Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja

Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja
Bab 98


__ADS_3

"Lucas.... Buka gerbangnya Luc, apa kah ku tidak merondakan ku!" pekik Jessy dari luar sana yang melihat Lucas yang tertawa riang bersama Zahra dan Kenzo.


"Sial... Kenapa janda gatal itu yang menjadi istrinya, harusnya gue yang jadi istrinya" gerutu Jessy melihat Lucas memeluk sayang istrinya itu.


"Ayah... Kenapa tidak di suruh masuk saja perempuan itu, kan kasihan Yah... barang kali dia butuh makan tau, kasian dia berdemo di luar sana" polos Kenzo.


Membuat Lucas menganga mendengar ucapan sang anak, apa dia tidak tau perempuan itu ingin menggoda Ayah tampannya ini, pikir Lucas.


Zahra yang tau otak licik sang anak hanya menggeleng gelengkan kepala.


"Apa Ken mau bermain main" kekeh Filio yang ikut nimbrung dengan keluarga kecil itu.


"Hmmm.... Sedikit" acuh Kenzo.


"Tu... Mom, lihat lah, baru begitu aja pagar betis Zahra sudah merapat" kekeh Mommy Lusi.


"Mereka begitu mencintai Zahra" ucap Oma tersenyum bangga.

__ADS_1


"Hmmm... Menantu ku itu sangat di cintai adik adik dan anaknya Mom, karena Zahra pengganti orang tua mereka" ujar Mommy Lusi berkaca kaca, dia membayangkan dirinya atau anak keturunannya yang berada di posisi Zahra, masih mudah, harus mengurus adik adik untuk kuliah, bayi kecil yang harus butuh perhatian lebih, mencari nafkah sementara sendiri juga harus kuliah, jalan yang dia lalui tidak lah mulus, jatuh bangun membangun usahanya, di kucilkan, sering di tuduh sebagai pelakor, di hina hamil di luar nikah, siapa yang kuat di posisi Zahra itu.


"Hmmm... cucu menantu ku gadis kuat" gumam Oma Chaterine.


"Jaga dia baik baik jangan ada lagi yang menyakitinya" ujar Opa Jordane memandang haru cucu mantunya dari jauh, dia ingat perjuangan kakaknya hampir sama dengan Zahra, namun Kakak Opa Jordane di tinggalkan dengan banyak harta sementara cucu mantunya memang benar benar memulai dari nol seorang diri, walau ada peninggalan orang tuanya namun tak seberapa.


"Pasti, kami akan menjaganya" ujar Daddy Lucas dengan tegas.


"Apa perempuan ambisius itu akan di suruh masuk?" tanya Mommy Lusi melihat Lucas Zahra dan Kenzo mendekat ke arah gerbang.


"Kita lihat saja, pasti mereka bisa mengurusnya" ujar Opa Jordane.


"Ada apa lagi kau ke sini?" tanya Lucas dengan memandang tajam mata Jessy.


"Sayanggg.... Kau dengarkan aku dulu, kau salah paham yang kau lihat itu tidak seperti yang kau pikirkan" ujar Jessy dengan wajah memelas.


"Oooohhh... benarkah?" tanya Lucas dengan wajah sulit di artikan.

__ADS_1


"Hmmm... Tentu saja iya" Angguk Jessy buru buru.


"Kau pikir aku percaya, dan sekarang pergilah dari sini, kau tidak di undang kemari, jangan membuat suasana kacau" usir Lucas.


"Sayang... kau jangan berkata begitu, jangan usir aku, aku ini kekasih mu sayang, aku sangat merindukan kamu" ujar Jessy semakin melantur.


"Astaga Jessy apa kau sudah gila, kita sudah putus bertahun tahun lalu, dan sekarang saya sudah punya kehidupan sendiri, punya istri cantik dan anak yang tampan" Lucas membanggakan Zahra dan juga Kenzo, tentu saja Jessy tidak terima.


"Lucas itu tidak benar, wanita rendahan, janda gatal itu tidak pantas untuk kamu, kita ngak akan putus Lucas, aku masih sangat mencintai kamu (harta kamu maksudnya) dalam hati, kita akan kembali bersama sayang, jadi ceraikan saja wanita itu" pekik Jessy.


"Cih.... tutup mulut busuk kau itu Jessy yang rendah itu diri mu, di bandingkan dari istri ku, kau jauh lebih rendahan, kau juga lebih menjijikan dari kotoran" ujar Lucas dengan kata kata menohok hati.


"Luc.... kamu ngomong apa sih sayang, aku itu belum pernah menikah, dan aku itu anak orang kaya, jangan bandingkan aku sama dia sayang" sela Jessy tak terima.


"Cih.... belum menikah, tapi sudah bolong, sudah tidur sama laki laki mana pun, dasar penjual apem, kaya apanya bukannya perusahaan orang tua kau itu hampir gulung tikar, makannya kau mencari ku" cibir Lucas


Jessy mendadak pias mendengar cibiran dari mantan kekasihnya itu, tentu saja dia sakit hati mendengar itu semua.

__ADS_1


"Pergi lah kau dari sini, urusan kita sudah lama usai, jadi jangan ganggu saya lagi, atau kau akan menyesal nantinya telah mengusik saya dan keluarga saya" usir Lucas yang berjalan tanpa memperdulikan teriakan Jessy lagi.


"Sial... sial, awas saja kau, aku ngak akan biarkan kalian bahagia" marah Jessy, dia sama sekali tak di izinkan untuk masuk ke rumah besar itu, padahal dulunya dia keluar masuk di rumah itu tanpa ada yang bisa melarangnya namun sekarang jangankan masuk rumah besar itu, di gerbang saja dia sudah di usir.


__ADS_2