang, Daddy ngak suka kamu masih berada di lingkungan yang membuat stres itu, melihat kelakuan warganya yang tidak mendidik, kasian Kenzo nanti makin menjadi aja membuly ayahnya" kekeh Daddy bakas.


"Ta-tapi Dad, ini terlalu berlebihan, kenapa ngak di sewain aja Ruko kecil, ngak usah semewah ini, mana bisa aku bayar sewa dan karyawanku" keluh Zahra.


"Siapa yang sewa sih sayang, ini milik kamu. sudah jadi hak kamu, ini semua atas nama kamu sayang, ini surat suratnya" ucap Daddy Bagas memberikan sebuah map berwarna coklat ke tangan Zahra.


Zahra ragu ragu menerimanya, namun Lucas menganggukkan kepalanya tanda sang istri mengambil pemberian Daddynya.


Setelah membuka isi map itu, air mata Zahra luruh membasahi pipinya, dia tidak menyangka ruko mewah tiga lantai itu sudah menjadi milik dia pribadi, Zahra tak pernah bermimpi mempunyai ruko sebesar ini, dia hanya ingin ruko kecil namun hak miliknya, namun nyatanya kini dia memiliki ruko jauh di atas impiannya itu tanpa bersusah payah menabung dan menyisihkan gajinya seperti biasa.


"Terimakasih Daddy aku ngak pernah bermimpi mempunyai ruko semewah ini, impian aku hanya ruko sederhana, tapi milik aku sendiri, sampai sekarang pun tabungan ku belum cukup membelinya, namun kini dengn sekejap mata, aku bisa punya ruko mewah, tanpa menabung terlebih dahulu" isak Zahra memeluk pap mertuanya.


"Ini adalah buah dari kesabaran kamu sayang, kamu selama ini sudah menahan segala mimpi kamu, terpuruk terlalu dalam, menanggung beban hidup seorang diri, bisa menguliahkan ke dua adik kembar mu tanpa bantuan orang lain, membesarkan keponakan kamu seorang diri, hingga kamu sering di hina dan di caci maki orang, tapi kamu sabar dan ikhlas menjalani itu semua, jadi.... ini adalah apresiasi untuk kamu sayang" ujar mertuanya itu.


"Hiks... hiks... terimakasih Daddy, kalian begitu baik pada kami, aku tidak tau harus membalas dengan apa" isak tangis Zahra tak bisa berhenti.

__ADS_1


Membuat orang orang yang ada di sana ikut meneteskan air mata, karena mereka semua, rata rata tau tentang kisah hidup Zahra, karena karyawan pertama hingga sekarang, dari toko Zahra yang masih kecil, dan pindah ke ruko, dan kini pindah ke Ruko elit di daerah sana, mereka tidak ada yang berniat berhenti dari toko tersebut, justru mereka yang ada di sana kebanyakan bersaudara, karena mereka begitu senang bekerja dengan Zahra, karena Zahra orangnya baik, tidak pelit dan tidak pernah memarahi mereka walau pun salah, dia hanya menegur baik baik, tanpa menghina dan merendahkan karyawan.


Bersambung....


__ADS_2